Tak Perlu Modal Besar, Emas Digital Jadi Incaran

Emas digital
Share

digitalMamaID — Emas kembali naik. Kenaikan harga logam mulia yang terjadi berturut-turut, membuat logam mulia jadi incaran. Kini, banyak yang mulai beralih ke emas digital karena dinilai lebih mudah diakses dan fleksibel, terutama bagi masyarakat dengan dana terbatas. Kondisi ini terjadi di tengah tren penguatan harga emas Antam yang masih bertahan hingga awal Februari 2026.

Dilansir dari Emas Antam Indonesia (EAI) pada Rabu, 4 Februari 2026, harga emas Antam sebesar Rp 2.946.000 per gram, setelah sebelumnya sempat turun Rp 183.000 pada 3 Februari 2026 menjadi Rp 2.844.000 per gram, dari sebelumnya sempat mencapai Rp 3.027.000 per gram. Penurunan ini membuat harga emas kembali berada di bawah level psikologis Rp 3 juta per gram. Meski mengalami penurunan, sejumlah analis menilai ekspektasi kenaikan lebih lanjut masih cukup kuat untuk ke depannya.

Peminat emas digital meningkat

Di sisi lain, tren peralihan ke emas digital kian terlihat dari peningkatan jumlah pengguna. PT Pegadaian mencatat hingga akhir 2025, jumlah nasabah Tabungan Emas, produk emas digital Pegadaian, telah mencapai sekitar 4,85 juta orang secara nasional. Angka ini terus bertumbuh dengan kontribusi terbesar berasal dari kelompok usia muda.

Transaksi emas juga semakin positif memasuki awal tahun 2026. Lonjakan minat masyarakat terhadap emas tumbuh signifikan. Pembelian emas fisik secara digital melalui Tabungan Emas sudah mencapai lebih Rp 5 triliun atau 53 persen month to date (MdT). Sementara itu, pembelian emas fisik melalui skema Cicil Emas telah mencapai omzet lebih dari Rp 3,5 triliun dan tumbuh sebesar 41,7 persen MdT.

Financial planner dari Finante Rahma Maryama mengatakan, peminat emas digital mulai meningkat karena adanya pergeseran perilaku masyarakat yang dipengaruhi oleh digitalisasi. Menurutnya, emas digital menjadi alternatif menarik bagi orang yang ingin berinvestasi emas, tetapi memiliki dana terbatas.

“Kemarin harga emas sempat Rp 3 juta per gram. Buat orang-orang yang belum punya, misalkan hanya ada Rp 1 juta, ingin punya emas, bisa beli emas digital. Jadi bisa jadi alternatif untuk kita yang punya dana terbatas tapi mau investasi di emas,” jelas Rahma pada digitalMamaID, Selasa, 3 Februari 2026.

Selain itu, emas digital lebih mudah didapatkan karena tersedia di berbagai platform sehingga lebih mudah diakses dan dijangkau.  Untuk jangka menengah atau jangka panjang, emas digital cocok dijadikan instrumen investasi, bukan untuk jual-beli jual-beli atau trading.

Jangan panic buying

Menurut Rahma, perilaku masyarakat terhadap logam mulia memang terbilang unik. Ketika harga emas naik, justru banyak orang panik membeli karena khawatir harga akan kembali turun. Padahal, jika tujuan investasi adalah jangka menengah atau panjang, fluktuasi harga seharusnya tidak perlu disikapi dengan kepanikan.

“Beda kalau misalkan untuk trading. Kalau trading itu kan biasanya memanfaatkan momentum. Tapi kalau kita punya tujuan keuangan logam mulia ini untuk investasi jangka menengah atau jangka panjang, sebenarnya mau beli kapanpun nggak ada masalah. Yang penting uangnya ada,” ungkapnya.

Jika dana sudah ada, ketika ingin memanfaatkan momentum kenaikan harga, maka tak perlu risau saat terjadi penurunan. Seperti yang terjadi belakangan ini, harga emas sempat turun beberapa kali. Namun, Rahma tidak menyarankan trading emas. Sebaiknya emas digunakan sebagai instrumen investasi.

“Kalau uangnya ada, lalu tujuan keuangannya jelas, beli saja. Untuk orang-orang dengan keuangan terbatas, bisa beli logam mulia digital atau fisik tapi, gramasi kecil, itu nggak apa-apa beli sesuai kemampuan daripada menunggu uangnya sampai Rp 50 juta misal,” katanya.

Apa yang perlu dipersiapkan?

Sebelum berinvestasi emas digital, yang perlu disiapkan adalah menentukan tujuan investasi. Kemudian, cek tempat membeli atau platform yang akan digunakan karena terkait dengan risiko keamanan. “Cek legalitasnya itu diawasi atau nggak. Lebih bagus sebenarnya yang kita familiar dengan perusahaannya seperti Pegadaian, BSI, atau bank-bank lain,” lanjutnya.

Selain itu, porsi investasi juga perlu diperhatikan dalam pengelolaan portofolio. Sebaiknya, dana tidak ditempatkan seluruhnya pada satu instrumen saja sebagai bentuk pengelolaan risiko. Pasalnya, kondisi pasar maupun sistem bisa berubah sewaktu-waktu. Ada kemungkinan sistem down ketika dana dibutuhkan, atau terjadi kendala teknis saat proses pencairan. Karena itu, diversifikasi tetap penting agar minim risiko.

Khusus bagi umat muslim yang ingin membeli emas digital, penting untuk memastikan platform yang digunakan benar-benar memahami dan menerapkan ketentuan sesuai fatwa yang berlaku. Hal ini agar transaksi yang dilakukan tetap sejalan dengan prinsip dan aturan yang telah ditetapkan. “Karena sekarang platform-nya banyak. Kalau yang muslimah menurutku misalkan pakai produknya bank syariah, yang sudah jelas menjalankan prinsip syariah,” imbuhnya.

Emas digital sebaiknya digunakan untuk apa?

Bagi Rahma, selain sebagai instrumen investasi jangka panjang, emas digital juga bisa menjadi alternatif dana darurat, selama fokusnya untuk fleksibiltas dan likuiditas. “Dana darurat itu harus fleksibel dalam arti likuiditasnya tinggi, bisa dicairkan kapan saja. Emas digital itu punya sifat ini. Meskipun kalau dilihat dari nilainya bisa jadi fluktuatif,” jelasnya.

Dilihat dari nilainya, emas untuk jangka pendek itu cukup fluktuatif harganya. Karena itu, emas sejatinya lebih cocok untuk tujuan jangka menengah hingga panjang jika ingin mengejar keuntungan. Jika digunakan sebagai dana darurat, ambil fungsi fleksibilitas dan likuiditas saja.

Contohnya, jika seseorang menyisihkan Rp 500 ribu dari penghasilan bulanan untuk membeli emas digital, nominal ini akan dikonversi sesuai harga emas saat pembelian. Misalnya harga emas saat itu Rp 2,8 juta per gram, maka Rp 500 ribu setara dengan sekitar 0,18 gram emas digital.

“Nanti, misalkan tiga bulan kemudian butuh dana darurat, aku bisa menjual sebagian emas digital yang sudah terkumpul. Misalnya aku sudah punya 5 gram dan aku ingin menjual 1 gram. Maka, harga jualnya akan menyesuaikan harga buyback saat itu. Uang hasil penjualan langsung ditransfer ke rekening,” ungkapnya.

Dengan cara ini, emas digital memungkinkan investasi bertahap dengan modal kecil sekaligus berfungsi sebagai dana darurat yang mudah dicairkan kapan pun dibutuhkan. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

ORDER MERCHANDISE