digitalMamaID – Roblox resmi merilis dua akun baru berbasis usia bernama Roblox Kids dan Roblox Select. Fitur ini dirancang khusus untuk pengguna di bawah usia 16 tahun. Langkah ini dilakukan untuk membuat pengalaman bermain lebih aman dan sesuai usia anak.
Indonesia menjadi salah satu negara yang lebih dahulu dapat peluncuran fitur ini. Secara resmi fitur ini akan diterapkan secara global pada Juni 2026 di negara Selandia Baru, Australia, Belanda dan negara lainnya.
Menurut Roblox, tujuan utama perubahan ini adalah membuat perlindungan anak lebih sesuai dengan tahap usia mereka. Dengan mengetahui umur pengguna secara lebih akurat, Roblox mengaku bisa membatasi interaksi antara anak-anak dan orang dewasa yang tidak mereka kenal.
Pengalaman bermain sesuai kelompok usia

Lewat sistem baru ini, secara sederhana, Roblox akan membagi pengalaman bermain anak berdasarkan kelompok usia. Anak usia lima hingga delapan tahun akan masuk ke kategori Roblox Kids, sementara pengguna usia Sembilan hingga 15 tahun masuk ke Roblox Select. Setelah berusia 16 tahun ke atas, pengguna akan menggunakan akun Roblox standar.
Pada akun Roblox Kids, anak hanya bisa mengakses gim dengan tingkat konten yang ringan atau sangat ringan. Fitur chat juga otomatis dimatikan dan hanya bisa diaktifkan oleh orangtua melalui akun yang terhubung. Selain itu, orangtua mendapatkan kontrol yang lebih luas untuk mengatur pengalaman bermain anak mereka.
Sementara itu, Roblox Select ditujukan untuk remaja usia sembilan hingga 15 tahun. Pengguna di kategori ini bisa mengakses lebih banyak jenis gim, termasuk yang memiliki tingkat konten moderat. Fitur chat mulai diperkenalkan secara bertahap dengan sejumlah sistem pengamanan tambahan yang disesuaikan dengan usia pengguna dan wilayah tempat mereka tinggal.
Roblox menjelaskan, tidak semua gim otomatis bisa muncul di Roblox Kids maupun Roblox Select. Setiap gim harus melewati proses pemeriksaan berlapis yang mencakup moderasi otomatis, peninjauan oleh manusia, hingga verifikasi pengembang gim. Beberapa jenis konten, seperti tema sensitif, ruang pergaulan bebas, atau fitur menggambar bebas, dibatasi hanya untuk pengguna yang sudah cukup usia.
Verifikasi usia
Untuk menentukan kategori akun, Roblox akan menggunakan sistem verifikasi usia. Pengguna dapat memverifikasi umur melalui identitas resmi atau teknologi estimasi usia menggunakan kamera perangkat. Menurut Roblox, foto dan video yang digunakan dalam proses tersebut akan dihapus setelah pemeriksaan selesai demi menjaga privasi pengguna.
Tidak lupa, Roblox juga menerapkan sistem transisi otomatis. Pengguna akan berpindah dari akun Roblox Kids ke Roblox Select saat berusia 13 tahun dan beralih ke akun standar ketika mencapai usia 16 tahun. Bagi pengguna yang belum menyelesaikan verifikasi usia, akses akan dibatasi hanya pada konten ringan, serta tidak dapat menggunakan fitur chat, terlepas dari usia sebenarnya.
Orangtua juga kini dapat mengatur rating konten, membatasi komunikasi , mengatur waktu bermain hingga memantau aktivitas anak termasuk gim yang dimainkan dan daftar teman mereka.
Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap keamanan anak di platform digital. Dalam beberapa tahun terakhir, Roblox beberapa kali mendapat kritik terkait risiko paparan konten tidak pantas, interaksi dengan orang asing, hingga potensi eksploitasi anak di ruang permainan daring.
Melalui sistem akun berbasis usia ini, Roblox berharap orang tua bisa memiliki kendali lebih besar terhadap aktivitas anak saat bermain, sementara anak tetap dapat menikmati pengalaman bermain yang sesuai dengan usia mereka.
Roblox mendorong keterlibatan orangtua

Sejak awal, Roblox telah memiliki perlindungan bawaan yang ketat. Menurut keterangan Roblox, pihaknya tidak pernah mendukung berbagi gambar atau video dalam obrolan. Obrolan di Roblox tidak pernah dienkripsi, sebuah pilihan yang disengaja agar dapat memantau semua obrolan untuk bahasa yang tidak pantas. Seiring munculnya inovasi baru dan diberlakukannya peraturan global baru, Roblox terus beradaptasi dan memperluas sistem keamanannya.
Saatnya orangtua terlibat lebih banyak dengan aktivitas digital anak, termasuk bermain Roblox. Tiga hal yang Mama dan Papa bisa lakukan antara lain:
-
Jika orangtua hanya punya waktu untuk melakukan satu hal, mereka harus membuat akun orangtua yang terhubung.
Menurut Roblox, menghubungkan akun orangtua dengan akun anak merupakan cara paling efektif untuk memantau aktivitas anak di platform. Dengan fitur tersebut, orangtua dapat melihat game yang dimainkan anak, berapa lama mereka bermain, serta daftar teman yang mereka miliki, sehingga memudahkan orangtua untuk berdiskusi mengenai aktivitas digital anak.
-
Pelajari tentang Kontrol Orangtua (Parental Control).
Roblox juga menyediakan fitur Kontrol Orangtua yang memberi keleluasaan untuk mengatur durasi bermain, membatasi pengeluaran, hingga memilih teman dan game yang dapat diakses anak. Orangtua juga bisa memastikan informasi usia anak sudah benar sehingga sistem keamanan yang diterapkan sesuai dengan kelompok umurnya.
-
Mulailah bermain game dengan anak
Orangtua adalah pihak yang paling memahami kesiapan anak dalam beraktivitas di dunia digital. Dengan ikut bermain, orangtua dapat lebih memahami cara anak menggunakan Roblox sekaligus membuka ruang diskusi tentang keamanan berinternet, etika berinteraksi secara online, serta langkah yang perlu dilakukan jika menemukan pengguna yang berperilaku tidak pantas. Roblox juga menyediakan berbagai panduan untuk membantu orang tua mendampingi anak saat menggunakan platform tersebut.
Langkah Roblox memisahkan akun pengguna anak patut diapresiasi. Tapi, tugas orangtua tidak tuntas begitu saja. Keterlibatan orangtua jadi parental control paling utama.[*]






