Cerita Pendek, Legenda Asal Usul Banyuwangi

Image by Almeida from Pixabay
Share

digitalMamaID – Banyuwangi merupakan sebuah kecamatan sekaligus ibu kota di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. 

Pesona wisata alam Banyuwangi bisa menjadi pilihan bagi Mama untuk mengajak buah hati “travelling” mengenal alam. Salah satu wisata yang dikenal di Banyuwangi yakni Taman Nasional Baluran.

Di sana, kita bisa merasakan nuansa hidup di savana atau padang rumput. Terlepas dari itu, nama Banyuwangi sendiri memiliki sejarah asal usulnya.

Sejarah asal usul Banyuwangi tak lepas dari legenda Sri Tanjung. Konon, dahulu kala, wilayah ujung timur Pulau Jawa ini dipimpin raja bernama Prabu Sulahkromo.

ilustrasi banyuwangi
ilustrasi banyuwangi

Berdasarkan informasi dari situs pemerintah Kabupaten Banyuwangi, dalam menjalankan pemerintahannya, Prabu Sulahkromo dibantu oleh seorang patih yang gagah berani, arif, tampan bernama Patih Sidopekso.

Istri Patih Sidopekso yang bernama Sri Tanjung sangatlah elok parasnya, halus budi bahasanya, sehingga membuat sang Raja tergila- gila padanya.

Untuk mendapatkan Sri Tanjung, sang raja menjalankan akal bulusnya. Ia memerintah Patih Sidopekso untuk menjalankan tugas yang tidak mungkin bisa dicapai oleh manusia biasa.

Kendati demikian, Sang Patih menjalankan titah Raja tanpa curiga. Namun, saat Sang Patih pergi, Raja merayu Sri Tanjung dan memfitnahnya.

Meski difitnah, Sri Tanjung tetap teguh pendirian. Sebagai istri yang selalu mendoakan suaminya, ia menolak Sang Raja.

Sikapnya ini membuat Raja Prabu marah. Hingga akhirnya Patih Sidopekso kembali dari misi tugasnya.

Sang Patih lantas menghadap Sang Raja. Saat itu, Raja kembali memfitnah dengan mengatakan kepada Patih bahwa Sri Tanjung mendatanginya dan merayunya ketika Sang Patih pergi.

Tanpa berpikir panjang, Patih Sidopekso langsung menemui Sri Tanjung dengan penuh kemarahan dan tuduhan yang tidak beralasan.

Image by <a href="https://pixabay.com/users/aalmeidah-4277022/?utm_source=link-attribution&utm_medium=referral&utm_campaign=image&utm_content=4868184">Almeida</a> from <a href="https://pixabay.com//?utm_source=link-attribution&utm_medium=referral&utm_campaign=image&utm_content=4868184">Pixabay</a>
ilustrasi sungai/pixabay

Pengakuan Sri Tanjung yang jujur justru membuat suaminya itu semakin marah. Hingga akhirnya, Sri Tanjung dibawa ke tepi sungai yang keruh.

Sang Patih ingin menenggelamkannya ke sungai itu. Namun, sebelum itu, Sri Tanjung menyampaikan permintaan terakhir kepada suaminya tersebut.

Ia mengatakan, sebagai bukti kejujuran, kesucian, dan kesetiannya, ia rela ditenggelamkan.

Hanya saja, apabila air sungai menjadi berbau busuk setelah itu maka ia telah berbohong. Namun, jika sungai berubah menjadi harum, maka ia terbukti tidak bersalah.

Patih Sidopekso tidak lagi mampu menahan diri dan mendorong Sri Tanjung. Namun, keajaiban terjadi. Sungai yang mulanya keruh itu bersangsur-angsur menjadi jernih dan menyebarkan wangi harum.

Patih Sidopekso terhuyung-huyung, jatuh, hingga menjadi linglung. Tanpa ia sadari, ia menjerit “Banyu…wangi…banyu…wangi,” hingga akhirnya menciptakan nama daerah Banyuwangi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bingung cari konten yang aman untuk anak?
 
Dapatkan rekomendasi menarik dan berikan pendapatmu di Screen Score!
Ilustrasi melatih anak bicara/Bukbis Ismet Candra Bey/digitalMamaID