Cuan dari Bisnis Produk Digital

Ilustrasi bisnis produk digital. Foto oleh Fauxels untuk Canva Pro.
Share

digitalMamaID – Digitalisasi di Indonesia sudah merambah ke sektor bisnis. Perkembangannya telah menghadirkan bisnis produk digital. Bermunculan bisnis produk digital yang prospektif, apakah Mama tertarik?

Sebenarnya, produk digital sudah lama hadir di masyarakat. Beberapa yang familiar misalnya  pulsa isi ulang, token listrik, dan lagu format mp3 atau mp4.

Sejarah produk digital

Menurut beberapa sumber, produk digital telah mengalami perkembangan sejak beberapa dekade lalu. Berikut adalah sejarah singkatnya:

  1. Internet

Universitas Indonesia (UI) menjadi pelopor penggunaan internet di Indonesia. Pada tahun 1984, UI terhubung ke UUNet yang merupakan Internet Service Provider (ISP) pertama di Indonesia.

  1. Email

Pada tahun 1971, insinyur software Ray Tomlinson menciptakan sistem yang memungkinkan pengiriman pesan melalui komputer. Ia memperkenalkan simbol “@” untuk menunjukkan bahwa penerima berada di lokasi yang berbeda.

  1. Digital Marketing

Istilah digital marketing mulai dikenal pada 1990-an, mesin pencarian seperti Archie dan world wide web (www) membuka jalan bagi perkembangan digital marketing.

Apa itu produk digital?

Produk digital adalah produk yang diciptakan, didistribusikan, dan dikonsumsi secara digital atau non-fisik. Tidak hanya produk melainkan juga jasa dapat dikategorikan dalam bentuk digital. Produk digital adalah barang tidak berwujud dalam format digital, biasanya dikirimkan ke pembeli melalui unduhan atau email.

Saat ini di media sosial instagram banyak sekali tokoh atau influencer yang berlomba-lomba jual ebook misalnya tentang kiat sukses, kemudian jual kelas online atau webinar tentang edukasi, hingga berlangganan konten premium.

Contoh produk digital

Dikutip dari situs Bukalapak, terdapat beberapa contoh produk digital yang bisa jadi referensi Mama yang ingin memulai bisnis ini:

  • Ebook, buat ebook berdasarkan keahlian yang bisa dibagikan kepada orang lain. Publikasikan ebook secara mandiri.
  • Kursus Online, buka kursus online untuk keahlian seperti memasak, public speaking, atau menggambar.
  • Foto, jika memiliki hobi fotografi, jual hasil foto melalui platform seperti Shutterstock.
  • Software/Aplikasi, buat dan jual perangkat lunak atau aplikasi.
  • Game, jika memiliki keahlian dalam pengembangan game, ini bisa menjadi produk digital yang menarik.
  • Template Presentasi, Buat desain dan template presentasi yang menarik dan jual di platform online.
  • Musik digital
  • Keanggotaan atau membership sebuah program
  • Kelas online program comeback journey penulis milik Ibu Punya Mimpi.

Menjual produk digital

Bagaimana agar produk digital yang kita hasilkan bisa jadi cuan? Dikutip dari situs Niagahoster, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memulai bisnis ini.

  1. Identifikasi target pasar. Lakukan riset pasar untuk memahami kebutuhan dan minat calon pembeli. Pilih niche pasar yang sesuai.
  2. Buat value proposition yang menarik. Jelaskan manfaat produk dengan jelas. Tawarkan solusi yang memecahkan masalah bagi target pasar.
  3. Tentukan format produk. Pilih format yang sesuai, seperti ebook, kursus online, atau aplikasi.
  4. Pasang harga yang tepat. Pertimbangkan biaya produksi dan nilai produk. Bandingkan dengan produk serupa di pasar.
  5. Cegah potensi pembajakan produk. Pertimbangkan perlindungan hak cipta dan lisensi.
  6. Luncurkan produk digital. Gunakan platform online seperti website, media sosial, atau marketplace untuk memasarkan produk.
  7. Jadi reseller atau affiliate. Jika belum memiliki produk sendiri, bisa menjadi reseller atau affiliate marketing misalnya produk kelas online platform pendidikan.

Keunggulan dan tantangan bisnis produk digital

Meski terlihat menggiurkan, bisnis produk digital juga ini tidak hanya memiliki keunggulan saja. Ada tantangan tersendiri untuk mengembangkan bisnis ini, Mama! Simak keunggulan dan tantangan bisnis produk digital seperti disarikan dari Tempo.

Keunggulan

  • Menjadi penghasilan pasif, karena dapat diakses tanpa harus memproduksi fisik.
  • Skalabilitas, produk digital dapat diperbanyak tanpa biaya produksi tambahan.
  • Biaya rendah, tanpa persediaan fisik biaya overhead lebih rendah.
  • Target pasar yang lebih tepat, dengan menggunakan teknologi digital, bisnis dapat mengidentifikasi dan menjangkau target pasar yang lebih spesifik.
  • Kemudahan pemasaran dan promosi, dari iklan berbayar hingga pemasaran konten.

Tantangan

  • Keamanan, produk digital rentan terhadap serangan cyber, dapat mengancam keamanan data dan informasi pengguna. Untuk mengatasinya gunakan koneksi internet yang aman, buat password yang kuat dan unik, aktifkan autentikasi dua faktor (2FA), dan lindungi perangkat dengan antivirus, serta selalu perbarui perangkat lunak secara rutin

Meski bersaing dengan bisnis online lainnya, bisnis produk digital sangat menjanjikan dan patut dicoba. Semangat mencari cuan dari bisnis produk digital ya! [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *