digitalmamaID – Pernahkah Mama bertanya-tanya, akan seperti apa bumi yang kelak diwariskan kepada anak-anak? Apakah mereka masih bisa menikmati udara yang bersih, pangan yang beragam, sungai yang sehat, dan ruang hijau yang cukup untuk tumbuh? Di tengah krisis iklim dan kerusakan lingkungan yang semakin nyata, pertanyaan tentang masa depan bumi rasanya semakin penuh di kepala.
Membaca bisa menjadi salah satu cara untuk memahami apa yang sedang terjadi sekaligus menemukan hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan dari rumah. Lima buku ini menawarkan beragam perspektif mengenai hubungan kita dengan bumi. Mulai dari mengurangi sampah di rumah, memulihkan kedekatan dengan alam, menjaga keanekaragaman hayati dan pangan, hingga memahami isu ekologis dalam konteks agama dan pembangunan Indonesia.
Berikut lima buku pilihan digitalMamaID yang bisa menemani Mama memahami krisis iklim dari berbagai sudut pandang:
Menuju Rumah Minim Sampah

Penulis : D.K. Wardhani
Penerbit: Bentala Kata
Setiap hari rumah menghasilkan sampah. Bungkus makanan, botol plastik, sisa dapur, hingga barang-barang yang sudah tidak terpakai perlahan memenuhi tempat sampah. Menuju Rumah Minim Sampah mengajak pembaca untuk bertanya: kemanakah perginya sampah dapur kita? mungkinkah kita mengurangi sampah sebelum semuanya berakhir di tempat pembuangan?
Buku ini menawarkan langkah-langkah praktis untuk memulai dari rumah, mengurangi barang sekali pakai, memilah sampah, mengolah sampah organik, hingga melibatkan seluruh anggota keluarga. Bagi Mama yang ingin membawa kesadaran lingkungan ke dalam rutinitas keluarga, buku ini bisa menjadi teman belajar yang aplikatif. Kita diajak melihat bahwa aksi-aksi kecil untuk bumi dimulai kebiasaan baik dan bijak dari rumah kita sendiri.
Sacred Nature: Bagaimana Memulihkan Keakraban dengan Alam

Penulis : Karen Armstrong
Penerbit : Mizan Pustaka
Kapan terakhir kali kita benar-benar merasa dekat dengan alam? Sacred Nature karya Karen Armstrong mengajak pembaca melihat alam bukan hanya sebagai tempat tinggal atau sumber daya yang bisa dimanfaatkan, tetapi sebagai sesuatu yang memiliki nilai dan kesakralan. Dengan menelusuri berbagai tradisi keagamaan dan spiritual, Armstrong menunjukkan bagaimana manusia dahulu memiliki hubungan yang lebih dekat dengan alam.
Buku ini mengajak kita memulihkan kembali rasa kagum, hormat, dan kedekatan tersebut. Bagi Mama, buku ini bisa menjadi bacaan reflektif untuk melihat kembali cara keluarga berhubungan dengan alam. Kita juga perlu menumbuhkan rasa dekat dan sayang kepada alam.
Terra Viva: Kisah Hidupku dalam Keanekaragaman Gerakan

Penulis : Vandana Shiva
Penerbit : Marjin Kiri
Apa yang ada di meja makan ternyata punya hubungan dengan bumi yang jauh lebih panjang dari yang kita bayangkan. Terra Viva karya Vandana Shiva merupakan kisah perjalanan hidup sekaligus refleksi seorang aktivis lingkungan dalam memperjuangkan keanekaragaman hayati, benih lokal, pertanian berkelanjutan, dan hak-hak petani.
Lewat pengalaman dan berbagai gerakan yang dijalaninya, Shiva menunjukkan hubungan antara benih, pangan, pertanian, perempuan, dan keberlanjutan lingkungan. Pembaca diajak melihat bahwa sistem pangan bukan hanya berkaitan dengan apa yang kita makan namun bagaimana alam dikelola.
Bagi Mama yang ingin memahami isu lingkungan dari sisi pangan dan keanekaragaman hayati, buku ini bisa membuka perspektif baru. Kita diajak melihat bahwa pilihan sehari-hari juga terhubung dengan masa depan tanah, benih, petani, dan keberagaman kehidupan.
Al-Qur’an Bilang Kepentingan Bumi Harus Didahulukan

Penulis : A.S. Rosyid
Penerbit : Intrans Publishing
Bagaimana jika kepedulian terhadap bumi juga merupakan bagian dari cara kita menjalankan nilai-nilai agama? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu pintu masuk dalam Al-Qur’an Bilang Kepentingan Bumi Harus Didahulukan karya A.S. Rosyid.
Buku ini mengajak pembaca melihat kembali hubungan manusia dengan alam melalui perspektif Islam. Rosyid membahas bagaimana nilai-nilai dalam Al-Qur’an dapat menjadi landasan untuk menghormati alam, menjaga keseimbangan ekosistem, dan melihat bumi tidak semata-mata sebagai sumber daya untuk memenuhi kepentingan manusia.
Bagi Mama yang ingin memahami kepedulian terhadap bumi dari perspektif keagamaan, buku ini bisa menjadi bacaan reflektif. Kita diajak melihat bahwa merawat bumi bukan hanya tentang mengurangi sampah atau mengubah gaya hidup, tetapi juga tentang membangun cara pandang yang lebih bertanggung jawab terhadap kehidupan.
Reset Indonesia

Penulis: Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu
Penerbit : Koperasi Indonesia Baru
Setelah melihat apa yang bisa dilakukan dari rumah, kita juga perlu melihat gambaran yang lebih besar. Reset Indonesia membawa pembaca menjelajahi berbagai persoalan Indonesia, mulai dari lingkungan, tanah, pangan, pekerjaan, rumah layak, hingga transportasi. Buku ini menarik karena persoalan-persoalan tersebut tidak dilihat sebagai hal yang berdiri sendiri. Ada hubungan antara lingkungan, ekonomi, kebijakan, pengelolaan sumber daya alam, dan arah pembangunan yang ikut menentukan bagaimana kehidupan masyarakat dan bumi berjalan.
Bagi Mama yang ingin memahami isu lingkungan secara lebih luas, Reset Indonesia bisa menjadi bacaan untuk memperluas cara pandang. Kita diajak melihat realitas yang ada di Indonesia, tetapi dibalut dengan data, sehingga berbagai persoalan yang mungkin terasa jauh dari keseharian menjadi lebih nyata dan mudah dipahami. Dari soal pangan di meja makan, tanah tempat kita berpijak, pekerjaan, hingga bagaimana kebijakan dan pembangunan berdampak pada masyarakat dan lingkungan.
Kelima buku ini menunjukkan bahwa krisis iklim dan kerusakan lingkungan bisa dilihat dari banyak sisi. Semoga dari satu buku yang Mama baca, tumbuh satu kesadaran baru. Kemudian perlahan menjadi kebiasaan untuk menjaga bumi untuk hari ini dan generasi selanjutnya. Selamat membaca, Mama! [*]







One thought on “5 Buku untuk Ibu yang Peduli pada Masa Depan Lingkungan”
Pingback: Ketika Asap Kebakaran Hutan Masuk ke Ruang Hidup Warga - digitalMamaID