Mama Mingle Fest Vol 3: Act Now, Saatnya Ibu Sadar Krisis Iklim!

Share

digitalMamaID — Peran ibu menjaga bumi bisa dimulai dari rumah sendiri. Sebagaimana merawat keluarga dan diri sendiri, Mama bisa berkontribusi untuk kelestarian lingkungan. Keputusan dan tindakan Mama bisa membangun kesadaran di tengah kriris iklim ini. Inilah yang menjadi pesan utama dalam Mama Mingle Fest Vol 3: Act Now!

Tahun ini digitalMamaID mengajak para ibu, juga perempuan pada umumnya, untuk lebih sadar pada bumi yang kian terancam. Krisis iklim, ternyata bukan isu yang jauh. Dia hadir mulai dari meja makan sampai sampah dan penggunaan energi.

Berkolaborasi dengan NuArt Family Art Month, kegiatan tahunan ini menjadi rangakaian Family Art Month 2026. Berkolaborasi dengan Plastavfall Solution dan Minimalist Moms Indonesia, berbagai kegiatan didedikasikan untuk ibu, anak, juga seluruh keluarga di NuArt Sculpture Park, Sabtu, 25 Juli 2026. Acara ini dikemas dengan semangat minim sampah. Setiap pengunjung bisa mengakses kegiatan ini dengan membawa sampah terpilah yang dikelola oleh Plastavfall Solution. Semua sampah yang dihasilkan pada kegiatan ini juga dikelola secara bertanggung jawab dengan bantuan layanan waste management dari Plastavfall.

Selama kegiatan ini terkumpul 51,6 kg sampah. Sampah tersebut terdiri dari plastik, kertas, kaca, logam, organik, dan residu.

Ibu beraksi untuk bumi

Pada Mama Mingle Fest Vol 3 ini, digitalMamaID mengajak ibu yang aktif sebagai kreator konten untuk menyebarkan virus sadar iklim. Lewat workshop “Co-Creation Day Creators for Climate“, sepuluh ibu konten kreator berbagai niche belajar lebih dalam soal isu krisis iklim. Mereka kemudian menggali ide membuat konten dengan bahasa sederhana dan tidak menghakimi. Tujuannya, agar semakin banyak ibu yang sadar akan krisis iklim dan dampaknya bagi keluarga. Dipandu oleh science communicator Hera Diani, para ibu ini berkumpul, belajar, dan menciptakan karya yang lebih sadar iklim.

Co-Creation Day Creators for Climate pada Mama Mingle Fest Vol. 3 di NuArt Sculpture Park, Bandung, Sabtu, 25 Juli 2025. (Dok. digitalMamaID)
Co-Creation Day Creators for Climate pada Mama Mingle Fest Vol. 3 di NuArt Sculpture Park, Bandung, Sabtu, 25 Juli 2025. (Dok. digitalMamaID)

Masyarakat umum juga bisa belajar soal iklim melalui talkshow bertajuk “Bumi Terdesak, Saatnya Ibu Bertindak”. Hadir tiga nara sumber yaitu Nur Afif Aulia Co-founder dan CEO Jaga Bumi Nusantara, Rahma Maryama seorang certified financial planner yang juga peserta #creatorsforclimate, dan Bea Bethari selaku Co-founder Plastavall Solution. Perbincangan ketiganya membangun kesadaran kaum ibu untuk punya peran dalam bertindak lebih sadar akan krisis iklim yang saat ini tengah terjadi.

Talkshow "Bumi Terdesak, Saatnya Ibu Bertindak" pada Mama Mingle Fest Vol. 3 di NuArt Sculpture Park, Bandung, Sabtu, 25 Juli 2025. (Dok. digitalMamaID)
Talkshow “Bumi Terdesak, Saatnya Ibu Bertindak” pada Mama Mingle Fest Vol. 3 di NuArt Sculpture Park, Bandung, Sabtu, 25 Juli 2025. (Dok. digitalMamaID)

Berbagi pengetahuan literasi digital

Mama Mingle Fest Vol 3 juga jadi ajang untuk penguatan isu pilar digitalMamaID. Tahun ini digelar talkshow bertema “Beban Pengasuhan Era Digital: Orangtua Bukan Polisi Online”. Diselenggarakan di Amphitheater, ruang terbuka di tengah rindangnya pepohonan NuArt Sculpture Park, menghadirkan Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Mediodecci Lustarini. Para ibu mendengarkan penjelasan detail tentang PP Tunas (Peraturan Pemerintah Tunggu Anak Siap). Hadir pula “budhe online” Halimah, influencer parenting yang menjadi role model pengasuhan ibu masa kini.

Talkshow "Beban Pengasuhan Era Digital: Orangtua Bukan Polisi Online"pada Mama Mingle Fest Vol. 3 di NuArt Sculpture Park, Bandung, Sabtu, 25 Juli 2025. (Dok. digitalMamaID)
Talkshow “Beban Pengasuhan Era Digital: Orangtua Bukan Polisi Online”pada Mama Mingle Fest Vol. 3 di NuArt Sculpture Park, Bandung, Sabtu, 25 Juli 2025. (Dok. digitalMamaID)

Makin lengkap dengan kehadiran psikolog Nahda Kurnia dan Annisa Fitria dari Neurodevelopmental Behavioral Pediatric Center Bandung. Keduanya meluncurkan buku Jurnal Diriku sebagai panduan anak dan remaja untuk mengenal dirinya sendiri.

Keterampilan ibu diasah lagi lewat workshop “Ibu Melek Digital: Klik Cermat, Keluarga Selamat” yang difasilitatori oleh Adi Marsiela dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia. Workshop ini memperkuat para ibu untuk lebih melek digital agar mampu menyelamatkan diri dan keluarganya di tengah beragamnya kasus penipuan dan hoax di ranah dunia maya.

Menambah wawasan, membanggun kesadaran

Mama Mingle Fest tak lengkap tanpa kehadiran Pasar Tukar sebuah inisiatif Minimalist Moms Indonesia. Peserta bisa membawa barang yang tak terpakai untuk ditukar dengan barang lain. Selain memperpanjang umur barang, langkah ini aksi penting menjaga lingkungan.

Pasar Tukar pada Mama Mingle Fest Vol. 3 di NuArt Sculpture Park, Bandung, Sabtu, 25 Juli 2025. (Dok. digitalMamaID)
Pasar Tukar pada Mama Mingle Fest Vol. 3 di NuArt Sculpture Park, Bandung, Sabtu, 25 Juli 2025. (Dok. digitalMamaID)

Tahun ini, digitalMamaID menggandeng Plastavfall menggelar “Backyard and Fest”. Hadir sederet UMKM dan juga booth praktisi ramah lingkungan seperti MagooHub, MIU (Minum Isi Ulang), Toko Nol Sampah.

Backyard and Fest pada Mama Mingle Fest Vol. 3 di NuArt Sculpture Park, Bandung, Sabtu, 25 Juli 2025. (Dok. digitalMamaID)
Backyard and Fest pada Mama Mingle Fest Vol. 3 di NuArt Sculpture Park, Bandung, Sabtu, 25 Juli 2025. (Dok. digitalMamaID)

Aktivitas anak tahun ini dimeriahkan oleh berbagai kegiatan yang digelar oleh Family Art Month 2026. Antara lain L’Heure du Conte, Waktunya Dongeng yang diselenggarakan Institut Francais d’Indonesie dan Bengkimut, aktivitas seni yang dihadirkan oleh Lokus Foundation, dan lainnya.

L'Heure du Conte, Waktunya Dongeng yang diselenggarakan Institut Francais d'Indonesie dan Bengkimut. (Dok. digitalMamaID)
L’Heure du Conte, Waktunya Dongeng yang diselenggarakan Institut Francais d’Indonesie dan Bengkimut. (Dok. digitalMamaID)

Hingga acara rampung di sore hari, banyak peserta yang menikmati waktu senggangnya di taman karya seni ini. Sebagian juga terlihat membawa botol minum masing-masing yang airnya bisa direfill dengan mudah.

Pengunjung menikmati acara yang menyenangkan dan mendapatkan pengetahuan baru soal aksi iklim. “Semoga mama-mama bisa membawa pulang wawasan akan kesadaran dan kebijaksanaan dalam menyikapi krisis iklim dan juga pengasuhan yang semakin menantang di era digital,” kata Editor in Chief digitalMamaID Catur Ratna Wulandari.

Sampai jumpa di Mama Mingle Fest selanjutnya! [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

ORDER MERCHANDISE