digitalMamaID – Perubahan iklim bukan lagi isu yang jauh dari kehidupan anak-anak. Cuaca yang semakin panas, musim yang sulit diprediksi, hingga kekeringan kini mulai dirasakan di berbagai daerah di Indonesia. Anak perlu mengenal isu perubahan iklim dengan cara yang dekat, sederhana, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) dan Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI) menerbitkan buku-buku nonfiksi mengenai perubahan iklim. Buku-buku ini hadir dengan pendekatan yang sederhana dan kontekstual, mengajak anak memahami hubungan antara alam, budaya, kebiasaan hidup, hingga perubahan lingkungan di sekitar. Mulai dari isu cuaca, energi, hutan, pangan lokal, hingga cara masyarakat menjaga bumi. Semuanya dikemas melalui cerita, ilustrasi dan penjelasan yang mudah dipahami anak.
Setiap buku dapat dibaca mandiri maupun menjadi bahan diskusi bersama orang tua dan guru. Dari total 32 buku yang diterbitkan, berikut rekomendasi ensiklopedia anak gratis tentang perubahan iklim yang menarik dibaca bersama keluarga:
1. Kotaku Makin Panas

Penulis: Aurelia Agustin
Ilustrator: Awaliyah Mudhaffarah
Jenjang : C
Kotaku Makin Panas menyajikan isu perubahan iklim dan suhu perkotaan melalui berbagai infografik yang menarik dan mudah dipahami. Pembaca diajak mengenal letak geografis Kota Bandung, mengenal bagaimana suhu udara di Indonesia terus berubah, hingga mencari tahu alasan mengapa kota-kota terasa semakin panas dari waktu ke waktu.
Buku ini juga memperkenalkan pentingnya ruang terbuka hijau (RTH) dan taman kota sebagai “paru-paru” yang membantu membuat udara lebih sejuk dan nyaman. Dengan perpaduan data, ilustrasi, dan visual yang informatif, buku ini menjadi bacaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sekaligus membantu anak lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
Waah, udara panas sekali!” Rasanya akhir-akhir ini kita sering mengucapkan kalimat itu, ya, teman-teman! Terutama yang tinggal di daerah perkotaan. Salah satu kota yang makin panas adalah Kota Bandung. Lho, bukannya Bandung dikenal sebagai kota yang sejuk? Ternyata Kota Bandung juga mengalami dampak dari perubahan iklim!
2. Rumahku Tak Gelap Lagi

Penulis: Paulina Maria Yovita Kosat
Ilustrator : Ikku Nala
Jenjang : C
Rumahku Tak Gelap Lagi membahas tentang listrik dan energi terbarukan, khususnya penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pembaca diajak mengenal berbagai sumber listrik, mulai dari pembangkit berbahan bakar fosil hingga energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.
Melalui penjelasan sederhana dan visual yang menarik, Rumahku Tak Gelap Lagi juga mengenalkan cara kerja PLTS, jenis-jenisnya, manfaat penggunaan energi surya, hingga tantangan dan perawatan PLTS mandiri. Anak-anak juga dapat mengikut pemanfaatan energi matahari menjadi salah satu solusi untuk masa depan berkelanjutan. Buku ini juga dapat membantu anak memahami penggunaan energi bersih dan mendorong anak-anak melakukan aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Anak-anak di Nusa Tenggara Timur sering mengalami pemadaman listrik bergilir. Listrik tidak bisa mengalir setiap hari. Padahal, peralatan di rumah banyak yang membutuhkan listrik agar berfungsi. Untuk menghadapinya, warga NTT mencari sumber energi baru agar bisa mendapatkan pasokan listrik yang cukup. Mereka memanfaatkan cahaya matahari yang bersinar cukup sering sepanjang tahun. Bagaimana cara mengubah sinar matahari menjadi energi listrik ya?
3. Pemanfaatan Limbah Kotoran Ternak

Penulis: Iwok Abqary
Ilustrator: Ratra Adya Airawan
Jenjang : C
Buku ini menjelaskan hal yang tidak biasa mengenai sapi dan kaitannya dengan perubahan iklim. Pembaca terlebih dahulu diajak ke daerah Lembang, Bandung, yang dikenal memiliki banyak peternakan sapi. Dimulai dari mengenal olahan sapi seperti susu segar, jenis-jenis sapi, pencernaan sapi, hingga kotoran sapi dan pemanfaatannya menjadi pupuk. Anak-anak juga dikenalkan dengan bahaya kandungan gas metana dalam kotoran sapi dengan infografis yang menarik.
Siapa sangka kentut bisa menyebabkan pemanasan global. Setiap bersendawa, sapi juga bikin planet bumi makin panas! Karena perutnya empat, kotoran sapi bisa mengeluarkan gas berbahaya. Waduh, padahal di Lembang ada 22.000 ekor sapi! Ternyata, selain susunya bisa diolah jadi makanan lezat, kotoran sapi bisa diubah menjadi hal yang bermanfaat. Apa saja yang bisa kita hasilkan dari kotoran ternak?
3. El Nino dan Kemarau Panjang

Penulis: Paulina Maria Yovita Kasat
Ilustrator: Vania Rizky Santosa
Jenjang : B3
Buku ini mengajak anak-anak berkenalan langsung dengan fenomena cuaca El Nino di Nusa Tenggara Timur. Melalui ilustrasi berwarna dan infografis sederhana pembaca juga dibantu membedakan El Nino dan La Nina serta kaitannya dengan perubahan iklim. Menjelaskan dampak positif dan negatif El Nina dengan bahasa yang mudah dipahami anak. Sehingga, pembaca tetap bisa belajar fenomena alam dengan cara menyenangkan. Bukan hanya sebagai sarana edukasi, buku ini juga menyajikan cara-cara yang bisa dilakukan pembaca untuk menyiapkan diri menghadapi El Nino.
Ada fenomena cuaca yang muncul di Nusa Tenggara Timur setiap beberapa tahun sekali. Kalau sudah muncul, ladang-ladang menjadi kering. Hutan bisa terbakar dengan mudah. Bahkan, jutaan belalang kembara dapat menyerbu perkebunan untuk mencari makanan! Petani harus mengatur ulang jadwal menanam karena hujan tak kunjung datang. Yuk berkenalan dengan El Nino dan mencari tahu bagaimana teman-teman di NTT, menghadapi kemarau panjang ini!
4. Kebun Vertikal di Kota Pahlawan

Penulis: Watiek Ideo
Ilustrator: Ikku Nala
Jenjang: C
Buku ini membahas tentang kebun vertikal sebagai salah satu cara menghadirkan ruang hijau di tengah padatnya kota. Dengan mengambil contoh Kota Surabaya, pembaca diajak mengenal kondisi lingkungan perkotaan, termasuk persoalan pencemaran udara yang memengaruhi kualitas hidup masyarakat.
Di dalam buku ini, kebun vertikal dijelaskan sebagai metode menanam tanaman secara bertingkat atau menempel pada dinding dan rak, sehingga cocok digunakan di lahan yang sempit. Melalui bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, pembaca dikenalkan perbedaan kebun vertikal dan kebun biasa, jenis tanaman yang cocok digunakan, hingga cara merawatnya agar tetap tumbuh subur.
Buku ini juga memandu pembaca melalui langkah-langkah membuat kebun vertikal di rumah, mulai dari persiapan alat dan bahan, penempatan tanaman, sampai manfaatnya bagi lingkungan kota. Dengan ilustrasi dan penjelasan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, buku ini mengajak anak-anak dan keluarga melihat bahwa berkebun bisa dilakukan dengan cara yang praktis, kreatif, dan ramah lingkungan.
Kebun tak selalu membutuhkan lahan yang luas. Ada beberapa wilayah di Kota Surabaya yang memiliki kebun vertikal. Manfaat kebun vertikal banyak sekali, seperti mengurangi polusi udara dan menyediakan sayuran segar. Buku ini mengajakmu mengenal kebun vertikal, fungsinya, dan cara membuatnya sendiri di rumah. Yuk berkebun dengan cara yang seru!
5. Rasi, si Beras Singkong

Penulis : Audelia Agustine T.D
Ilustrator : Al Nurul Gheulia
Jenjang : C
Pernahkah kalian makan singkong, ubi, dan jagung sebagai pengganti nasi? Semua itu adalah sumber karbohidrat alami yang berlimpah jumlahnya di bumi nusantara kita. Yuk kita kenali keunikan masyarakat Cireundeu yang sudah sejak lama mengonsumsi rasi, beras singkong, sebagai pengganti nasi!
Buku ini menjelaskan manfaat singkong sebagai sumber pangan alternatif yang dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya di Kampung Adat Cireundeu, Cimahi, Jawa Barat. Pembaca diajak mengenal “rasi” atau beras singkong, makanan khas yang telah lama digunakan masyarakat setempat sebagai sumber energi pengganti nasi beras.
Melalui pembahasan yang ringan dan mudah dipahami, buku ini menjelaskan asal-usul rasi, tata guna lahan di Kampung Cireundeu, proses pertanian singkong, hingga tahapan pembuatan rasi menjadi makanan siap konsumsi. Pembaca juga dikenalkan pada berbagai olahan singkong dan bagaimana masyarakat menjaga tradisi pangan lokal secara turun-temurun.
Di bagian akhir, buku ini mengajak anak-anak memahami pentingnya mengenal sumber pangan alternatif dan mulai melakukan langkah sederhana, seperti menanam di pekarangan rumah. Dengan ilustrasi dan penjelasan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, buku ini membantu pembaca melihat bahwa pangan lokal dapat menjadi pilihan yang ramah lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Selain rekomendasi di atas, masih ada puluhan buku lain yang membahas energi terbarukan, lingkungan, cuaca, hingga kehidupan masyarakat di berbagai daerah Indonesia. Daftar lengkap 32 Buku Anak Non Fiksi Perubahan Iklim – INOVASI – Untuk Anak Indonesia dapat diakses melalui tautan ini, GRATIS!.
Di tengah perubahan iklim yang semakin nyata, buku dapat menjadi jembatan agar anak memahami bumi dengan cara yang lebih dekat dan menyenangkan. Siapa tahu, dari halaman-halaman sederhana ini, tumbuh generasi kecil yang lebih peduli terhadap lingkungan di masa depan. Selamat membaca bersama! [*]






