digitalMamaID – Merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia bisa jadi aktivitas mengisi libur Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus. Menonton film bertema sejarah Indonesia bersama keluarga juga bisa menjadi cara menyenangkan untuk mengenalkan anak pada perjalanan bangsa.
Melalui film, anak dapat melihat bagaimana orang-orang pada masa lalu menghadapi penjajahan, memperjuangkan pendidikan, menyuarakan perubahan, hingga
mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamasikan.
Orangtua pun dapat menjadikan film sebagai pintu masuk untuk membicarakan berbagai nilai, seperti keberanian, persatuan, cinta tanah air, pendidikan, menyuarakan perubahan hingga mempertahankan kemerdekaan.
Anak juga bisa belajar, perjuangan dalam sejarah Indonesia tidak hanya dilakukan oleh tokoh laki-laki. Ada pula perempuan yang berjuang melalui pendidikan, pemikiran, hingga berada di garis depan melawan penjajahan.
Jika sedang mencari tontonan bernuansa nasionalisme untuk mengisi momen kemerdekaan, berikut lima film Indonesia yang bisa menjadi pilihan keluarga Mama dan dapat ditemukan di layanan streaming.
1. Kartini
Perjuangan untuk Indonesia tidak selalu dilakukan melalui medan perang. Perjuangan juga dapat dilakukan melalui pendidikan dan upaya mengubah cara pandang masyarakat.
Hal tersebut tergambar dalam film Kartini (2017) garapan Hanung Bramantyo. Di film ini, Dian Sastrowardoyo memerankan R.A. Kartini, tokoh perempuan yang dikenal karena pemikirannya mengenai pendidikan dan emansipasi perempuan.
Film ini mengambil latar awal 1900-an ketika perempuan memiliki keterbatasan untuk memperoleh pendidikan. Kartini tumbuh sebagai perempuan yang gemar membaca dan memiliki pemikiran yang jauh melampaui zamannya. Ia kemudian berusaha memperjuangkan kesempatan belajar, terutama bagi perempuan.
Film Kartini tersedia untuk ditonton melalui Vidio dan memiliki rating usia 13+.
Film ini dapat menjadi kesempatan untuk mengenalkan kepada anak bahwa perjuangan membangun bangsa memiliki banyak bentuk. Pendidikan dan keberanian menyampaikan gagasan juga merupakan bagian dari perjuangan.
Orangtua dapat mengajak anak berdiskusi mengenai mengapa pendidikan penting dan bagaimana kesempatan memperoleh pendidikan dapat memengaruhi kehidupan seseorang.
2. Gie
Jika ingin mengenalkan anak remaja pada sosok anak muda yang berani menyuarakan pemikirannya, Gie bisa menjadi pilihan.
Film yang dirilis pada 2005 ini mengangkat kisah Soe Hok Gie, aktivis dan intelektual muda Indonesia yang diperankan Nicholas Saputra. Ceritanya berlangsung di tengah pergolakan politik Indonesia pada era Soekarno hingga awal pemerintahan Soeharto.
Berbeda dengan film perjuangan yang banyak menampilkan peperangan, Gie memperlihatkan bentuk perjuangan melalui pemikiran dan keberanian menyampaikan kritik. Gie digambarkan sebagai sosok yang berusaha mempertahankan prinsip meskipun harus berhadapan dengan situasi politik yang penuh tekanan.
Film Gie bisa ditonton di Google Play Movies dan Netflix dengan rating 13+.
Film ini lebih cocok untuk anak remaja karena mengandung tema politik, konflik sosial, dan pergulatan pemikiran. Setelah menonton, orangtua dapat mengajak anak berdiskusi mengenai pentingnya berpikir kritis dan berani menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab.
3. Naga Bonar
Tidak semua film bertema perjuangan harus serius. Jika mencari tontonan yang lebih ringan dan lucu, Naga Bonar (1986) bisa menjadi pilihan.
Film klasik yang dibintangi Deddy Mizwar ini mengikuti kisah Naga Bonar, seorang pencopet yang kemudian berpura-pura menjadi jenderal. Cerita berlatar setelah tentara Jepang menarik diri dari Indonesia pada akhir Perang Dunia II.
Meski dikemas dengan unsur komedi, film ini tetap menggambarkan suasana Indonesia pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Penonton dapat melihat bagaimana kehidupan masyarakat berlangsung di tengah konflik dan peperangan.
Naga Bonar saat ini tercantum di Netflix Indonesia dengan rating 13+. Netflix juga mengategorikannya sebagai film Indonesia klasik, film militer, dan komedi.
Film ini bisa menjadi pilihan bagi orangtua yang ingin mengenalkan sejarah Indonesia melalui tontonan yang tidak terlalu berat. Setelah menonton, orangtua dapat menjelaskan latar sejarah film dan membedakan bagian fiksi dengan peristiwa sejarah yang sebenarnya.
4. Guru Bangsa: Tjokroaminoto
Perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia telah berlangsung jauh sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945. Salah satu bentuknya adalah munculnya organisasi dan tokoh pergerakan yang membangun kesadaran kebangsaan.
Kisah tersebut dapat dikenalkan melalui Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015). Film yang dibintangi Reza Rahadian ini mengangkat kehidupan Oemar Said Tjokroaminoto, salah satu tokoh penting dalam pergerakan nasional.
Tjokroaminoto dikenal sebagai tokoh Sarekat Islam dan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan pemikiran politik pada masa pergerakan. Film ini memperlihatkan perjuangannya menghadapi ketidakadilan kolonial sekaligus memperjuangkan masyarakat pribumi.
Tontonan ini menarik untuk anak yang mulai mempelajari sejarah pergerakan nasional karena menunjukkan bahwa kemerdekaan tidak lahir secara tiba-tiba. Ada proses panjang yang melibatkan pendidikan, organisasi, pemikiran, dan keberanian untuk menentang ketidakadilan.
Mama bisa menonton film ini di Netflix dengan rating 13+.
5. Tjoet Nja’ Dhien
Selain Kartini, Tjoet Nja’ Dhien merupakan film tentang pahlawan perempuan yang layak ditonton oleh keluarga.
Film klasik yang dirilis pada 1988 ini mengisahkan Cut Nyak Dhien, salah satu tokoh perempuan yang terlibat dalam perjuangan rakyat Aceh melawan Belanda. Christine Hakim memerankan tokoh tersebut dengan sangat kuat.
Kisah Cut Nyak Dhien menunjukkan, perempuan juga mengambil peran langsung dalam perjuangan melawan kolonialisme. Setelah kehilangan orang-orang terdekatnya, ia tetap meneruskan perlawanan meskipun menghadapi kondisi yang semakin sulit.
Film ini dapat menjadi pelengkap yang menarik setelah menonton Kartini. Jika Kartini memperlihatkan perjuangan perempuan melalui pendidikan dan gagasan, Tjoet Nja’ Dhien menunjukkan bentuk perjuangan perempuan dalam menghadapi kolonialisme secara langsung.
Namun, karena merupakan film perang dan mengandung adegan kekerasan, orangtua sebaiknya menyesuaikan tontonan dengan usia anak.
Film sebagai pintu masuk belajar sejarah
Menonton film sejarah bersama keluarga tidak harus dibuat seperti kegiatan belajar di sekolah. Justru, film dapat menjadi titik awal percakapan yang lebih santai antara orangtua dan anak.
Setelah film selesai, orangtua dapat bertanya seputar apa yang anak tangkap dari film yang sudah ditonton dan buat menjadi diskusi ringan, seperti “Menurutmu, apa yang membuat tokoh tersebut berani berjuang?”
Lewat diskusi tersebut, anak dapat memahami bahwa kemerdekaan Indonesia dibangun melalui berbagai bentuk perjuangan, baik lewat senjata, Pendidikan, dan gagasan.
Dengan begitu, merayakan kemerdekaan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial setiap 17 Agustus. Momen ini juga dapat menjadi kesempatan bagi keluarga untuk mengenang perjuangan para tokoh terdahulu sekaligus mengajak anak memahami bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini memiliki sejarah panjang.
Harap diingat, ketersediaan film di layanan streaming dapat berubah sewaktu-waktu berdasarkan wilayah dan hak tayang. Orangtua juga sebaiknya memeriksa rating usia serta kesesuaian isi film sebelum menontonnya bersama anak. [*]






