Kapan Anak Boleh Pakai Gadget dan Aplikasi Chatting?

Ilustrasi anak memakai gadget dan aplikasi chatting
Share

digitalMamaID – Belakangan ini, media sosial dihebohkan dengan viralnya kasus anak perempuan yang dilecehkan via aplikasi chatting WhatsApp. Sebelumnya, si anak kenal dengan pelaku dari sebuah game online. Belum mereda berita tersebut, kembali muncul berita yang tak kalah mengejutkan. Sepasang anak berusia 7 dan 9 tahun kedapatan melakukan perbuatan tidak pantas di sebuah kuburan di Makassar. Si anak mengaku baru menonton film dewasa di handphone. Mengerikan, ya? Lalu, kapan sebaiknya orangtua mulai mengenalkan anak pada gadget dan aplikasi chatting?

Di era digital ini, perkembangan teknologi terjadi begitu pesat. Termasuk salah satunya penggunaan gadget dan aplikasi yang menyertainya. Menurut Psikolog Anak Yulia Eka Sari Maria Goretti, S.Psi., M.Psi., saat ini penggunaan gadget tetap diperlukan, walaupun seperti dua mata pisau. Berbagai aspek di kehidupan, contohnya bidang pendidikan, juga turut beradaptasi dengan memanfaatkan gadget sebagai salah satu media pembelajaran dan alat untuk mengerjakan tugas.

Kapan anak boleh mulai pakai gadget sendiri?

Yulia mengatakan, secara teori, tidak ada batasan usia ideal anak diberikan gadget. “Namun, kalau bicara tentang usia perkembangan, anak sebelum 12 tahun belum stabil secara emosi dan tanggung jawab. Mereka belum bisa memilah mana yang baik dan buruk,” katanya saat diwawancara melalui WhatsApp, Rabu, 1 Mei 2024.

Jadi, Mama tidak perlu buru-buru memberi gadget pada anak. Sebenarnya, gadget belum perlu diberikan secara khusus ke anak. Penggunaannya hanya diperlukan untuk tugas sekolah dengan pengawasan dan akses dari orangtua.

Dampak negatif penggunaan gadget

Di balik perkembangan dan manfaat positif penggunaan gadget, ada juga dampak negatif yang menyertainya, yaitu:

  1. Motivasi belajar turun
  2. Anak tidak mau melakukan kegiatan lain atau gerak motoriknya
  3. Hilang minat dan motivasi melakukan kegiatan yang sebenarnya diperlukan untuk stimulasi perkembangannya
  4. Mempengaruhi stabilitas emosi anak. Anak bisa menjadi impulsif, tidak bisa menunggu, dan bahkan menjadi agresif

Kapan anak bisa mulai memakai aplikasi chatting?

Masih menurut Yulia, anak di bawah 12 tahun belum perlu dikenalkan secara khusus dengan aplikasi  percakapan atau chatting. Kalaupun ada hal penting yang mengharuskan anak mengenal dan menggunakan chatting, misalnya untuk tugas sekolah, maka anak harus tetap menggunakan akun orangtua.

Selain karena emosi dan tanggung jawab yang belum stabil, anak di bawah 12 tahun tetap berada dalam kontrol penuh dari orang tua. Namun, bukan berarti anak di atas 12 tahun sudah lebih bebas dan tidak dalam kontrol orangtua. Penggunaan gadget anak remaja juga masih tetap pada pengawasan orangtua.

Dikutip dari Cris Rowan dari American Academy Pediatrics ada batasan penggunaan gadget dan TV berdasarkan kelompok usia sebagai berikut:

Peran orangtua dalam penggunaan gadget pada anak

Jika anak sudah mengenal gadget dan berbagai aplikasinya, maka orangtua berperan penting dalam mengontrol penggunaannya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar gadget tidak disalahgunakan oleh anak menjadi hal yang negatif, di antaranya:

1. Terbuka dan komunikasi dengan anak

Beri penjelasan dan pengertian kepada anak untuk menggunakan gadget sesuai keperluan saja. Sampaikan juga orangtua akan tetap mengawasi dan mengontrolnya.

2. Beri batasan dan aturan jelas

Orangtua perlu memberi aturan dan batasan jelas untuk anak. Misalnya tentang jadwal penggunaan, durasi, dan aplikasi yang boleh diakses oleh anak.

3. Gunakan aplikasi parental control

Parental control adalah aplikasi yang bisa diunduh dan digunakan oleh orangtua untuk mengontrol penggunaan gadget anak. Misalnya durasi waktu, memblokir situs, dan membatasi aplikasi tertentu. Hal ini membantu agar anak tidak membuka situs dan aplikasi yang tidak sesuai dengan usianya.

4. Mendampingi anak saat menggunakan gadget

Pastikan orangtua mendampingi sambil memantau aplikasi dan situs apa yang sedang diakses oleh anak. Orangtua sekaligus bisa mengobrol dengan anak mengenai hal baik dan buruk dari gadget atau membicarakan hal-hal lainnya. Ini menjadikan bonding antara orangtua dan anak menjadi lebih dekat.

Di era digital ini, anak pun perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Mama boleh mengenalkan gadget dan aplikasi chatting kepada anak. Pastikan Mama punya aturan yang tegas untuk keperluan keperluan apa, sesuai batasan usia, dan tentu saja harus dengan pengawasan dari orang tua. Jadi, gunakan gadget sesuai aturan, ya. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *