digitalMamaID — Dunia yang akan diwarisi anak-anak kita bukanlah dunia yang sama seperti hari ini. Berbagai penelitian menunjukkan, perubahan besar sedang terjadi, mulai dari krisis iklim, perkembangan teknologi, hingga kesehatan mental manusia.
Sebuah studi tentang masa depan kerja menyebutkan, dunia kerja akan sangat dipengaruhi oleh empat megatren utama: teknologi, perubahan tenaga kerja, ekonomi, dan perubahan iklim . Artinya, profesi yang dibutuhkan di masa depan merupakan jawaban atas tantangan global yang nyatajawaban atas tantangan global yang nyata.
digitalMamaID merangkum tantangan-tantangan tersebut dan bagaimana profesi masa depan anak akan hadir sebagai solusi:
1. Green jobs untuk hadapi krisis lingkungan
Perubahan iklim, kebakaran hutan, berkurangnya sumber air bersih, hilangnya keanekaragaman hayati adalah realitas masalah hari ini. Jurnal global tentang masa depan kerja menempatkan climate change sebagai salah satu faktor utama yang membentuk pekerjaan masa depan.
Ketika bumi menghadapi tekanan ekologis yang semakin berat, dunia membutuhkan lebih banyak orang yang mampu memahami, meneliti, dan melindungi lingkungan. Di sinilah profesi seperti climate scientist, eco-ranger dan green jobs lainnya menjadi sangat penting.
Climate scientist bertugas meneliti perubahan iklim, pola cuaca, dan dampaknya terhadap kehidupan manusia maupun ekosistem. Sementara eco-ranger atau penjaga lingkungan berperan langsung dalam konservasi hutan, satwa, serta pengelolaan kawasan alam.
Profesi ini hadir sebagai solusi atas kebutuhan mendesak yaitu menjaga keberlangsungan bumi agar tetap layak dihuni. Artinya, masa depan membutuhkan generasi yang memiliki kepedulian ekologis yang kuat.
2. Ahli STEM di tengah ledakan teknologi dan kehadiran AI
Selain lingkungan, perkembangan teknologi juga mengubah wajah dunia kerja secara drastis. Kehadiran AI telah mengotomatisasi banyak tugas rutin, mengubah model bisnis, bahkan menciptakan profesi baru yang belum dikenal satu dekade lalu.
Penelitian dalam AI & Society menjelaskan, AI bukan untuk menggantikan sebagian pekerjaan manusia, tetapi juga menuntut manusia untuk memiliki keterampilan baru agar tetap relevan.
Profesi berkaitan dengan STEM (Science, Technology, Engineering, Math) seperti AI specialist dan human-AI collaborator diprediksi akan sangat dibutuhkan. AI specialist bertugas merancang, mengembangkan, dan melatih sistem kecerdasan buatan untuk membantu berbagai sektor, mulai dari pendidikan hingga kesehatan. Sementara human-AI collaborator berfokus pada bagaimana manusia dan teknologi dapat bekerja bersama secara efektif dan etis.
3. Digital wellbeing specialist untuk hadapi krisis kesehatan mental di era digital
Teknologi membawa banyak manfaat, tetapi juga memunculkan tantangan baru. Anak-anak kini tumbuh di tengah paparan layar, media sosial, dan arus informasi tanpa henti. Kondisi ini meningkatkan risiko kecanduan digital, penurunan fokus, tekanan sosial, dan masalah kesehatan mental.
Penelitian menunjukkan, digitalisasi yang tidak sehat dapat meningkatkan stres, kecemasan, bahkan burnout pada usia yang semakin muda.
Dalam konteks ini, digital wellbeing specialist menjadi semakin relevan untuk membantu individu, keluarga, sekolah, dan organisasi membangun hubungan yang lebih sehat dengan teknologi. Digital wellbeing specialist dapat bekerja dalam bidang edukasi, psikologi, maupun literasi digital dengan membantu anak-anak dan orang dewasa menyeimbangkan kehidupan digital dan dunia nyata.
Di masa depan, kemampuan menjaga kesehatan mental diperkirakan akan sama pentingnya dengan kemampuan akademik.
4. Krisis pangan, kesehatan, dan solusi berbasis sains
Pertumbuhan populasi, ancaman pandemi, dan keterbatasan sumber daya juga menjadi tantangan global. Penelitian ini menegaskan, ketahanan pangan masa depan memerlukan inovasi biologis, sistem pertanian berkelanjutan, dan
teknologi adaptif terhadap iklim. Dunia ke depannya membutuhkan inovasi yang mampu menjawab persoalan pangan, kesehatan, dan keberlanjutan hidup manusia.
Profesi seperti iiotech innovator diprediksi akan memiliki peran besar. Bidang ini menggabungkan biologi dan teknologi untuk mengembangkan solusi baru, seperti pangan alternatif, teknologi medis, obat, hingga inovasi lingkungan.
Biotech innovator dapat membantu menciptakan sistem pangan yang lebih tahan terhadap perubahan iklim, mengembangkan pengobatan baru, atau merancang solusi biologis yang lebih ramah lingkungan. Artinya, profesi masa depan memerlukan kolaborasi teknologi digital dengan inovasi ilmiah untuk mendukung kualitas hidup manusia.
5. Dunia yang penuh informasi tetap membutuhkan cerita
Di tengah dunia yang semakin digital dan serba cepat, manusia juga menghadapi tantangan lain: kehilangan makna, fokus, dan koneksi sosial. Arus informasi yang berlebihan dapat membuat manusia mudah terpengaruh tren, kesulitan membangun identitas, dan minim ruang refleksi.
Oleh karena itu, profesi creative storyteller juga diprediksi semakin penting. Profesi ini tidak terbatas pada penulis buku, tetapi juga pembuat film, kreator konten edukatif, desainer pengalaman belajar, hingga pengembang narasi interaktif.
Creative storyteller membantu manusia memahami dunia melalui cerita, membangun empati, dan menanamkan nilai-nilai yang penting. Cerita dapat menjadi alat untuk menjaga kemanusiaan.
Bukan sekadar menentukan cita-cita
Melihat berbagai tantangan tersebut, pembahasan tentang profesi masa depan sebenarnya bukan hanya tentang pekerjaan apa yang akan populer. Namun, yang lebih penting adalah membantu anak memahami masalah dunia dan mulai membangun keterampilan untuk berkontribusimembangun keterampilan untuk berkontribusi.
Anak-anak masa depan akan membutuhkan kemampuan: berpikir kritis, beradaptasi dengan perubahan, berkolaborasi, berempati, peduli lingkungan dan melek teknologi. Oleh karena itu, untuk memantik kemampuan tersebut kita bisa mulai bertanya pada anak-anak mengenai masalah apa yang ingin mereka bantu selesaikan.
Anak-anak mungkin belum harus tahu profesi mereka nanti. Namun, kita bisa menemani mereka mulai belajar menjadi pribadi yang peka, ingin tahu, dan peduli terhadap alam sekitarnya. Dari sanalah, profesi masa depan akan tumbuh. [*]






