Support System untuk Perempuan Itu Penting!

Support system untuk perempuan
Share

digitalMamaIDSupport system atau sistem dukung menjadi faktor penting keberhasilan seseorang mencapai tujuannya. Sayangnya, selama ini support system banyak dibangun untuk laki-laki. Padahal, support system untuk perempuan juga sangat diperlukan.

Pemerhati isu perempuan sekaligus Co-Founder Opt.She Nara Masita  mengatakan, budaya yang berlaku dominan di masyarakat selama ini, perempuan dilihat hanya sebagai pendukung. Perempuan tidak ditempatkan sebagai pelaku utama yang sebenarnya juga perlu didukung.

“Apapun peran yang dilakukan oleh perempuan tetap dia perlu didukung, kebutuhannya, keinginannya, hak-haknya. Jadi misal dia mau berkarir di luar rumah atau di dalam rumah sebagai ibu rumah tangga dan menempatkan dirinya jadi pendukung suami saja, tetap dia butuh sistem dukung terhadap dirinya sebagai individu manusia,” kata Nara saat menjadi narasumber di #digitalMamaTALK edisi Sabtu, 21 Oktober 2023 melalui Instagram Live.

Menurut Nara, sistem dukung paling kuat bagi perempuan adalah orangtua. Seorang perempuan bisa menjadi perempuan hebat adalah karena dibesarkan oleh orangtua yang hebat. Sebelum menikah, orangtua menanamkan nilai-nilai positif. Orangtua pula yang mengutamakan pendidikan, mendorong anaknya maju, mendorong mimpi-mimpi anaknya tanpa memandang gender.

Setelah menikah, suami diharapkan jadi support system untuk perempuan yang paling kuat. Bukan hanya sekadar memberi izin bekerja, tetapi juga ikut membantu urusan domestik. “Menjadi sistem dukung bagi pasangan bukan berarti berkorban, bukan mengalah untuk kalah, tetapi seyogyanya masing-masing pihak memiliki kesadaran bahwa harus saling menghormati, saling bergantian, tidak harus sama tapi saling mengisi, peran berbeda tapi saling mendukung,” jelas Nara.

Semua orang perlu support system

Pada kesempatan itu, Nara juga berbagi pengalaman saat ia ditugaskan sebagai diplomat Indonesia di Swiss, suaminya bersedia ikut pindah dan menunda karirnya. Bukan berarti suaminya mengorbankan karirnya. Akan tetapi, keduanya sepakat pada saat itu, suaminya bersedia mendukung penuh karir istri. Di lain kesempatan, situasinya bisa berganti. Giliran istri mendukung penuh suami. “Dalam rumah tangga itu tidak selalu 50-50,” ujarnya.

Co-Founder Opt.She yang juga menggeluti dunia manajemen artis Cecille Christoper merasakan betul perlunya support system bagi perempuan. Pada suatu ketika, ia harus pergi bekerja bersama suami. Padahal, di waktu yang bersamaan anaknya harus sekolah. Saat pekerjaan tak bisa ditinggal, ia harus mencari seseorang yang bisa dipercaya untuk menemani anaknya ke sekolah. Beruntung ia memiliki orangtua yang bisa diminta bantuan.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by digitalMamaID (@digitalmamaid)

Apa yang dialami Cecille tampaknya dialami oleh banyak perempuan Indonesia. Support system yang dimiliki setiap perempuan bisa berbeda. Dengan berbagai keterbatasan itu, perempuan tetap berusaha menjalani perannya sebaik mungkin.

Ia mengatakan, sekuat apapun seorang manusia baik perempuan atau laki-laki, tidak mungkin tidak memiliki sistem dukung. Manusia sudah terlalu penuh untuk menanggung segala sesuatunya sendiri. Oleh karena itu support system penting dimiliki oleh semua orang, baik laki-laki maupun perempuan.

“Manusia paling introver sekalipun tetap butuh koneksi dengan orang lain. Jika tidak ada koneksi sama sekali justru tidak sehat secara mental,” katanya.

Pilihan perempuan itu valid

Semestinya, perempuan memiliki pilihan dan berhak menentukan yang terbaik bagi dirinya. Sayangnya, seringkali perempuan diposisikan tidak punya pilihan. Bahkan setelah memilih pun, porang-orang bisa memperdebatkan pilihannya.

Situasi ini yang mendorong Nara dan Cecille mendiringan Opt.She. Sebuah wadah bagi perempuan untuk mendapat keteguhan bahwa perempuan punya pilihan. “Pilihan perempuan itu valid demi kebaikan dirianya sendiri,” katanya.

Cecille menambahkan, pada banyak fase hidup, pilihan perempuan justru sering diperdebatkan. Mulai dari soal persalinan normal versus caesar, ASI dan susu formula, bahkan soal pilihan karir perempuan juga bisa diperdebatkan. “Setiap perempuan di Indonesia bahkan di dunia punya alasan untuk memilih,” ujarnya.

Membangun support system yang kuat bagi perempuan harus terus diupayakan. Setidaknya, perempuan bisa menjadi support system untuk perempuan lainnya. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *