Ini Istilah dalam Emas yang Perlu Mama Ketahui

emas batangan

Mama sedang berinvestasi emas? Atau sedang berencana berinvestasi emas? Berinvestasi emas memang banyak dipilih terutama oleh kalangan perempuan karena kestabilan harganya.

Emas seringkali disebut sebagai safe haven atau aset yang diharapkan selalu stabil nilainya bagaimanapun gejolak dan situasi dunia.

Mungkin Mama ada yang masih ragu berinvestasi emas karena belum memahami beberapa istilah dalam emas? Berikut istilah-istilah yang biasa didengar saat membicarakan tentang emas:

1. Karat

Tingkat kemurnian emas perhiasan biasanya disebutkan dalam karat. Karena umumnya perhiasan emas dibuat dari campuran logam emas, perak, kuningan atau jenis logam lainnya untuk memperoleh penampakan warna dan kekuatan yang diinginkan. Emas murni sendiri memiliki tingkat kemurnian sebanyak 24k. Contoh lainnya adalah bila Mama mempunyai emas 22k, maka kandungan emasnya adalah 22/24 x 99,99%= 91,66% dan sisanya yang sebanyak 8,34 persennya adalah jenis logam lain.

2. Kemurnian 99,99%

Berbeda dengan emas perhiasan, tingkat kemurnian dalam emas batangan disebutkan dalam persen. Saat ini kemurnian tertinggi dalam emas batangan adalah 99,99 persen (bukan 100%). Dan seiring dengan perkembangan teknologi, kemampuan untuk memperoleh kemurnian akan emas semakin meningkat, misalnya menjadi 99,999 persen.

3. Buy Back

Kita sering mendengar istilah buy back, tapi apa sih artinya? Buy back berarti penjualan kembali emas yang dimiliki. Emas yang Mama miliki bisa dijual kepada teman, toko emas atau langsung ke produsennya. Harga buy back umumnya mengacu pada harga emas spot ter-update dengan tidak memperhitungkan biaya cetaknya.

4. Spread Harga

Spread harga adalah selisih harga beli dengan harga jual kembali atau buy back. Ketika Mama membeli emas perhiasan atau batangan, maka Mama akan dikenakan biaya cetak atau pembuatannya, namun ketika dijual kembali harga cetak ini tidak akan dihitung. Oleh karena itu, dalam jangka pendek emas belum bisa memberikan return yang optimal karena selisih harga ini relatif signifikan, terutama untuk emas perhiasan.

5. Antiinflasi

Antiinflasi artinya kebal terhadap inflasi. Harga emas relatif stabil dan malah meningkat sepanjang tahun. Berbeda dengan nilai uang yang cenderung turun. Apalagi jika terjadi ketidakpastian global seperti invasi Rusia ke Ukraina Maret lalu yang berdampak pada gangguan suplai pasokan dan naiknya harga barang. Itulah kenapa emas disebut antiinflasi. Istilah lainnya yang mungkin pernah Mama dengar adalah emas sebagai safe haven -yang sudah DigitalMamaID sebutkan di atas- dan lindung nilai, yang definisinya kurang lebih memproteksi kekayaan kita dari merosotnya daya beli, krisis ekonomi dan ketidakpastian global.

6. LBMA

LBMA atau London Bullion Market Association adalah asosiasi perdagangan emas global yang beranggotakan trader, refinery atau pemurni, produsen emas, tambang dan depositori emas. Refinery yang terdaftar dalam daftar Good Delivery List mempunyai jaminan emasnya dapat diterima secara global. Satu-satunya refinery di Indonesia yang masuk ke dalam Good Delivery List LBMA adalah PT ANTAM (UBPP Logam Mulia).

Kalau Mama ingin berinvestasi emas batangan, pastikan Mama membeli dari produsen yang terpercaya. Ini akan memudahkan Mama saat ingin menjualnya kembali dan mempunyai harga jual yang kompetitif. Misalnya emasKITA yang merupakan produk kolaborasi antara ANTAM dengan HRTA. Saat ini emasKITA menawarkan pengalaman baru memiliki emas yang bisa dipegang langsung tanpa perlu kuatir risiko pemalsuan dengan teknologi Bullion Protect®. Teknologi ini dapat melawan dan mengantisipasi pemalsuan emas batangan dengan membubuhkan tinta keamanan pada produk emas. Canggih, ya! Jadi, apakah Mama sudah siap berinvestasi emas? Untuk info lebih lanjut Mama bisa kunjungi laman emaskita.id atau emasantam.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *