Melindungi Keluarga dengan Membuat Ruang Aman Asap di Rumah

ilustrasi ruang aman asap
Share

 digitalMamaID –  Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat masuk ke dalam rumah dan meningkatkan paparan partikel halus. Keluarga dapat membuat ruang aman asap secara mandiri untuk mengurangi paparan, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.

Asap dapat masuk melalui pintu, jendela, ventilasi, dan celah bangunan. Partikel halus seperti PM2.5 dapat terhirup hingga ke bagian dalam paru-paru. Dalam imbauan Kementerian Kesehatan RI terkait dampak asap karhutla, masyarakat di wilayah terdampak dianjurkan memantau kualitas udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, dan menggunakan masker sesuai kondisi.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan di rumah adalah menyiapkan ruang aman dari asap, yakni satu ruangan yang diupayakan memiliki kualitas udara lebih bersih dibandingkan udara di luar.  Konsep ini sejalan dengan cleaner air room dari U.S. Environmental Protection Agency (EPA) atau Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat. Panduan EPA tentang Cleaner Air Room menjadi rujukan teknis untuk memilih ruangan, mengurangi masuknya asap, menyaring udara, dan menjaga kualitas udara selama kejadian asap kebakaran.

Menciptakan “kantong udara bersih”

Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya dr. Ivan Chandra, Sp.P., MM., menyebut, ruang aman asap sebagai “kantong udara bersih di tengah lingkungan yang tercemar berat.

“Tubuh butuh jeda dari paparan terus-menerus. Beberapa jam di udara bersih per hari membantu mengurangi beban partikel yang terhirup secara kumulatif,” ujar dr. Ivan saat dihubungi digitalMamaID, Minggu, 6 September 2026.

Ruang ini dapat menjadi tempat keluarga mengurangi paparan asap ketika kualitas udara memburuk. Ruangan tersebut dapat digunakan untuk tidur, menyusui, belajar, atau menjalankan aktivitas sehari-hari selama kondisi asap masih pekat.

“Ruang aman asap memberi kesempatan bagi warga untuk tetap beraktivitas, menyusui, tidur, dan belajar dengan paparan asap yang lebih rendah, terutama ketika Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada pada level tidak sehat hingga berbahaya,” ujar dr. Ivan.

Cara membuat ruang aman dari asap

Ruang aman asap bisa dibuat secara sederhana dengan memanfaatkan salah satu ruangan yang sudah tersedia di rumah. Kuncinya adalah memilih ruangan yang nyaman digunakan dalam waktu lama dan mudah ditutup untuk membatasi masuknya asap dari luar.

Kamar tidur bisa menjadi pilihan praktis. Dapur kurang ideal karena kegiatan memasak dapat menghasilkan partikel tambahan, sementara ruangan yang menjadi jalur utama keluar-masuk rumah lebih sulit dipertahankan dari masuknya udara luar.

Ketika udara luar tercemar, tutup pintu, jendela, dan ventilasi yang terhubung langsung ke luar. Celah yang memungkinkan udara luar masuk dapat diminimalkan dengan bahan penutup yang aman dan mudah dilepas.

Jika tersedia, gunakan air purifier dengan filter HEPA atau penyaring udara mekanis berdaya saring tinggi yang sesuai dengan ukuran ruangan. Apabilamenggunakan AC, pilih mode resirkulasi bila tersedia untuk mengurangi masuknya udara luar.

Jika menggunakan kipas angin, cukup gunakan di dalam ruangan untuk membantu kenyamanan. Saat udara luar berasap, hindari mengarahkannya ke pintu atau jendela yang terbuka.

Jaga ruang aman dari sumber polusi tambahan. Jangan merokok atau menggunakan vape di dalam ruangan. Hindari membakar obat nyamuk, dupa, lilin, atau bahan lain yang menghasilkan asap. Aktivitas memasak yang menghasilkan banyak asap juga sebaiknya dilakukan di luar ruang aman.

Batasi keluar-masuk ruangan selama udara luar masih tercemar agar udara yang lebih bersih di dalam tidak tercampur dengan udara luar. Namun, pastikan penghuni tetap memiliki akses keluar dalam keadaan darurat.

“Batasi keluar-masuk ruangan agar udara bersih di dalam tidak tercampur udara luar,” ujar dr. Ivan.

