Ibu Melek Digital: Klik Cermat, Keluarga Selamat

ibu melek digital
Share

digitalMamaID — Di tengah derasnya arus informasi dan lalu lintas digital yang kian padat, para ibu menjadi kelompok yang paling rentan terperosok dalam jebakan penipuan online. Berangkat dari realita tersebut, digitalMamaID mengajak para ibu untuk menguasai keterampilan digital.

Workshop bertajuk “Ibu Melek Digital: Klik Cermat, Keluarga Selamat” menjadi salah satu kegiatan dalam Mama Mingle Fest Vol.3 di NuArt Sculpture Park, Sabtu, 25 Juli 2026. Workshop ini difasilitatori oleh Adi Marsiela dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia.

Adi mengatakan, kelompok ibu kerap luput dari perhatian. Terutama untuk menambah kapasitas literasi digitalnya.

Lokakarya ini menjadi langkah nyata untuk membentengi keluarga dari ancaman kejahatan siber. “Fokus utama kegiatan ini adalah membangun kesadaran kritis para ibu terhadap bahaya penipuan dan kejahatan online. Seperti phishing, scamming, dan beragam modus penipuan berbasis internet lainnya,” ujarnya.

ibu melek digital
Adi Marsiela dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia saat menjadi fasilitator workshop bertajuk “Ibu Melek Digital: Klik Cermat, Keluarga Selamat” pada Mama Mingle Fest Vol.3 di NuArt Sculpture Park, Sabtu, 25 Juli 2026. (Dok. digitalMamaID)*

Pilihan untuk menyasar kaum perempuan bukan tanpa alasan. Merujuk pada laporan terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kata Adi, statistik korban penipuan (scam) terbesar justru datang dari kalangan perempuan dan ibu-ibu.

Dua faktor kerentanan ibu

Mengapa ibu rentan jadi sasaran? Adi menjelaskan ada dua faktor utama yang membuat kelompok ini begitu rapuh di hadapan kejahatan digital.

Pertama, modus kejahatan yang dinamis alias terus berubah. Pelaku penipuan terus melipatgandakan cara, meretas psikologis korban, dan mengubah modus secara cepat agar aksinya mulus.

Kedua, adanya keterbatasan literasi digital. Harus diakui, di sisi lain kapasitas literasi digital sebagian besar korban masih tergolong minim.

“Banyak yang belum memahami cara mengantisipasi maupun memverifikasi informasi yang masuk ke ponsel mereka,” tuturnya.

Di era digital, justru kemampuan mengenali dan menangkal penipuan online sudah bukan lagi sekadar pengetahuan tambahan. Melainkan sebuah life skill dasar yang wajib dimiliki.

Lebih dari itu, ibu memiliki posisi strategis sebagai ‘jantung’ informasi di dalam rumah tangga. Dia menjadi penyaring utama bagi anak maupun pasangan yang sering kali terlampau sibuk bekerja.

Keterampilan cek fakta

Adi menekankan, pondasi utama membangun ketahanan digital dimulai dari sikap selalu skeptis. Jangan mudah percaya pada pesan, tawaran, atau tautan asing yang masuk melalui ruang percakapan dan media sosial.

Lalu, Mama juga harus berlatih dan terbiasa dengan cakap saat berinteraksi dengan informasi. “Minimal, (ibu) tahu cara mengolah, menguji, dan memverifikasi kebenaran sebuah informasi sebelum meresponsnya, atau menyebarkannya,” ucap Adi.

Edukasi verifikasi fakta ini juga menjadi krusial untuk memutus mata rantai sebaran hoax dan misinformasi. Sering kali, motivasi seseorang membagikan berita bohong bukanlah untuk menipu, melainkan dorongan alamiah ingin membantu orang lain.

Namun, tanpa keterampilan cek fakta, niat baik tersebut justru berubah menjadi jerat misinformasi yang merugikan.

Sebagian peserta workshop “Ibu Melek Digital: Klik Cermat, Keluarga Selamat” berfoto bersama. Kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan dalam Mama Mingle Fest Vol.3 di NuArt Sculpture Park, Sabtu, 25 Juli 2026. (Dok. digitalMamaID)*

Melalui pelatihan teknis sederhana, seperti cara mencari lokasi foto atau memaksimalkan mesin pencari di ponsel, lokakarya ini diharapkan melahirkan para ibu yang tak hanya cakap melindungi diri sendiri, tetapi juga mampu menularkan ilmunya sebagai mitra strategis dalam melawan arus disinformasi.

“Dampak ibu yang melek digital akan besar saat menghadapi percobaan penipuan online. Ibu yang sudah teredukasi digital bisa menurunkan kasus penipuan dan mencegah jadi korban penipuan. Minimal keluarganya terselamatkan,” ujar Adi.

Cara melindungi diri dan keluarga

Manfaat pelatihan ini dirasakan langsung oleh peserta. Avi, seorang pengajar di TK Picu Pacu Bandung, mengaku mendapatkan banyak suntikan keterampilan teknis yang siap ia praktikkan dan bagikan.

“Saat ini marak sekali penipuan lewat WhatsApp maupun media sosial. Pengetahuan ini sangat bermanfaat. Selain untuk melindungi diri sendiri dan orangtua di rumah, saya juga bersemangat untuk membagikan materi ini kepada rekan-rekan guru di sekolah,” ujarnya.

Suasana workshop “Ibu Melek Digital: Klik Cermat, Keluarga Selamat” pada Mama Mingle Fest Vol.3 di NuArt Sculpture Park, Sabtu, 25 Juli 2026. (Dok. digitalMamaID)*

Bagi Avi dan para ibu lainnya, kewaspadaan digital menjadi kian mendesak di tengah kondisi sosial-ekonomi yang serba tidak menentu. Ketika marak kasus kriminalitas yang berimbas ke mana-mana, membekali diri dengan literasi digital adalah benteng terdepan untuk memastikan keselamatan dan kewarasan keluarga tercinta.

“Yang paling dikhawatirkan dari penipuan online adalah diri sendiri dan orangtua juga keluarga lainnya. Wawasan seperti ini menjadi penting ditambah sekarang negaranya lagi enggak baik-baik aja. Semua jadi berpengaruh ke mana-mana, kasus kriminal main banyak, jadi perlu banget pengetahuan dan skill seperti ini,” tutur Avi. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

ORDER MERCHANDISE