digitalMamaID — Di masa libur sekolah, nyatanya bukan hanya anak yang butuh rehat. Ibu sebagai provider di rumah pun butuh ruang dan waktu untuk jeda sejenak, terutama untuk kembali terhubung dengan dirinya sebagai seorang perempuan.
Melihat kebutuhan tersebut, Bounceback Indonesia menggelar acara bertema “When A Woman Becomes A Mother”. Inisiatif yang sangat berharga bagi para ibu untuk melepas segala aktivitas dan tanggung jawab sebagai orangtua sejenak agar dapat kembali mengenal dirinya, baik sebagai perempuan maupun sebagai ibu.
Acara initimate ini menghadirkan psikolog dari Bounceback Indonesia, Marchia Dhiya Fathin, M.Psi., Psikolog, berlangsung di Jakarta pada 27 Desember 2025. Antusiasme peserta sangat sejak menginjakkan kaki di lokasi acara.
Berkonsep “Reconnect, Recharge & Relax”, acara ini memberikan ruang bagi para ibu untuk kembali sadar akan pentingnya terhubung dengan diri sendiri. “Menjadi ibu membawa banyak perubahan identitas dan tuntutan baru, sehingga penting untuk secara sengaja meluangkan waktu untuk hal ini”, ucap Nadhifa Dhea Zalfa seorang peer counselor dan selaku fasilitator acara ini.
Ia pun menambahkan, “Merawat diri dan menyejahterakan mental bukanlah tindakan egois, melainkan kebutuhan penting agar seorang ibu dapat hadir secara optimal bagi dirinya sendiri dan keluarganya.”
Simbol dan cerita ibu
Konsep reconnect di acara ini diwujudkan melalui kegiatan self-reflection, yaitu dengan menggambar simbol. Para peserta diminta membuat sebuah simbol yang menggambarkan dirinya sendiri. Simbol tersebut dapat merepresentasikan dirinya baik saat sebelum dan sesudah menjadi ibu. Seluruh peserta pun terlihat bersemangat untuk menggambar.
Salah satu peserta menunjukkan simbol matahari untuk menggambarkan dirinya. “Waktu belum jadi ibu, matahari itu artinya saya harus bersinar untuk diri saya sendiri. Setelah jadi ibu, saya harus terus bersinar untuk anak-anak saya. Kalau saya redup, anak-anak saya pun akan ikut redup,” katanya.
Selain menggambar simbol, acara dilanjutkan dengan kegiatan kedua yang mengusung konsep recharge. Seluruh peserta juga diberikan ruang diskusi untuk menumpahkan segala isi hati melalui support group. Para ibu dibiarkan bercerita, tanpa ada penghakiman dan hanya tulus didengarkan.
Tempat belajar calon ibu
Ada hal menarik saat berlangsungnya acara “When a Woman Becomes a Mother” ini. Seluruh peserta dan psikolog mendapat insight berbeda dari satu peserta yang belum menjadi ibu, bahkan belum menikah.
Ia datang dengan semangat belajar dan motivasi tinggi untuk bersiap kelak menjadi seorang ibu. “Sebagai perempuan yang belum menikah, saat ini aku sedang mempersiapkan diriku. Aku merasa, menjadi ibu itu seperti bunga yang tumbuh meski di tengah badai,” ucapnya.
Ia pun menambahkan, “Dengan menghadiri acara ini, aku berharap agar dapat memenuhi dan menyayangi diriku sendiri. Sehingga, saat menjadi ibu, aku bisa menyayangi anak-anakku dengan penuh kehangatan dan kelembutan.”
Terkoneksi dengan diri sendiri
Psikolog Marchia menjelaskan, transisi perempuan menjadi seorang ibu yang merupakan fase sulit. Ia pun mengamini, peran sebagai ibu sangatlah tricky, butuh penyesuaian peran yang baik agar tak kehilangan diri.
“Seringkali ibu merasa bersalah ketika meninggalkan anak pergi ke luar rumah atau sekedar tidur siang. Padahal, seorang ibu juga butuh memprioritaskan dirinya juga agar identitas diri tidak memudar,” ujar Marchia.
Ia pun menambahkan, “Ini bukan hal egois tetapi artinya ibu itu terus bertumbuh, bersama anak, keluarga dan bahkan lingkungan sosial lainnya.”
Marchia menjelaskan, banyak cara yang bisa dilakukan ibu agar terhubung dengan diri sendiri. Mama bisa melakukan beberapa hal berikut ini:
- Sediakan waktu untuk diri sendiri di antara rutinitas harian
- Meluangkan waktu khusus dengan pasangan
- Membagi peran dengan pasangan
- Lakukan micro-connection, yaitu hal kecil yang menyenangkan dan memanjakan, seperti mandi air hangat, dengarkan musik, dan makan makanan favorit
- Berterima kasih pada diri sendiri
- Beri afirmasi positif pada diri sendiri
- Lakukan perawatan diri
- Jujur dengan perasaan sendiri
- Lakukan journaling rutin
Membantu para ibu
Di sesi akhir acara, kegiatan yang dilakukan berangkat dari konsep relax. Melalui konsep ini, peserta melakukan kegiatan paint by number. Peserta melukis di atas kanvas dengan mengikuti panduan angka yang tertera. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak para peserta benar-benar fokus pada diri sendiri dengan melakukan hal yang membuat rileks dan nyaman.
Acara “When A Woman Becomes A Mother” ini meninggalkan kesan mendalam bagi peserta. Gina Hendro memberikan kesan dan harapannya terkait acara ini. “Ketika pertama kali mendengar acara ini, langsung tertarik ikut karena bahasannya satu-kesatuan utuh, yaitu perempuan, istri, dan ibu. Kesan setelah mengikuti acara ini tentu dapat banyak insight dari peserta lain, dari psikolog juga,” kata Gina Hendro, salah seorang peserta.
Ia mengatakan, kegiatan ini bisa membantunya menjadi lebih baik. “Saya harap, saya bisa semakin tangguh, mandiri, dan bahagia dengan segala dinamika kehidupan.”
Mewakili penyelenggara, Nadhifa berharap, kegiatan ini bisa membantu para ibu. “Ibu bisa kembali terhubung ke dirinya, dapat mengembalikan energi fisik dan psikis yang terkuras, dan dapat melakukan penyesuaian peran di kehidupan sehari-hari,” katanya. [*]







