Rumah Aman Asap, Ruang Perlindungan Warga dari Asap Karhutla

Rumah Aman Asap
Share

digitalMamaID – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kalimantan dan membuat udara tak lagi nyaman dihirup. Di tengah kondisi tersebut, Rumah Aman Asap menjadi ruang perlindungan sementara bagi warga Palangka Raya untuk mengurangi paparan asap.

Asap karhutla tak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga masuk ke ruang hidup warga. Ketika kualitas udara memburuk, sebagian masyarakat mencari tempat yang memungkinkan mereka mengurangi paparan udara tercemar.

Melihat kondisi tersebut, Koalisi Respon Asap Kalimantan Tengah (RAKAT) membuka Rumah Aman Asap di Kota Palangka Raya. Koalisi yang terdiri dari 12 lembaga dan komunitas ini menyediakan ruang perlindungan sementara sekaligus sejumlah fasilitas untuk membantu warga menghadapi paparan asap.

Koordinator Posko Koalisi RAKAT, Agung Sesa, mengatakan Rumah Aman Asap merupakan bentuk respons awal masyarakat untuk mengurangi dampak paparan udara tidak sehat akibat karhutla.

“Hal yang melatarbelakangi memang untuk membantu masyarakat luas, setidaknya sebagai mitigasi pertama terhadap paparan udara yang tidak sehat,” ujar Agung saat diwawancarai digitalMamaID, Sabtu, 5 September 2026 di Palangka Raya.

Rumah Aman Asap pertama dibuka pada 22 Agustus 2026 di Sekretariat Justice, Peace, and Integrity of Creation (JPIC) Kalimantan, Jalan Badak XVI Nomor 5, Palangka Raya, ketika asap mulai semakin pekat. Setelah peralatan dan persediaan mencukupi, koalisi membuka titik kedua di Sekretariat Yayasan Atei Kawal Namuei, Tjilik Riwut KM. 8, Jalan Mahir Mahar, Palangka Raya.

Ruang untuk mengurangi paparan asap

Rumah Aman Asap menyediakan sejumlah fasilitas untuk membantu warga mengurangi paparan udara tercemar, mulai dari air purifier, oksigen, nebulizer, vitamin, obat-obatan, masker, hingga susu dan minuman isotonik. Relawan dan orang-orang dengan latar belakang kesehatan turut membantu mengoperasikan sejumlah peralatan yang tersedia.

Rumah Aman Asap bergerak berkat dukungan publik dan berbagai pihak. Bantuan yang dihimpun digunakan untuk memenuhi kebutuhan posko serta membantu warga dan relawan di wilayah terdampak.

Warga memanfaatkan fasilitas nebulizer di Rumah Aman Asap Koalisi Respon Asap Kalimantan Tengah di Palangka Raya untuk mengurangi paparan asap karhutla. (Dok. JPIC Kalimantan)

Sejak layanan dibuka, dua titik Rumah Aman Asap telah melayani lebih dari 100 orang dengan kebutuhan yang beragam. Sebagian datang setelah mengalami keluhan akibat paparan asap, sementara lainnya membutuhkan tempat untuk mengurangi paparan atau bantuan oksigen. Beberapa warga bahkan berasal dari wilayah sekitar titik kebakaran dan mengalami paparan asap secara langsung.

Sekitar 20 relawan dari 12 lembaga bergantian menjaga posko dan menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak. Dalam menjalankan tugas, mereka juga menghadapi paparan asap yang sama sehingga aspek kesehatan menjadi salah satu tantangan dalam operasional posko.

Rumah Aman Asap beroperasi pukul 09.00–18.00 WIB. Warga dapat datang langsung untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia sesuai kebutuhannya. Di luar jam layanan, pengelola tetap berupaya membantu warga yang membutuhkan dengan menyesuaikan kondisi dan sumber daya yang tersetersedi.

Mencari udara yang lebih aman untuk anak

Katharina Abi, (30), merasakan langsung kebutuhan akan ruang perlindungan ketika asap mulai memenuhi lingkungan tempat tinggalnya. Ibu rumah tangga dengan dua anak berusia 5 tahun dan 1 tahun itu mengatakan, asap di sekitar rumahnya sempat sangat pekat hingga membuat udara di luar tampak berkabut. Bau asap bahkan masuk ke dalam rumah meski pintu, jendela, dan lubang ventilasi telah ditutup.

Kondisi tersebut membuat Rina membawa keluarganya ke Rumah Aman Asap. Ia merasa bertahan di rumah saja belum cukup untuk membuat kedua anaknya aman dari paparan asap.

“Daripada terus khawatir di rumah, kami sekeluarga merasa lebih baik membawa anak-anak ke tempat yang memang disiapkan untuk kondisi seperti ini,” ujar Rina.

Anak-anak menggunakan fasilitas nebulizer di Rumah Aman Asap Koalisi Respon Asap Kalimantan Tengah (RAKAT) di Palangka Raya untuk membantu mengatasi keluhan akibat paparan asap karhutla. (Dok. JPIC Kalimantan)

Setibanya di Rumah Aman Asap, Rina merasa lebih lega. Fasilitas seperti air purifier, nebulizer,oksigen, serta area bermain membuat anak-anak lebih nyaman selama berada di sana.

“Perbedaannya paling terasa dari udaranya. Di Rumah Aman Asap terasa lebih nyaman dan kami tidak terlalu khawatir kalau anak-anak menghirup asap,” katanya.

Namun, rasa aman itu hanya sementara. Rina masih memikirkan kondisi udara ketika keluarganya kembali ke rumah dan harus kembali berhadapan dengan asap.

Mengapa asap karhutla perlu diwaspadai

Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya, dr. Ivan Chandra, Sp.P., MM., menjelaskan salah satu polutan yang perlu diwaspadai dari asap karhutla adalah PM2.5.

Partikel berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil tersebut dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai bagian terdalam paru-paru. Risiko kesehatan meningkat seiring tingginya konsentrasi PM2.5 dan lamanya seseorang terpapar.

“Tidak ada ambang batas yang benar-benar ‘aman’ untuk PM2.5. Semakin tinggi konsentrasi dan semakin lama durasi paparan, semakin besar risikonya,” jelas dr. Ivan saat dihubungi digitalMamaID, Minggu, 6 September 2026.

Menurut dr. Ivan, tubuh membutuhkan jeda dari paparan terus-menerus. Beberapa jam di udara yang lebih bersih setiap hari dapat membantu mengurangi beban partikel yang terhirup secara kumulatif. Karena itu, menciptakan kantong udara bersih di tengah lingkungan yang tercemar dapat menjadi salah satu upaya untuk mengurangi paparan.

“Dengan menyediakan ruangan yang lebih terlindung, anggota keluarga dapat menghabiskan lebih banyak waktu di dalam rumah ketika kondisi udara luar tidak sehat,” ujar dia.

Menurutnya, ruang aman asap merupakan pilihan yang realistis, terutama bagi kelompok rentan yang tidak dapat mengungsi jauh dari wilayah terdampak.

“Kelompok rentan seperti balita, lansia, dan ibu hamil sering tidak bisa mengungsi jauh dari daerah terdampak, sehingga ruang aman asap menjadi solusi,” tambah dr.Ivan.

Perlindungan yang lebih luas

Kehadiran Rumah Aman Asap menjadi salah satu bentuk respons masyarakat saat paparan asap meningkat. Namun, bagi Agung, perlindungan warga tidak seharusnya hanya bergantung pada inisiatif komunitas.

Ia berharap pemerintah memperkuat perlindungan bagi masyarakat, termasuk dengan menyediakan lebih banyak titik perlindungan, terutama bagi kelompok rentan.

Warga memanfaatkan fasilitas nebulizer di Rumah Aman Asap Koalisi Respon Asap Kalimantan Tengah di Palangka Raya untuk mengurangi paparan asap karhutla. (Dok. JPIC Kalimantan)

Menurut Agung, masyarakat sipil dan pemerintah dapat mengambil peran yang saling melengkapi. Komunitas dapat bergerak cepat membantu warga, sementara pemerintah perlu menangani sumber persoalan, mencegah kebakaran, dan memastikan masyarakat terlindungi.

“Rumah Aman Asap bukan solusi untuk menghentikan karhutla. Tempat ini hanya memberi warga ruang untuk mengurangi paparan ketika asap sudah sangat menganggu ruang hidup masyarakat,” tambahnya.

Agung berharap karhutla segera berakhir dan tidak kembali terjadi. Dengan begitu, warga tidak lagi harus menghadapi udara berbahaya maupun mencari tempat perlindungan akibat asap.

“Kalau bisa secepatnya situasi ini berakhir, tentu lebih baik. Tidak ada lagi kondisi udara (berbahaya) seperti ini, itu harapan kami,” ujar Agung.

Harapan serupa datang dari Rina. Ia berharap pemerintah segera menangani kebakaran, mencegah karhutla kembali terjadi, serta menyediakan informasi kualitas udara yang mudah dipahami masyarakat. Perlindungan yang cepat juga diperlukan bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

“Ketika asap sudah pekat, sebagai orang tua kita sebenarnya bingung harus berbuat apa supaya anak tetap aman. Selain penanganan kebakaran, tempat perlindungan seperti Rumah Aman Asap juga sangat penting disediakan ketika kondisi udara sudah berbahaya,” tutup Rina. [*]

One thought on “Rumah Aman Asap, Ruang Perlindungan Warga dari Asap Karhutla”

  1. Pingback: Melindungi Keluarga dengan Membuat Ruang Aman Asap di Rumah - digitalMamaID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

ORDER MERCHANDISE