Modus Penipuan Perbankan Lewat WhatsApp, Jangan Terkecoh!

Ilustrasi modus penipuan perbankan

Modus penipuan perbankan marak terjadi lewat WhatsApp. Jangan sampai terkecoh ya, Mama! Ada beberapa tips yang bisa dipraktikkan.

Beberapa hari lalu, sebuah pesan masuk melalu aplikasi percakapan WhatsApp. Sebuah nomor tak dikenal mengirimkan sebuah dokumen dengan logo Bank Rakyat Indonesia (BRI). Isinya menginformasikan soal kenaikan biaya layanan transaksi online naik dari Rp 6.500 menjadi Rp 150.000. Jika tidak memberi konfirmasi maka dianggap setuju. Apakah Mama juga menerima pesan serupa ini?

Tangkapan layar modus penipuan perbankan
Tangkapan layar modus penipuan perbankan

Ternyata tidak hanya BRI, ada pula yang menerima pesan seperti itu mengatasnamakan Bank Central Asia (BCA). Isinya mirip, soal kenaikan biaya layanan transaksi menggunakan BCA mobile. Besarannya sama, dari Rp 6.500 menjadi Rp 150.000.

tangkapam layar modus penipuan perbankan
Tangkapam layar modus penipuan perbankan

Kalau hanya melihat logo yang tertera di gambar profil, penerima pesan bisa saja percaya pengirim adalah dari bank yang bersangkutan. Ada juga yang mengirimkan melalui akun WhatsApp Business agar terlihat kredibel.

Sebenarnya, modus penipuan perbankan yang berkedok kenaikan biaya layanan online ini sudah cukup lama digunakan. Hanya saja sebelumnya pelaku menggunakan sambungan telepon untuk melancarkan aksinya. Mereka mengaku dari pihak bank yang meminta persetujuan nasabah soal kenaikan biaya layanan. Nasabah yang tidak setuju seolah-olah akan diproses kemudian meminta beberapa data dan diminta untuk memberikan kode OTP. Padahal sesungguhnya semu atindakan itu untuk mengambil alih akun internet atau mobile banking kita.

Kini modus serupa masih saja dilakukan, hanya saja kini menggunakan WhatsApp sebagai media. Setelah itu pelaku akan mengirimkan link yang mengharuskan kita mengisi sejumlah dat apribadi. Ujung-ujungnya sama, mengambil alih akun kita. Jika terjebak dalam skenario pelaku, uang di rekening bisa digondol pelaku.

Tips menghindari penipuan perbankan

Baik BRI maupun BCA telah mengkonfirmasi bahwa pesan yang dikirim tersebut tidak benar. Berikut beberapa tips agar Mama tidak terjebak dengan penipuan:

  1. Selalu waspada saat menerima pesan baik lewat WhatsApp, email, SMS, maupun telepon.
  2. Sebaiknya tidak menerima telepon saat terburu-buru atau sedang dalam situasi yang tidak memungkinkan. Saat terburu-buru, kita cenderung ingin segera mengakhiri. Tidak jarang kita memberikan berbagai informasi termasuk PIN, OTP, maupun password hanya supaya cepat selesai.
  3. Jangan sembarangan mengklik tautan yang dikirim pihak-pihak yang mengatasnamakan lembaga tertentu. Jika sudah terlanjur, jangan masukkan informasi pribadi apapun.
  4. Hanya gunakan saluran resmi untuk berkomunikasi dengan perbankan. Cari tahu dulu saluran resmi yang digunakan oleh bank yang bersangkutan. Bank tidak akan menghubungi nasabah di luar saluran resmi.
  5. Jangan hanya melihat logo pada gambar profil, perhatikan pula nama akun WhatsApp yang digunakan. Abaikan jika dikirim dari nomor atau akun tidak resmi. Akun WhatsApp bank yang resmi ditandai dengan centang hijau di belakang nama akun (bukan nomor).

Jika Mama ingin mengetahui modus-modus penipuan lain di dunia maya, bisa baca selengkapnya di sini ya, Mama. Semoga tidak ada lagi yang menjadi korban penipuan semacam ini, ya!

One thought on “Modus Penipuan Perbankan Lewat WhatsApp, Jangan Terkecoh!

  1. Pingback: Modus Penipuan Kurir Paket, Bisa Kuras Saldo di Rekening

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *