Menjadi Penulis Lepas, Pekerjaan yang Ramah untuk Mama

Ilustrasi ibu menjadi penulis lepas/Bukbis Candra Ismet/digitalMamaID
Share

digitalMamaID – Menjadi ibu kerap membuat perempuan harus merelakan pekerjaannya dan fokus pada keluarga. Banyak ibu rumah tangga mendambakan pekerjaan yang cocok dengan aktivitasnya. Bagaimana dengan menjadi penulis lepas?

Setelah menjadi ibu, banyak perempuan yang memutuskan untuk berhenti bekerja di sektor formal. Alasannya sangat bergam, mulai dari sistem dukung yang terbatas sampai keinginan mendampingi langsung buah hati secara penuh. Akan tetapi, ada kalanya ibu rindu bekerja kembali. Sayangnya, peran ibu rumah tangga terkadang masih dipandang sebelah mata karena dianggap tidak memiliki kontribusi di dalam finansial keluarga. Sehingga, banyak ibu rumah tangga berusaha untuk bisa memiliki pemasukan sendiri.

Dikutip dari American Psychological Association, studi yang dilakukan oleh National Institute for Child Health and Human Development Study of Early Child Care and Youth Development yang dipublikasikan pada 2011 menunjukkan, ibu rumah tangga lebih rentan mengalami depresi dan gangguan kecemasan dari pada ibu yang bekerja di luar. Ibu bekerja dinilai lebih sehat dan bahagia. Kabar gembiranya, hal ini juga terlihat pada ibu yang bekerja paruh waktu atau menjadi pekerja lepas.

Motivasi memiliki penghasilan sendiri

Riset yang dilakukan oleh Rina Puspita Sari, Dosen Keperawatan STIKes Yatsi, Tangerang, mengungkap motivasi ibu rumah tangga memiliki penghasilan sendiri. Mengutip dari Jurnal Kesehatan yang terbit pada 2020, motivasi para ibu tersebut antara lain:

1. Memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga

Terkadang kondisi keuangan keluarga mengalami pasang surut. Harga kebutuhan pokok yang semakin mahal, biaya sekolah anak, biaya kebutuhan sehari-hari, biaya berobat dan lainnya yang semakin hari melonjak semakin tinggi sedangkan pemasukan hanya dari suami, membuat seorang ibu ingin mendapatkan tambahan pemasukan demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Ketika seorang ibu bisa memiliki kebebasan finansial, ia juga lebih bebas membelanjakan uangnya, memberikan bantuan keuangan untuk orang tua ataupun saudaranya, atau juga ia bisa memiliki tabungan sendiri.

2. Memenuhi kebutuhan aktualisasi diri

Berdasarkan penelitian tersebut, beberapa responden mengatakan, ia berusaha untuk memiliki pekerjaan untuk mencapai cita-citanya. Beberapa lainnya mengatakan mereka bekerja untuk memperluas wawasan, memperluas pergaulan dan bisa memanfaatkan ilmu yang dulu pernah dipelajarinya.

3. Memenuhi kebutuhan psikologis

Alasan yang ketiga yang memotivasi seorang ibu rumah tangga untuk bekerja adalah memenuhi kebutuhan psikologis meliputi rasa nyaman dan perasaan dihargai. Seorang ibu akan lebih nyaman ketika ia memiliki kebebasan finasial, meminimalisir resiko depresi, bisa bercanda dengan teman apabila ia bekerja di luar, dan juga adanya penghargaan terhadap ibu rumah tangga yang memiliki kontribusi di dalam keuangan keluarga.

Menjadi penulis lepas

Di era digital sekarang, ada begitu banyak pekerjaan sampingan yang bisa Mama pilih. Salah satunya adalah menjadi penulis lepas. Mama bisa mengirim artikel di media online, atau juga bisa menjadi penulis novel online di platform menulis novel.

Mencari pekerjaan tambahan tentu ada tanggung jawab yang harus dipikul meskipun itu hanya pekerjaan sampingan. Ada beberapa keuntungan jika Mama bekerja sebagai penulis lepas.

1. Waktu yang fleksibel

Tak ada yang mengatur kapan Mama harus mulai menulis. Mama bisa atur waktu sendiri, tanpa harus mengabaikan pekerjaan domestik di rumah.

2. Bisa mendapat penghasilan tanpa harus meninggalkan rumah

Banyak keuntungan kita hidup di era digital saat ini, salah satunya yaitu kita bisa menulis menggunakan perangkat elektronik tanpa harus repot keluar rumah. Mengirim naskah atau artikel pun tinggal klik-klik saja. Mama bisa mengerjakannya di rumah, semua jadi serba mudah dan cepat. Kini, Mama bisa menjadi penulis lepas tanpa harus repot keluar rumah dan meninggalkan si kecil.

3. Bisa mandiri secara finansial

Banyak perempuan merasa bersalah ketika uang nafkah suami cepat habis. Apalagi jika Mama ingin memberikan bantuan uang untuk orangtua ataupun keluarga lainnya, Mama harus meminta izin terlebih dahulu pada suami. Tapi jika Mama memiliki penghasilan sendiri dan bisa mandiri secara finansial tanpa bergantung pada suami, maka Mama bisa bebas membelanjakannya tanpa harus merasa berdosa. Mama juga bebas memberikan bantuan finansial pada siapapun tanpa harus mengganggu pos keuangan keluarga Mama.

4. Bisa membantu keuangan keluarga

Meski sudah diatur sedemikian rupa, keuangan keluarga tidak lepas dari gejolak. Ketika kebutuhan tiba-tiba naik harga, tentu ada perubahan mendadak rencana pos keuangan. Ada juga yang harus mengalami perubahan drastis karena suami sakit sehingga tidak mampu mencari nafkah. Pasti hal tersebut membuat kacau pikiran Mama. Ketika Mama bisa memiliki penghasilan tambahan, Mama akan lebih tenang menghadapi kondisi tersebut. Mama bisa menutup kekurangan biaya kebutuhan rumah tangga yang pastinya semakin hari akan semakin mahal. Atau jika kebutuhan pokok sudah sepenuhnya terpenuhi, dengan penghasilan tambahan Mama bisa menabung untuk dana darurat atau dana masa depan nanti.

Mama bisa memulai karir sebagai penulis lepas hanya dari rumah. Mama bisa mulai membiasakan diri menulis setiap hari untuk melatih kemampuan menulis Mama, tanpa perlu meninggalkan rumah. Menjadi Mama berdaya meski di rumah saja, menarik kan? [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bingung cari konten yang aman untuk anak?
 
Dapatkan rekomendasi menarik dan berikan pendapatmu di Screen Score!
Ilustrasi melatih anak bicara/Bukbis Ismet Candra Bey/digitalMamaID