Konten Prank Baim tentang KDRT, Mengkerdilkan Isu Penting!

Baim Wong dan Paula Verhoeven

Konten prank Baim tentang KDRT mendapat sorotan tajam. Selebriti yang kini juga menjadi Youtuber Baim Wong dan istrinya, Paula Verhoeven, dianggap tidak memiliki empati terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Tindakan penyanyi Lesti Kejora melaporkan suaminya Rizky Billar ke polisi atas KDRT menjadi pembicaraan netizen. KDRT menjadi trending topic di berbagai media sosial juga infotainment. Tampaknya, Baim dan istrinya tak ingin ketinggalan tren. Mereka membuat konten tentang KDRT. Praktik semacam ini lumrah dilakukan para content creator. Mereka membahas atau membuat konten yang terkait dengan trending topic saat itu. Istilahnya, riding the wave. Sayangnya, apa yang dilakukan Baim dan Paula membuat banyak orang marah.

Mereka membuat konten prank atau lelucon tentang KDRT. Konten tersebut sudah dihapus dari Youtube Baim Paula, tapi tentu saja netizen sudah banyak yang sempat mengabadikan konten tersebut. Mama tahu, kan? Jejak digital itu abadi.

Video tersebut diberi judul “BAIM KDRT, PAULA JALANI VISUM. Nonton sebelum video ini di takedown”. Kurang lebih video tersebut berisi Paula mendatangi kantor polisi. Ia mengatakan akan melaporkan KDRT. Saat akan ditindaklanjuti petugas, Baim muncul dan mengatakan polisi yang bertugas kena prank.

“(Dari judulnya saja) Niatnya sudah enggak baik. Dia tahu kontennya akan sangat sensitif. Orang akan banyak tidak sepakat, tapi tetap dia lakukan. Dia tahu itu salah. Apa yang lebih kurang aja dari itu?” kata Sekretaris Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Putri Aisyiyah Rahma Dewi saat dihubungi Rabu, 5 Oktober 2022.

Nirempati dan tidak bertanggung jawab

Ia mengatakan, apa yang dilakukan Baim dan Paula akan mengkerdilkan KDRT itu sendiri. Tanpa ada konten semacam itu, masyarakat masih permisif dengan KDRT. “Banyak yang beranggapan KDRT urusan domestik yang tidak perly dibawa ke ranah hukum. Ini nilai yang ada di masyarakat kita. Kalau ada tetangga bertengkar, orang bukannya melerai atau mencoba membantu, malah menghindar karena dianggap urusan domestik,” tuturnya.

Pada kasus KDRT yang benar-benar terjadi saja, masyarakat masih enggan lapor. Bahkan setelah lapor, pelapor harus menghadapi cibiran masyarakat. Tidak ada apresiasi korban KDRT yang berani untuk menuntaskan kasus ke jalur hukum. Terlihat jelas dari respon masyarakat yang tidak semua mendukung langkah Lesti. Tidak sedikit pula yang menyudutkan keputusannya melaporkan suaminya ke polisi. “Apalagi ini lapiran KDRT yang jadi bercandaan. Dari sisi konteks sosialnya, ini akan mengkerdilkan KDRT itu sendiri,” katanya.

Dari sisi korban, konten prank Baim tentang KDRT ini nirempati. “Bayangkan korban KDRT, ini jadi sebuah prank. Ini sangat menyakitkan,” ujar Dosen Ilmu Komunikasi UNESA ini.

Akun Youtube Baim Paula diikuti oleh hampir 20,8 juta orang. Baim dan Paula membuat konten yang tidak bertanggung jawab. Ada potensi konten serupa akan ditiru orang lain, bahkan memicu konten prank lainnya.

Hasil akumulasi

Saat ini perempuan dan korban KDRT lain justru perlu dorongan untuk berani melapor ke polisi, mendapatkan hasil pemeriksaan visum untuk selanjutnya bisa menyeret pelaku ke meja hijau.

Putri mengatakan, jika dilihat dari pola kasus KDRT, pelaporan ke polisi itu setelah akumulasi peristiwa. “Ketika menerima kekerasan pertama kali biasanya masih bingung. Korban perlu (waktu) memahami situasi. Masa sih terjadi sama aku, begitu pikirannya,” tutur Putri.

Selanjutnya, korban akan mencoba mencari pembenaran sehingga kejadian itu bisa menimpanya. Korban akan memikirkan banyak kemungkinan hal-hal apa saja yang membuat ia bisa menjadi korban. Ketika kekerasan terjadi lagi hingga batas toleransinya, korban akhirnya mau lapor ke polisi.

Apa yang bisa netizen lakukan?

Terkait konten prank Baim tentang KDRT ini, keduanya sudah minta maaf. Minta maaf kepada kepolisian juga kepada korban KDRT. “Dan juga pada korban-korban KDRT saya juga meminta maaf, saya tidak terpikir sekali ke arah sana. Sebodoh itu memang saya untuk melakukan hal kemarin,” katanya melalui video.

Sebenarnya bukan kali pertama konten Baim Paula memancing reaksi keras netizen. Sebelumnya, konten Baim Paula disebut mengeksploitasi kemiskinan. Tapi rupanya, kritik pedas netizen tidak membuatnya jera. Menurut Putri, biaya yang harus ia keluarkan untuk meminta maaf itu lebih kecil ketimbang pendapatan yang ia dapat dari konten. Tidak heran jika tidak ada yang berubah, kontennya masih problematik, dan masih banyak yang menonton.

Youtube sebenarnya sudah menyediakan cara bagi penggunanya yang keberatan dengan konten yang ada di Youtube. Pengguna bisa melaporkan konten video maupun channelnya.

Pengguna bisa memilih alasan melaporkan video tersebut antara lain karena konten seksual, kekerasan, berisi kebencian, bullying, aktivitas yang berbahaya, kekerasan anak, pelanggaran hak, mempromosikan terorisme, serta menyesatkan. Judul pada video Youtube juga bisa dilaporkan atas dasar konten seksual. kekerasan, berisi kebencian, aksi yang membahayakan, serta menyesatkan.

Akan tetapi, jika jumlah orang yang melapor tidak masif, hukuman untuk akun tersebut tidak bisa diharapkan bisa membuat jera. Putri mengatakan, jumlah netizen yang mau melaporkan akun yang dinilai melakukan pelanggaran tidak banyak. Hanya yang memiliki literasi digital yang memadai. Sayangnya, kelompok tersebut sering tidak menganggap isu yang melibatkan selebritas itu penting.

“Padahal isu yang dianggap kecil, yang remeh ini dikonsumsi masyarakat kita. Peran kelompok (dengan literasi yang baik) ini untuk mengawal isu ‘kecil’ ini diperlukan. Jangan merasa intelektualitas, kapabilitas, juga branding mereka akan turun ketika mencoba masuk ke isu selebritis karena budaya pop yang banal,” katanya.

Jika kelompok terliterasi tidak ambil bagian maka konten prank dan yang meresahkan lainnya akan terus dinikmati masyarakat. Saatnya semua ambil bagian!

One thought on “Konten Prank Baim tentang KDRT, Mengkerdilkan Isu Penting!

  1. Pingback: KDRT Bukan Masalah Privat: Teknologi Bisa Bantu Ciptakan Ruang Aman Bagi Korban

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *