digitalMamaID — Di balik reputasi keluarga Bridgerton yang selalu menjadi sorotan masyarakat bangsawan London, ada sosok ibu yang menarik perhatian, Violet Bridgerton. Sebagai ibu dari delapan anak, ia dikenal bijaksana dalam membimbing putra-putrinya menghadapi kehidupan sosial kaum bangsawan.
Serial Netflix berlatar Inggris era Regency ini menceritakan tentang kehidupan dan romansa kaum bangsawan London dengan musim pesta dan debutan, yaitu sebutan untuk perempuan muda kaum bangsawan yang diperkenalkan secara resmi ke masyarakat (society) sebagai tanda bahwa ia sudah cukup usia untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial, termasuk mencari pasangan.
Di antara keluarga bangsawan yang ada, keluarga Bridgerton lah yang selalu dinanti-nantikan debutannya oleh Queen Charlotte dan kalangan bangsawan lain. Keluarga Bridgerton memang dikenal memiliki reputasi baik. Anak-anak keluarga Bridgerton dikenal berpendidikan, berperilaku baik, dan rupawan.
Hal tersebut tidak lepas dari peran sang ibu, Violet Bridgerton yang diperankan oleh aktris Ruth Gemmel. Violet, seorang single mother yang berhasil membesarkan delapan anaknya, Anthony, Benedict, Colin, Daphne, Eloise, Francesca, Gregory, dan Hyacinth. Ia membesarkan anak-anaknya dengan penuh perhatian. Selalu hadir mendampingi anak-anaknya dengan kasih sayang, empati, serta kepercayaan, sambil memberi mereka ruang untuk tumbuh menjadi diri sendiri.
Meski hidup di tengah kalangan bangsawan yang penuh aturan, Violet menunjukkan gaya pengasuhan yang hangat dan penuh empati. Melalui komunikasi, kepercayaan, dan kedekatan emosional, ia mendampingi anak-anaknya menghadapi cinta, kegagalan, hingga tekanan sosial, sebuah pendekatan yang terasa relevan bagi orang tua masa kini.
Pelajaran parenting yang bisa dipetik dari cara Violet Bridgerton membesarkan anak-anaknya?
Menjadi pendengar yang baik
Violet adalah sosok ibu yang hadir ketika anak-anaknya membutuhkan tempat bercerita. Ia tidak langsung menghakimi atau memarahi, melainkan mendengarkan terlebih dahulu sebelum memberi nasihat. Sikap ini membuat anak-anaknya merasa aman untuk terbuka tentang masalah mereka.
Seperti yang terjadi di season satu, saat Violet berbicara dari hati ke hati dengan Daphne Bridgerton setelah pernikahannya dengan Simon mulai bermasalah. Dalam percakapan itu, Violet tidak menghakimi, melainkan mendorong Daphne untuk memahami perasaannya sendiri dan berkomunikasi dengan suaminya. Violet mengingatkan, tidak ada pernikahan yang sempurna, mereka dapat memilih untuk saling memaafkan dan memilih untuk terus saling mencintai.

Memberi anak ruang untuk menentukan pilihan
Alih-alih mengontrol hidup anak-anaknya secara ketat, Violet lebih sering memberi mereka kebebasan untuk menentukan jalan hidup sendiri. Ia tetap memberikan arahan, tetapi pada akhirnya mempercayai anak-anaknya untuk mengambil keputusan, termasuk dalam urusan cinta dan pernikahan.
Saat hubungan Daphne dan Simon semakin rumit, Violet tetap memberi Daphne ruang untuk membuat keputusan sendiri tentang masa depannya. Begitupun dengan Colin. Ketika ia akhirnya menyadari perasaannya terhadap Penelope Featherington, Violet tidak menentang pilihan tersebut. Sebaliknya, ia mendukung anaknya untuk mengikuti kata hati, sekaligus mengingatkan bahwa setiap keputusan membawa tanggung jawab. Sikap ini menunjukkan bagaimana Violet mempercayai anak-anaknya untuk belajar dari pilihan mereka sendiri.

Mengutamakan kebahagiaan anak, bukan sekadar status sosial
Di tengah kalangan bangsawan yang sangat menekankan reputasi dan status, Violet justru lebih peduli pada kebahagiaan anak-anaknya. Ia mendukung pilihan mereka, bahkan ketika keputusan tersebut tidak selalu sesuai dengan harapan masyarakat.
Hal ini terlihat ketika Anthony Bridgerton, anak laki-laki tertua yang mewarisi gelar Viscount, ia bertanggung jawab atas nama keluarga, harta, serta masa depan adik-adiknya. Sehingga saat perjodohan, ia hanya mempertimbangkan kandidat pasangan yang benar-benar sempurna secara status sosial. Violet yang menyadari hal tersebut, mengingatkan Anthony bahwa pernikahan seharusnya didasari cinta. Dia ingin putranya merasakan kegembiraan, antusiasme, dan gairah saat bersiap untuk menikah.

Menjaga kedekatan emosional dengan anak
Hubungan Violet dengan anak-anaknya tidak hanya formal sebagai orangtua, tetapi juga hangat dan penuh kedekatan. Ia sering berbicara dari hati ke hati dengan anak-anaknya, membantu mereka memahami perasaan dan pilihan hidup mereka.
Sikap ini terlihat dalam hubungannya dengan Eloise Bridgerton. Beberapa kali Eloise mengungkapkan tidak tertarik dengan musim debutan dan pernikahan. Ia lebih ingin mengejar pendidikan serta kebebasan berpikir. Alih-alih memarahinya, Violet mencoba memahami sudut pandang Eloise, ia tidak memaksanya untuk langsung mencari pasangan, meski tetap mendorongnya mengikuti norma sosial yang berlaku.

Mendampingi anak saat menghadapi konsekuensi
Violet tidak selalu mencegah anak-anaknya membuat kesalahan. Namun ketika mereka menghadapi masalah atau konsekuensi dari keputusan mereka, ia tetap berada di sisi mereka sebagai pendukung dan pemberi nasihat.
Hal ini terlihat ketika Benedict Bridgerton menjalin hubungan dengan Sophie Baek yang menimbulkan dilema sosial. Sophie bukan berasal dari kalangan bangsawan, sehingga hubungan mereka berpotensi menimbulkan tekanan dan penilaian dari masyarakat. Dalam situasi seperti itu, Violet tidak langsung menghakimi. Ia tetap berdiskusi dengan Benedict dan membantunya mempertimbangkan konsekuensi dari keputusan yang diambil, sambil mencari jalan keluar bersama-sama. Bahkan di akhir, Violet akhirnya merestui Benedict dan Sophie walau hal tersebut akan memengaruhi reputasi keluarga.

Meski Violet hanyalah karakter fiksi dalam serial Bridgerton, nilai-nilai pengasuhan yang ditunjukkanya terasa tetap relevan hingga hari ini. Di tengah berbagai tuntutan dan ekspektasi sosial, kehadiran orangtua yang mau mendengar, memahami, dan mempercayai anaknya tetap menjadi kunci bagi tumbuhnya hubungan keluarga yang sehat.
Violet bukanlah orangtua yang sempurna, tetapi sosok yang selalu berusaha hadir dan memahami. Ia tidak selalu memiliki semua jawaban, namun tetap menyediakan ruang bagi anak-anaknya untuk belajar dari pilihan mereka sendiri. Pendekatan ini sesuatu yang mungkin juga diharapkan banyak orang tua dalam kehidupan nyata.
Sepertinya perlu ada spin off serial yang khusus menceritakan Violet dan suaminya Edmund Bridgerton. Dalam bukunya sendiri, The Bridgertons: Happily Ever After, ada cerita pendek berjudul “Violet in Bloom” yang memberi gambaran tentang kehidupan Violet dan suaminya, Edmund Bridgerton.
Serial Bridgerton bisa ditonton di Netflix! [*]