Saat harus keluar rumah

Pantau ISPU dan informasi kualitas udara dari sumber resmi sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Masyarakat dapat memantau melalui portal resmi ISPU pemerintah. Saat kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya, tunda olahraga, pekerjaan lapangan, dan aktivitas fisik berat di luar ruangan.

Aktivitas fisik meningkatkan frekuensi dan volume pernapasan. Tubuh kemudian menghirup lebih banyak udara sehingga jumlah polutan yang masuk ke saluran pernapasan ikut meningkat. “Kalau harus keluar, gunakan respirator seperti N95 yang terpasang dengan benar,“ tambah dr. Ivan.

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti area Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu, 30 Agustus 2026. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang berkurang dan kualitas udara buruk yang berbahaya bagi kesehatan.

Lindungi kelompok rentan

Balita, anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit paru atau jantung memerlukan perlindungan lebih selama kondisi asap. Kementerian Kesehatan juga menempatkan kelompok rentan sebagai perhatian dalam menghadapi dampak karhutla. Jika satu rumah memiliki ruang aman asap, prioritaskan penggunaannya bagi anggota keluarga yang paling rentan.

dr. Ivan juga menyarankan masyarakat memperbanyak minum air putih dan menjaga kondisi tubuh selama periode asap. Keluarga dengan anggota yang memiliki penyakit kronis perlu menyiapkan obat rutin di tempat yang mudah dijangkau. Penderita asma sebaiknya memastikan obat dan rencana pengobatannya tersedia.

Kenali tanda bahaya

Jika muncul gejala berat, segera cari pertolongan medis. Waspadai hal berikut:

    • sesak napas yang semakin berat atau tidak membaik setelah beristirahat maupun menggunakan obat yang biasa;
    • nyeri dada atau jantung berdebar;
    • bibir atau ujung jari membiru;
    • batuk berat disertai dahak berdarah;
    • pusing berat, kebingungan, atau pingsan;
    • serangan asma yang tidak mereda dengan inhaler sesuai rencana pengobatan.

Pada anak, waspadai napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, sulit menyusu, rewel berlebihan, atau tubuh tampak lemas. Jika gejala memburuk atau mengganggu aktivitas, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan. Dr. Ivan menegaskan, gejala yang memburuk atau tidak membaik dengan penanganan biasa perlu mendapat perhatian medis segera, terutama pada anak dan penderita penyakit paru seperti asma.

Siapkan rencana evakuasi

Ruang aman asap digunakan selama rumah masih berada dalam kondisi aman. Jika api mendekati permukiman atau petugas mengeluarkan perintah evakuasi, segera tinggalkan rumah sesuai arahan.

Siapkan jalur keluar, kebutuhan penting, obat-obatan, dokumen penting, dan kebutuhan anggota keluarga sebelum kondisi menjadi darurat. Ruang aman asap membantu mengurangi paparan selama periode kualitas udara buruk. Namun, evakuasi menjadi langkah keselamatan ketika kebakaran mengancam permukiman.

Checklist ruang aman asap

Sebelum asap memburuk, pastikan keluarga sudah:

    • Pilih satu ruangan yang nyaman sebagai ruang aman.
    • Tutup pintu, jendela, dan ventilasi yang terhubung langsung ke luar saat asap pekat.
    • Siapkan air purifier dengan filter HEPA.
    • Siapkan masker N95.
    • Sediakan obat rutin dan kebutuhan anggota keluarga rentan.
    • Pantau ISPU melalui sumber resmi.
    • Siapkan jalur dan kebutuhan evakuasi keluarga.

Kurangi paparan, jaga udara di rumah

Ruang aman asap memberi keluarga tempat untuk mengurangi paparan ketika kualitas udara di luar memburuk. Selama rumah masih aman, ruangan yang tertutup, udara yang disaring, dan berkurangnya aktivitas di luar dapat membantu keluarga menghadapi periode kabut asap.

Bagi kelompok rentan, ruang tersebut dapat digunakan untuk tidur, menyusui, belajar, dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan paparan asap yang lebih rendah. Namun, jika kebakaran mengancam permukiman, keselamatan tetap menjadi prioritas dan keluarga perlu segera mengikuti arahan evakuasi.

Kementerian Kesehatan mencatat 165.747 kasus ISPA di Kalimantan Barat sejak 1 Januari hingga awal Agustus 2026, sementara di Kalimantan Selatan tercatat 18.423 kasus. Di Kalimantan Tengah, terdapat lebih dari 3.000 kasus ISPA pada 10–16 Agustus 2026. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

ORDER MERCHANDISE