Friendster Resmi Comeback, Add Friend Harus Bertemu di Dunia Nyata

Friendster
Share

digitalMamaID — Dua tahun lalu, banyak milenial sempat dibuat heboh oleh kabar comeback-nya Friendster. Visual-visual lama langsung kembali ke ingatan; testimonial panjang penuh emoticon, lagu autoplay yang tiba-tiba berbunyi di profil, background glitter warna-warni, hingga masa-masa belajar HTML demi mempercantik tampilan akun.

Namun ternyata, Friendster yang resmi kembali pada April 2026 justru hadir dengan sangat berbeda. Tidak membawa kembali desain lama yang penuh ornamen, Friendster kini tampil dengan interface sederhana dan minimalis, bahkan terasa lebih sepi dibandingkan media sosial modern saat ini. Aplikasi ini juga sudah tersedia di App Store dan bisa diunduh pengguna iPhone di Indonesia.

Friendster 2026 hadir dengan janji yang cukup berani dan berbeda dengan media sosial yang sudah ada saat ini. Seperti yang ditulis pada situs resminya: hanya teman, tanpa iklan, tanpa algoritma, tidak ada spam, mengutamakan privasi.

Friendster 2026

Keresahan terhadap media sosial modern

Disadur dari tulisan Mike Carson di Medium berjudul “I Bought Friendster for $30k — Here’s What I’m Doing With It”, ide menghidupkan kembali Friendster muncul dari keresahannya terhadap media sosial saat ini yang dianggap terlalu negatif dan melelahkan.

Carson, seorang programmer asal Philadelphia, Pennsylvania, membeli domain friendster.com sekitar USD 30 ribu setelah melihat domain tersebut aktif kembali pada 2023 dalam bentuk situs penuh iklan pop-up. Ia kemudian juga berhasil memperoleh hak merek dagang Friendster pada 2025.

Dalam tulisannya, Carson mengaku ingin membuat sesuatu yang lebih positif di tengah internet yang semakin bising. “I wanted to create something positive,” tulis Carson dalam artikelnya di Medium pada 27 April lalu.

Awalnya, Carson sempat mencoba membuat jejaring sosial biasa tanpa iklan dan tanpa algoritma. Namun menurutnya, konsep tersebut belum cukup menarik perhatian pengguna. Hingga akhirnya ia menemukan ide yang menjadi identitas Friendster baru: pengguna hanya bisa berteman dengan cara bertemu langsung dan menempelkan ponsel mereka.

Pertemanan harus terjadi di dunia nyata

Berbeda dari media sosial lain yang memungkinkan pengguna mengikuti akun siapa saja yang muncul di aplikasi, Friendster 2026 justru membatasi koneksi hanya pada orang yang benar-benar dikenal.

Untuk menjadi teman, dua pengguna harus bertemu langsung lalu menempelkan iPhone mereka menggunakan fitur NFC atau phone tapping. Tidak ada fitur follow, sehingga koneksi yang terbentuk benar-benar otentik. Carson menyebut konsep ini sengaja dibuat agar hubungan sosial di internet kembali terhubung dengan dunia nyata.


Menariknya lagi, Friendster memiliki fitur bernama fading connections. Yaitu kondisi di mana hubungan pertemanan akan melemah jika dua pengguna tidak pernah bertemu langsung selama satu tahun. Sangat unik, bukan? Konsep tersebut terasa seperti kebalikan dari media sosial modern saat ini yang justru mendorong pengguna untuk terus aktif dan online selama mungkin. Hal ini seperti realisasi dari ungkapan bahwa pertemanan harus dirawat agar punya waktu yang panjang.

Masih dalam tulisannya, Carson mengatakan bahwa media sosial seharusnya membantu orang membangun hubungan nyata, bukan sekadar membuat pengguna terus scrolling tanpa henti. Ia juga mengaku terinspirasi dari kisah pribadinya bertemu sang istri melalui internet. “Orang bertemu, jatuh cinta, membangun keluarga,” tulisnya.

Oleh karena itu, Friendster 2026 terasa bertolak belakang dengan budaya media sosial modern yang terlalu fokus pada engagement dan viralitas.

Media sosial yang melawan algoritma

Jika dahulu Friendster lahir sebelum era algoritma, kini ia kembali justru untuk menawarkan kehidupan media sosial tanpa algoritma. Lewat slogan barunya, Friendster 2026 tampaknya ingin menentang pola media sosial modern. Saat ini, hampir semua platform besar menggunakan algoritma untuk membuat dwell time atau waktu penggunaan aplikasi oleh pengguna dihabiskan selama mungkin.

Feed dipenuhi konten viral, iklan, akun yang tidak kita kenal, hingga berbagai hal yang dirancang mempertahankan perhatian pengguna. Namun, Friendster memilih arah sebaliknya. Tidak ada iklan. Tidak ada suggested friend. Bahkan pengguna tidak bisa sembarangan menambahkan orang asing ke dalam daftar teman kita.

Alih-alih membangun jaringan seluas mungkin, platform ini justru membatasi koneksi hanya pada orang-orang yang benar-benar dikenal di dunia nyata.

Aplikasi baru, semangat lama

Meski tampil berbeda, sebenarnya Friendster 2026 masih membawa semangat yang sama dengan Friendster awal, yaitu mengembalikan media sosial sebagai media pertemanan.

Pada awal 2000-an, Friendster menjadi salah satu platform pertama yang memperkenalkan konsep pertemanan digital berbasis identitas asli. Sebelum Facebook populer, Friendster sudah lebih dulu mengenalkan budaya add friend, profil personal, hingga interaksi sosial online.

Kini, setelah lebih dari satu dekade, ketika media sosial modern dianggap terlalu padat dan melelahkan, Friendster mencoba menawarkan standar baru sekali lagi. Beberapa media internasional seperti Creative Bloq, The Economic Times, menyebut fenomena ini sebagai bagian dari tren slow social media, yaitu media sosial yang lebih lambat, lebih intim, dan tidak mengejar engagement tanpa henti.

Tren slow social media muncul di tengah meningkatnya social media fatigue atau kelelahan media sosial. Banyak pengguna mulai merasa jenuh dengan doomscrolling, konten AI, iklan, hingga interaksi digital yang terasa tidak personal.

Dalam berbagai diskusi di Reddit, banyak pengguna mengaku justru merindukan media sosial yang lebih personal tanpa banyak algoritma. Mungkin inilah alasan mengapa comeback Friendster terasa menarik. Bukan karena orang ingin kembali menghias profil dengan HTML atau memasang lagu autoplay, tetapi karena banyak pengguna internet mulai merindukan media sosial yang terasa lebih personal.

Friendster 2026 tampaknya sadar, mereka tidak akan mengalahkan TikTok, Instagram, atau Facebook dalam jumlah pengguna. Namun platform ini mencoba menawarkan sesuatu yang mulai langka di internet saat ini: hubungan sosial yang otentik. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

ORDER MERCHANDISE