Anak Kecanduan Gadget, Apa yang Bisa Dilakukan Orangtua?

Gambar anak menggunakan gadget

Anak kecanduan gadget merupakan problematika pengasuhan anak di era digital. Mama tentu cemas saat anak tidak mau lepas dari gadget. Emosi anak juga mulai intens saat diminta untuk meletakkan gadgetnya. Apa yang bisa dilakukan orangtua untuk mengatasi hal ini?

Perhatikan durasi dan cara penggunaan gadget

Anak menggunakan gadget
Ilustrasi anak menggunakan gadget/Pixabay/Oleksandr Pidvalnyi

Durasi penggunaan gadget sebaiknya disesuaikan dengan usia anak. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan, anak berusia di bawah 18 bulan sebaiknya menghindari media apapun selain untuk keperluan komunikasi, misalnya video call. Sedangkan untuk anak usia 18-24 tahun tidak disarankan untuk menggunakan gadget sendirian. Orangtua perlu memilihkan konten yang baik dan mendampinginya. Sedangkan pada anak usia 2-5 tahun, penggunaan gadget palong lama 1 jam sehari. Dampingi anak saat menggunakan gadget agar Mama bisa membantunya memahami konten yang mereka lihat.

Buat kesepakatan dengan anak

Ibu berbicara dengan anaknya
Ilustrasi ibu berbicara dengan anak/Getty Images/Yamasan

Kesepakatan dengan anak sebaiknya dibuat saat Mama pertama kali memberi akses sendiri pada anak menggunakan gadget. Namun tidak ada kata terlambat, bicarakan hal ini dengan anak. Terutama jika tanda-tanda anak kecanduan gadget sudah mulai muncul. Kesepakatan itu berisi kapan, dimana, dan untuk keperluan apa anak bisa menggunakan gadget. Kesepakatan itu bisa berupa lisan maupun tulisan, sesuaikan dengan gaya parenting Mama.

Pasang parental control

ilustrasi parental control
Ilustrasi parental control/Getty Images/Yamasan

Mama bisa menggunakan parental control untuk membantu memonitor dan membatasi penggunaan gadget, misalnya durasi penggunaan maupun konten apa saja yang bisa diakses anak. Penggunaan parental control ini lebih cocok untuk anak usia dini. Jika Mama menggunakan Android, bisa mencoba aplikasi parental control seperti Google Family Link, Kids Place, atau Kapersky Safe Kids. Tapi ingat ya Mama, parental control terbaik ialah komunikasi yang baik dengan anak. Bicarakan dan buat kesepakatan dengan anak.

Orangtua menjadi contoh untuk anak

orangtua membaca buku bersama anak
Ilustrasi orangtua membaca buku bersama anak/Getty Images/FatCamera

Bagaimana mungkin anak mau meletakkan gadgetnya, jika orangtua justru menunjukkan perilaku sebaliknya? Anak tidak akan memahami bahwa perilakunya menggunakan gadget bisa membahayakan dirinya. Apa yang salah dengan main handphone? Mama dan papa juga main handphone terus. Nah, lho! Anak adalah peniru ulung. Jika Mama ingin anak bisa mengatur waktu penggunaan gadget, maka orangtua harus terlebih dahulu memberi contoh.

Meminta bantuan profesional

ilustrasi orangtua menemui psikolog
Ilustrasi orangtua bertemu psikolog/Getty Images/Studioroman

Jika segala cara telah dicoba tetapi belum ada tanda-tanda perbaikan, jangan segan untuk meminta bantuan ahlinya. Mama bisa mengkonsultasikan hal ini kepada psikolog untuk mendapat bantuan yang tepat. Meminta bantuan bukan tanda orangtua yang gagal. Justru ini adalah langkah yang berani dan bertanggung jawab.

Anak kecanduan gadget bukanlah dampak teknologi yang kita harapkan. Anak-anak memang perlu menguasai teknologi, tetapi tak perlu terburu-buru. Hal itu bisa dilakukan sesuai dengan perkembangan kognitifnya sehingga ia tahu kapan harus meletakkan gadgetnya.

One thought on “Anak Kecanduan Gadget, Apa yang Bisa Dilakukan Orangtua?

  1. Pingback: Gadget Berlebihan pada Anak Ganggu Kesehatan Mental

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *