Kenali Sistem Rating Film di Indonesia, Tonton Sesuai Umur!

Ilustrasi sistem rating film di Indonesia/Foto: FG Trade Latin/Getty Images Signature
Share

digitalMamaID – Stop ajak anak nonton film yang tidak sesuai usianya! Kenali sistem rating film di Indonesia untuk memastikan film yang ditonton sesuai dengan umur.

Sampai saat ini, masih banyak anak-anak yang diajak orang dewasa menonton film yang tidak sesuai usianya. Padahal sudah jelas tercantum rating usia film tersebut.

Di Indonesia, lembaga yag berwenangan memberi rating pada film yang beredar di Indonesia ialah Lembaga Sensor Film (LSF). Pemerintah telah membuat klasifikasi usia penonton film yang dibuat berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman Pasal 7 dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2019 Pasal 17.

Klasifikasi usia penonton

Berdasar landasan hukum tersebut, dibuatlah klasifikasi usia penonton, yaitu:

Semua Umur (SU)

tayangan yang bisa ditonton oleh penonton semua usia. Mama bisa ajak anak nonton tayangan dengan rating SU.

Usia 13 tahun atau lebih (R13)

Tayangan ini hanya boleh ditonton oleh mereka yang sudah berusia sedikitnya 13 tahun. Biasanya tayangan dengan label R13 ini mengandung nilai pendidikan, budi pekerti, dan berisi tema, judul, adegan visual serta dialog yang tidak menampilkan adegan berbahaya, termasuk pergaulan bebas.

Usia 17 tahun atau lebih (D17)

Tayangan ini  hanya boleh ditonton oleh penonton yang sudah berusia 17 tahun.  Biasanya tayangan label D17 ini mengandung tema, judul, adegan visual, dan dialog yang mengandung seksualitas. Namun, masih ditampilkan secara proporsional dan edukatif. Mengandung adegan kekerasan, tapi tidak menampilkan sadisme.

Usia 21 tahun atau lebih (D21)

Tayangan ini hanya boleh ditonton oleh orang dewasa yang sedikitnya berusia 21 tahun. Film dengan rating D21 mengandung judul, tema, adegan visual, serta dialog yang ditujukan untuk orang dewasa.

Infografis sistem rating film di Indonesia/digitalMamaID
Infografis sistem rating film di Indonesia/digitalMamaID

Gerakan Sensor Mandiri 

Digitalisasi yang telah merambah layanan hiburan, saat ini telah terjadi pergeseran perilaku masyarakat dalam menikmati film. Dulu kita hanya menyaksikan film di bioskop atau menunggu ditayangkan di televisi. Nah, sekarang kita bisa menikmati film kapan saja, di mana saja, bahkan cukup dari ponsel saja!

Kondisi ini memerlukan kesadaran masyarakat untuk bisa memilih tontonan sesuai dengan usia. LSF sendiri membuat program Gerakan Budaya Sensor Mandiri, sebuag gerakan edukatif yang membantu masyarakat menciptakan tontonan yang lebih aman dan sehat bagi semua usia.

Saat ini banyak terjadi perubahan tren perilaku masyarakat dalam menikmati tontotnan dengan layanan Over The Top (OTT). Konsumen diharapkan mulai membangun serta menanamkan kesadaran kolektif agar secara mandiri dapat memilah dan memilih tontonan yang sesuai dengan klasifikasi usia,” kata Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin seperti dikutip dari akun Instagram resmi  @lsf_ri.

Ciptakan ruang digital yang aman untuk anak

Mama perlu membiasakan diri memeriksa rating usia sebelum memberikan tontonan pada anak. Jika Mama menggunakan platform OTT seperti Netflix, Disney Plus, Prime, atau lainnya, Mama bisa melakukan beberapa hal ini:

1. Cek maturity rating

Biasakan melihat rating usia di setiap tontonan sebelum mengizinkan anak menontonnya. Di Netflix misalnya, rating usia tertulis di bawah judul, misalnya 7+, 10+, dll.

2. Akses dari akun anak

Anak hanya bisa mengakses OTT dari akun anak. Menonton dari akun anak ini penting untuk memastikan hanya tayangan yang sesuai usia saja yang bisa  yang bisa diakses oleh anak. Mama bisa membatasi maturaty rating yang diperbolehkan dan bisa memblokir konten-konten tertentu.

3. Berbagi informasi lewat Screen Score

Setiap platform OTT atau nonton online bisa menerapkan rating usia yang berbeda. Ini bisa membingungkan kita sebagai orangtua yang ingin menciptakan ruang digital yang aman untuk anak. Kita bisa mengakses Screen Score untuk mengetahui review orangtua terkait konten digital anak. Di layanan berbasis web itu, Mama bisa melihat ulasan orangtua terkait film, serial, aplikasi, juga game. Mama juga bisa membuat ulasan pada tayangan anak yang sudah Mama tonton, lho!

Memahami sistem rating film di Indonesia menjadi langkah awal yang bisa kita lakukan untuk melindungi anak-anak dari tontonan yang tidak sesuai. Bersama-sama, kita bisa mewujudkan ruang digital yang aman untuk anak-anak![*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bingung cari konten yang aman untuk anak?
 
Dapatkan rekomendasi menarik dan berikan pendapatmu di Screen Score!
Ilustrasi melatih anak bicara/Bukbis Ismet Candra Bey/digitalMamaID