Fitur iPhone Eksklusif tapi Diskriminatif, Emang Iya?

Ilustrasi fitur iPhone

iPhone sebagai salah satu ponsel ternama dituding punya fitur yang diskriminatif terhadap pengguna ponsel lain. Pasalnya, banyak fiturnya yang dibuat sedemikian rupa supaya “beda” dan eksklusif dibanding merk lain.

It’s the month of the year, Mama! Iya, Bulan September jadi waktu yang ditunggu-tunggu sama pencinta iPhone, karena biasanya di bulan ini, Apple meluncurkan produk terbaru. 

Tahun ini, Apple juga kembali memanjakan usernya dengan merilis iPhone 14, pada 9 September 2022. Dilansir dari situs resmi Apple, iPhone 14 ini akan mulai hadir di 46 Negara (belum termasuk Indonesia) mulai 16 September 2022. 

Apakah Mama sudah menyiapkan budget buat upgrade ke iPhone teranyar? 

Kayaknya harus siap merogoh kocek cukup dalam nih, karena kalau dilansir dari situs Kompas Tekno, harga iPhone 14 berkisar dari Rp 18-38 Juta. Ini tentu belum termasuk aksesoris seperti charger, karena mulai dari perilisan series 11, Apple enggak lagi menjual charger sekaligus dalam 1 paket. 

Walau belum resmi rilis, sudah banyak yang bikin ulasan singkat dari ponsel yang digadang-gadang jadi yang paling canggih di tahun ini. 

Oh iya, walau harganya cukup pricey, tapi, enggak menyurutkan minta para pembeli buat order segera loh. Dilansir dari Timesofnews, jumlah pemesan lewat jalur pre-order untuk iPhone 14 meningkat 45% dibanding pemesanan untuk iPhone 13 tahun lalu. 

Sebenarnya kenapa sih orang-orang segitunya sama ponsel yang logonya ikonik ini? Memang ngejar fiturnya yang menawan atau buat nunjukin pride aja sama kawan-kawan? 

Fitur iPhone Andalan: Privasi Data

Privacy, That’s iPhone. Tagline iklan Apple yang dirilis pada Mei 2022 lalu, cukup banyak menarik perhatian. Privasi data memang sering disebut jadi salah satu keunggulan produk milik Apple ini. 

Fitur App Tracking Transparency jadi salah satu cerminan keunggulan iPhone ini. Dilansir dari 9to5 Mac, fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengontrol data-data yang akan dikurasi oleh aplikasi yang diinstalnya. 

Jadi, enggak akan ada lagi aplikasi yang “mencuri” data pengguna seenaknya buat kepentingan iklan. 

Gimana sih maksudnya? Contoh sederhananya gini, tiap aplikasi biasanya menyedot data dari ponsel pengguna, semisal browsing history atau bahkan kontak kerabat. Keperluannya ya, supaya mereka bisa menyuguhkan iklan yang relate sama pengguna. 

Biasanya, kita enggak sadar bahwa mereka diam-diam udah bisa ngintip aktivitas yang kita lakukan di HP. Nah, di iPhone, akan ada pilihan untuk tidak mengizinkan aplikasi melacak kegiatan kita di ponsel. 

Dari artikel di Geeksmodo, Apple juga punya pertahanan canggih yang bikin ponselnya susah banget diretas. Kalau pun ada upaya peretasan, iPhone biasanya langsung memperbaiki di iOs terbaru. 

Ilustrasi Fitur iPhone
Ilustrasi fitur iPhone

Punya Fitur Eksklusif, Tapi Dianggap Diskriminatif

Selain fitur transparansi untuk aplikasi, iPhone juga punya sejumlah layanan eksklusif yang juga masuk keunggulannya. 

Namun, keeksklusifan ini tak ayal banyak juga mengandung kritikan. Salah satunya fitur iMessage di iPhone yang dinilai diskriminatif. Loh, kok bisa? 

Iya, sebelumnya, fitur iMessage ini dibuat jadi aplikasi mengirim pesan khusus untuk pengguna iPhone. Serupa dengan Blackberry Messenger untuk pengguna Blackberry. 

Namun, karena banyaknya kritikan tentang fitur ini, pada 2016, Apple akhirnya mengubah keeksklusifan fitur ini menjadi aplikasi mengirim pesan biasa. Ini berarti pengguna ponsel lain juga bisa mengirim pesan kepada pengguna iPhone lewat iMessage ini. 

Tapi, bukan Apple namanya kalau enggak menjunjung tinggi eksklusifitas. Fitur ini memang udah “terbuka” buat ponsel lain, tapi akan ada perbedaan ketika pengguna ponsel yang bukan dari Apple kirim pesan. 

Pesan dari ponsel lain akan masuk dengan warna hijau, berbeda dengan dari pengguna iPhone yang berwarna biru. 

Hal ini juga mengundang banyak kritik yang menganggap lagi-lagi Apple masih diskriminatif sama pengguna non-iPhone. 

Studi terbaru yang diterbitkan Wall Street Journal bahkan menyebut, fitur yang dianggap diskriminatif ini merusak mental pengguna ponsel Android dan Google. 

Para pelajar dan mahasiswa di AS yang diwawancarai untuk studi ini mengaku dibully ketika ketahuan pakai ponsel non-iPhone dari fitur iMessage. 

“Mereka mengatakan takut dikucilkan karena teks hijau [di iMessage]. Tekanan sosial sangat terasa, dengan beberapa laporan kasus bullying setelah beralih dari iPhone,” lengkap laporan WSJ yang dirilis pada 8 Januari 2022. 

Enggak cuma green text yang mendatangkan pressure buat remaja, fitur emoji 3 dimensi atau yang disebut “memoji” juga jadi biang kerok. 

Biasanya para anak muda selalu memanfaatkan penggunaan memoji di media sosial juga aplikasi mengirim pesan. Sehingga menimbulkan peer pressure bagi mereka yang tak bisa pakai fitur tersebut. 

“Apple telah secara efektif menciptakan fitur jaringan sosial yang membuat pengguna, seperti terperangkap,” sebut Wall Street Journal. 

Kritikan dari Kompetitor

Laporan terbaru WSJ ini mendapat perhatian dari petinggi Google serta Android. Hiroshi Lockheimer, Wakil Presiden Google sempat mencuit kritikannya yang menyebut strategi pemasaran Apple dalam iMessage ini harus diperbaiki. 

“Apple menggunakan “peer pressure” dan intimidasi sebagai cara untuk menjual produk, padahal perusahaan ini sering menggaungkan kemanusiaan dan kesetaraan sebagai bagian inti dari pemasarannya,” ungkapnya dalam akun Twitter @lockheimer (09/01/2022). 

Enggak cuma Google yang nanggepin, akun Twitter resmi Android juga turut mencuit keprihatinannya. “iMessage seharusnya tidak mendapat manfaat dari intimidasi. Mengirim pesan teks harusnya menyatukan kita,” jelas akun @Android (09/01/2022). 

Mereka juga mengajak Apple untuk mengubah fitur-fitur iPhone yang dianggap diskriminatif ini untuk kemaslahatan bersama. 

Jadi, Worth Buying Enggak Nih? 

Walau mengundang banyak kritikan karena fitur eksklusif yang dimiliki iPhone, kita juga enggak bisa membantah bahwa produk andalan Apple ini juga memang punya performa bagus. Dari tampilan, kamera, hingga user experience nya. Ya, kalau memang enggak bagus, enggak mungkin kan orang sampai rela antre buat PO iPhone terbaru setiap tahunnya?

Yang pasti mau apapun pilihan ponselnya, kita harus bisa memanfaatkan sebaik-baiknya ya Mama. jangan lupa, kita beli sesuai kebutuhan juga, jangan maksain beli model terbaru cuma karena gengsi takut dibully Mama-Mama lain pas nganterin anak sekolah. Hehehe. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *