Bumi Masa Depanku, Ajak Anak Peduli Lingkungan dengan Cara Menyenangkan

Share

digitalMamaID – Mengenalkan kepedulian lingkungan kepada anak tidak harus melalui materi yang rumit. Bermain, membaca buku, menanam tanaman, hingga belajar memilah sampah bisa menjadi cara sederhana yang mudah dipahami anak sejak dini.

Semangat itulah yang dihadirkan dalam kegiatan “Bumi Masa Depanku” yang diselenggarakan oleh Playdate Rancaekek bersama Pustaka Luna, Ruang Riung Ceria, Bank Sampah Saring Seroja, dan Bunda Literasi Kencana pada Sabtu, 6 Juni 2026, di Pustaka Luna, Rancaekek.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini diikuti sekitar 55 anak bersama orangtua dan panitia, dengan total peserta mencapai sekitar 139 orang. Melalui berbagai aktivitas yang dikemas secara menyenangkan, anak-anak diajak untuk mengenal lingkungan dan memahami pentingnya menjaga bumi sejak usia dini.

Di tengah tantangan lingkungan seperti persoalan sampah, perubahan iklim, hingga berkurangnya ruang hijau, pendidikan lingkungan menjadi salah satu bekal penting yang dapat mulai diperkenalkan kepada anak melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Belajar menjaga bumi lewat cerita dan bermain

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi read aloud yang dibawakan oleh Founder Pustaka Luna, Yasir Syuhada, serta Rosmaniar Amri dari Playdate Rancaekek. Melalui cerita bertema lingkungan, anak-anak diajak memahami pentingnya menjaga alam dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Setelah itu, peserta mengikuti sesi edukasi pilah sampah dan pengenalan biopori bersama Bank Sampah Saring Seroja. Dalam sesi ini, anak-anak belajar mengenali jenis-jenis sampah serta memahami bagaimana biopori dapat membantu mengolah sampah organik sekaligus meningkatkan daya serap air ke dalam tanah.

Anak-anak juga berkesempatan melihat langsung instalasi biopori yang telah dipasang di halaman Pustaka Luna.

Kegiatan berlanjut dengan sesi menanam stroberi yang dipandu oleh tim Ruang Riung Ceria. Selain mengenal tanaman, peserta juga melakukan praktik menanam dan menyiram bibit stroberi.

Menariknya, setiap anak membawa pulang bibit stroberi beserta media tanam untuk dirawat di rumah sebagai bagian dari proses belajar yang berkelanjutan.

Menanam pohon sebagai simbol komitmen bersama

Sebagai bentuk komitmen terhadap kelestarian lingkungan, para kolaborator dan panitia juga melakukan penanaman lima pohon di area Pustaka Luna.

Pohon-pohon tersebut diharapkan dapat menjadi peneduh sekaligus pengingat bahwa menjaga bumi merupakan tanggung jawab bersama yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.

Keceriaan peserta semakin terasa saat sesi mewarnai bertema lingkungan. Melalui aktivitas ini, anak-anak bebas mengekspresikan imajinasi mereka tentang bumi yang sehat, hijau, dan lestari.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah satu orang tua peserta, Ummi Nadin, mengaku anak-anak sangat menikmati seluruh rangkaian acara. “”Anak-anak merasa seru dan betah banget gak mau pulang. Padahal yang jemput sudah menunggu. Sudah naik mobil pun masih perlu dibujuk karena pada cemberut. Barakallah, semoga selalu ada acara yang mengesankan seperti ini ya,” katanya.

Kolaborasi jadi kunci

Koordinator Lapangan Playdate Rancaekek, Hanifah Nurawaliah, menilai keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian yang sama terhadap pendidikan anak dan lingkungan. “Kami senang sekali bisa mewujudkan kegiatan ini bersama-sama. Berkolaborasi dan bermitra menjadi kunci untuk dampak yang lebih besar. Semoga kegiatan ini menjadi core memory bagi anak-anak, ingatan masa kecil yang sangat mendalam dan berkesan hingga terbawa sampai dewasa,” tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh Inna Nurhidayah, Ketua Bunda Literasi Kelurahan Rancaekek Kencana sekaligus inisiator Playdate Rancaekek. “Salut, takjub, keajaiban kegiatan hari ini sungguh lengkap dan terealisasi dengan sangat cantik. Sinergi berbagai lini terjalin seirama. Panitia dan tim berkoordinasi saling melengkapi. Peserta sungguh antusias, bahagia, dan ceria,” katanya.

Menurutnya, ketika berbagai komunitas dan organisasi bergerak dengan tujuan yang sama, dampak yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Founder Pustaka Luna, Yasir Syuhada, juga melihat kegiatan ini sebagai bukti, banyak inisiatif baik yang tumbuh di masyarakat dan perlu dihubungkan satu sama lain. “Ternyata kebaikan itu ada di mana-mana. Hanya saja, kita perlu menyatukannya agar dapat dipetakan dan dibagikan kepada mereka yang belum tahu arahnya,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Ruang Riung Ceria, Mutiara Septianingrum, mengaku senang melihat antusiasme anak-anak selama kegiatan berlangsung. “Alhamdulillah, acaranya berjalan dengan lancar. Senang rasanya melihat anak-anak yang sangat antusias dan bersemangat mengikuti semua rangkaian acara, sambil sesekali melihat kereta yang melintas. Semoga selanjutnya semakin banyak kesempatan untuk mengadakan acara serupa lagi,” ungkapnya.

Lusiana Saptrini Kemala Dewi dari Bank Sampah Saring Seroja juga mengaku terkesan dengan tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan edukasi lingkungan untuk anak. “Alhamdulillah, tidak menyangka dengan antusiasme masyarakat terhadap acara Bumi Masa Depanku. Baru beberapa jam pendaftaran dibuka, kuota peserta langsung penuh. Saat kegiatan berlangsung pun, peserta sangat antusias mengikuti setiap sesi acara. Terima kasih telah melibatkan Bank Sampah Saring Seroja dalam kegiatan ini. Semoga menjadi kebaikan dan kebermanfaatan untuk kita semua yang terlibat,” tuturnya.

Melalui kegiatan “Bumi Masa Depanku”, para penyelenggara berharap semakin banyak keluarga yang menyadari pendidikan lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di rumah. Membaca buku bertema lingkungan, memilah sampah, menanam tanaman, hingga merawat pohon dapat menjadi kebiasaan kecil yang membantu membentuk generasi yang lebih peduli terhadap bumi di masa depan.[*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

ORDER MERCHANDISE