Modus Penipuan Kurir Paket, Bisa Kuras Saldo di Rekening

Ilustrasi modus penipuan kurir paket

digitalMamaID – Modus baru nih, Mama! Jangan sampai terkecoh jika menerima pesan WhatsApp mengaku sebagai kurir yang akan mengantar paket. Modus penipuan kurir paket ini bisa menguras saldo di rekening. Kok bisa begitu?

Viral di media sosial tentang modus penipuan kurir paket yang dilakukan lewat WhatsApp. Pelaku mengirimkan pesan lewat WhatsApp yang menginformasikan akan mengirimkan paket ke rumah. Pelaku mengirim sebuah file berjudul LIHAT Foto Paket. File tersebut berupa APK yang menunjukkan aplikasi. Jika target mengklik file tersebut ia tidak akan mendapati gambar paket, melainkan permintaan untuk menginstal sebuah aplikasi.

Lalu bagaimana sampai aplikasi tersebut bisa menggondol uang di rekening korbannya? Hal ini dijelaskan oleh Nikko Enggaliano, seorang programmer yang menjelaskan rinci tentang modus penipuan ini. Penjelasan teknis secara lengkap bisa dibaca di website pribadi Nikko Enggaliano.

Modus penipuan kurir paket
Modus penipuan kurir paket

Nikko menjelaskan, pesan yang dikirim lewat WhatsApp tersebut sengaja memancing target agar menginstal applikasi tersebut. Caranya dengan berpura-pura akan mengantar paket. Memang, sekarang belanja online sudah jadi aktivitas sehari-hari. Hampir setiap minggu ada saja paket yang datang hasil belanja online. Bagi yang sedang menunggu paket datang, pesan semacam ini tentu membuat penasaran. Bagi yang tidak belanja pun pesan ini mendorong orang untuk memastikan. Barang apa sih yang mau dikirim ini?

Pencurian data pribadi

Ternyata jika diklik, kita tidak akan mendapati foto barang atau paket yang akan dikirim. File tersebut merupakan aplikasi yang kalau dilihat dari tampilannya seperti digunakan untuk melacak resi paket JET. Akan tetapi, aplikasi ini meminta izin untuk bisa terima SMS, akses internet, dan mengirim SMS. “Jika hanya untuk pengecekan JET RESI, kenapa butuh permission SMS?” tulis Nikko.

Nikko menjelaskan, aplikasi ini bisa mengetahui SMS yang diterima oleh pengguna. Artinya, aplikasi ini melakukan pencurian data pribadi. Inilah yang menjadi pintu masuk dari kejahatan lainnya.

Pengguna bisa menerima OTP (one time password) untuk mengkases layanan perbankan. Atau yang lebih gawat lagi, pelaku bisa mengambil alih semua akun perbankan dengan login transfer. Hal itu bisa dilakukan karena pelaku mengetahui OTP yang dikirimkan kepada pengguna. Jika sudah begini, pelaku sudah mendapatkan kunci untuk mengakses layanan perbankan. Saldo di rekening bisa dikuras oleh pelaku.

Waspada, ingat hal-hal ini!

Ada beberapa hal yang bisa Mama lakukan agar tidak terjebak modus penipuan kurir paket maupun modus penipuan lainnya. Nikko memberi beberapa tips yang bisa kita lakukan.

  1. Jika menerima pesan lewat WhatsApp seperti modus penipuan kurir paket ini, yaitu berupa file APK, jangan dibuka. Abaikan dan langsung blokir pengirim.
  2. Jangan pernah memasang atau install aplikasi selain dari Playstore.
  3. Sebaiknya install aplikasi yang umum saja. Jika Mama memerlukan aplikasi tertentu, cari tahu dulu sebelum memasangnya. Cari tahu akses apa saja ayng diminta oleh aplikasi tersebut.

Era digital menciptakan ritme yang serba cepat, serba terburu-buru. Ini membuat kita sering tidak teliti. Jika tidak penting sekali, tak perlu buru-buru, Mama. Buatlah keputusan dengan hati dan pikiran yang jernih. Meski tampak remeh, satu klik yang keliru akan membawa kerugian yang besar. Hati-hati ya, Mama!

One thought on “Modus Penipuan Kurir Paket, Bisa Kuras Saldo di Rekening

  1. Pingback: Tiga Tantangan Literasi Digital 2023

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *