5 Tips Minim Stres Mendampingi Anak Menghadapi Ujian

Ilustrasi mendampingi anak menghadapi ujian. Foto: Natee Meepian/Canva
Share

digitalMamaID Sebelum keriaan tahun ajaran baru tiba, anak-anak harus melewati masa ujian akhir semester. Pastinya Mama akan menjadi orang yang paling stres mendampingi anak belajar kan? Mama bisa mempraktikkan beberapa cara ini saat mendampingi anak menghadapi ujian!

Ada lima tips agar Mama terbebas dari stres saat mendampingi anak menghadapi ujian:

1. Turunkan Ekspektasi

Pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna begitu pula dengan anak. Beberapa orangtua mudah terpancing emosinya ketika mendampingi anak belajar. Orangtua memiliki ekspektasi bahwa anak langsung mengerti dan memahami materi pelajaran. Sehingga jika anak tidak mengerti, artinya selama ini anak tidak mengikuti pelajaran dengan baik di sekolah.

Oleh karena itu, penting untuk menurunkan ekspektasi agar anak dapat belajar dengan nyaman. Ketika  anak terus dimarahi karena tidak kunjung mengerti, justru harga diri anaklah yang akan terluka.

2. Buat Ringkasan Materi

Biasanya guru akan memberikan kisi-kisi yang akan muncul dalam ujian sekolah. Mama bisa membuat ringkasan materi yang akan dipelajari. Penting untuk Mama memahami materi pelajaran sebelum mengajarkan kepada anak. Dengan memahami dan menguasai materi pembelajaran, Mama dapat mengajarkan anak dengan bahasa yang lebih sederhana sehingga  anak dapat lebih cepat mengerti.

3. Kenali gaya belajar anak

Dengan mengetahui gaya belajar anak, tentunya mendampingi anak belajar akan lebih menghemat waktu dan hasil belajar pun menjadi lebih maksimal. Melansir dari Halodoc ada tujuh jenis gaya belajar yang dimiliki oleh anak:

  • Gaya belajar visual

Anak yang menyukai model pembelajaran visual  memiliki kemampuan memproses informasi dengan baik jika melihat gambar.

  • Gaya belajar auditori

Gaya belajar auditori akan sangat berhasil ketika anak mendengarkan.

  • Gaya belajar kinestetik

Cara ini sangat cocok untuk anak yang aktif, suka bergerak, dan menyukai pengalaman langsung daripada duduk terdiam dan mendengarkan dengan tenang.

  • Gaya belajar verbal (linguistik)

Gaya belajar verbal adalah pembelajaran dengan kata-kata, baik lisan maupun tulisan.

  • Gaya belajar logis (matematika)

Cara ini berkembang ketika materi didukung oleh penalaran logis. Anak memproses informasi paling baik ketika pembelajaran melibatkan sistem, urutan, atau fakta.

  • Gaya belajar sosial

Gaya belajar sosial dilakukan dengan melibatkan banyak orang atau belajar berkelompok bersama teman. Gaya belajar ini dapat dilakukan ketika anak sudah lebih besar.

  • Gaya belajar soliter

Anak yang lebih memilih belajar sendiri mungkin menyukai gaya belajar soliter. Anak merasa belajar lebih baik ketika memiliki ruang sendiri yang tenang untuk mengerjakan tugas atau materi.

Mama bisa mulai menggali gaya belajar yang dimiliki anak dengan melihat aktivitas kesehariannya. Setelah memahami hal tersebut, akan mudah untuk menentukan metode dan media pembelajaran  yang cocok untuk anak.

4. Buat jadwal fleksibel untuk belajar

Belajar tidak selalu harus terpaku dengan belajar berjam-jam dengan hanya membaca dan mengerjakan soal. Psikolog Anastasia Satrio M.Psi melalui kanal instagramnya berkata ketika anak punya fleksibilitas dalam belajar, potensinya akan tumbuh dengan lebih subur.

Dengan menerapkan fleksibilitas dalam belajar, anak akan menjadi lebih nyaman. Sehingga anak akan menjadi lebih produktif tapi tidak diiringi dengan perasaan stres ataupun malas ketika tiba waktunya untuk belajar.

Untuk meningkatkan produktivitas anak, Mama bisa mencoba teknik pomodoro.  Teknik pomodoro adalah metode manajemen waktu yang dirancang untuk meningkatkan fokus dan produktivitas.

Caranya dengan menerapkan sistem  timer dan waktu istirahat untuk anak. Mama bisa menerapkan waktu  25 menit belajar dan 10 menit istirahat selama 1 jam untuk setiap materi pelajaran.

Misalnya saja anak dengan gaya belajar auditori besok akan ujian matematika. Solusinya, Mama mengajarkan anak selama 25 menit menggunakan teknik story telling. Setelah waktu 25 menit awal berlalu, stop semua pembelajaran yang dilakukan Lakukan rehat selama 10 menit. Selama jeda 10 menit biarkan anak melakukan kegiatan lain seperti menggambar ataupun bermain bersama.

Mulai kembali selama 25 menit dengan memberikan latihan soal untuk meninjau sejauh mana pemahaman anak. Cobalah untuk fleksibel terhadap waktu sesuai dengan ritme yang Mama dan anak miliki.

5. Manfaatkan teknologi untuk mendukung proses belajar anak

Di era digital ini sudah banyak platform berbayar maupun gratis yang menunjang edukasi anak. Mama bisa mencoba memanfaatkan platform tersebut untuk mendukung proses belajar anak sehingga kegiatan belajar menjadi menyenangkan. Salah satu media yang bisa dicoba adalah Khan Academy (platform gratis pembelajaran), Buku Aku (aplikasi literasi anak), Canva (terdapat berbagai materi pembelajaran), YouTube Kids dan banyak lagi.

Selain itu, Mama bisa mencoba memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) ketika menemukan kesulitan dalam menyelesaikan latihan soal. Pada beberapa latihan soal ada yang membutuhkan penalaran dan analisa untuk menjawabnya.

Semoga dengan tips ini Mama bisa terhidar dari stres saat mendampingi anak menghadapi ujian. Tips mana saja yang sudah Mama terapkan? [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *