Skip to content
digitalMamaIDdigitalMamaID
  • Home
  • Literasi Digital
  • Parenting Era Digital
  • Gaya Hidup Digital
  • Review
  • Tutorial
  • Ragam
  • Screenscore
  • Cerita Mama
  • Rekomendasi
  • Editor's Choice, Gaya Hidup Digital

Bukan Error, Followers Instagram Turun Diduga karena Pembersihan Akun Bot

  • POSTED ON May 11, 2026
  • 10:54 pm
  • BY Alin Imani
Ilustrasi followers instagram turun
Share

digitalMamaID – Beberapa hari terakhir, warganet ramai ramai membicarakan soal followers Instagram turun. Fenomena ini terjadi pada akun-akun besar dalam waktu singkat dan dalam gelombang besar, termasuk selebritas dunia, atlet, hingga brand global. Banyak netizen menyebut fenomena ini sebagai “Great Bot Purge 2026”, yakni dugaan pembersihan akun bot dan akun tidak aktif oleh Instagram dan Meta. Apakah followers Mama juga ikut turun?

Nama-nama besar seperti Kylie Jenner, BTS, Taylor Swift, hingga Cristiano Ronaldo disebut kehilangan jutaan pengikut hanya dalam hitungan hari. Sementara itu, di Indonesia sendiri, selebritas Luna Maya dan Shireen Sungkar kehilangan ratusan ribu pengikut.

Jumlah followers instagram turun
Selebritas Indonesia, Luna Maya kehilangan 800 ribu followersnya dalam pembersihan Meta.

Hal ini rupanya tidak hanya berdampak pada kreator besar, kreator kecil pun ikut merasakan dampaknya. Banyak pengguna awalnya mengira Instagram sedang mengalami error sebelum akhirnya muncul dugaan adanya pembersihan massal oleh Meta. Meski demikian, hingga kini Meta belum mengeluarkan pengumuman resmi khusus mengenai “Great Bot Purge 2026”.

Kreator kecil pun ikut terdampak

Disadur dari Yahoo, akun-akun besar memang lebih rentan diikuti bot dan akun spam karena memiliki visibilitas sangat tinggi. Saat Instagram membersihkan akun tidak autentik, dampaknya otomatis terlihat lebih besar pada akun dengan ratusan juta pengikut.

Selain itu, Yahoo menyebut fenomena ini bisa mengubah cara brand menilai influencer. Jika sebelumnya jumlah followers menjadi ukuran utama popularitas kreator, kini engagement nyata lewat konten original diprediksi akan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar angka pengikut.

Meta mengonfirmasi secara tidak langsung

Meski belum memberikan pernyataan resmi terkait “Great Bot Purge 2026”, Meta sebenarnya memiliki kebijakan aktif terhadap akun palsu dan aktivitas tidak autentik. Lewat Meta Transparency Center, Meta menjelaskan, mereka secara aktif menangani akun palsu, spam, dan aktivitas engagement tidak autentik demi menjaga integritas platform.

Meta juga menegaskan, penghapusan akun palsu menjadi salah satu fokus utama penegakan kebijakan di platform mereka, termasuk Facebook, Instagram dan Threads. Kebijakan tersebut mencakup aktivitas pembelian followers, penggunaan bot otomatis, click farm, serta aktivitas yang memanipulasi interaksi pengguna secara tidak alami.

Instagram sendiri memiliki aturan serupa dalam Instagram Community Guidelines. Dalam panduan komunitas tersebut, Instagram melarang pengguna untuk:

  • meningkatkan followers secara artifisial
  • menggunakan aplikasi otomatis
  • menyebarkan spam
  • menciptakan engagement palsu

Dari apa yang dialami banyak pengguna Instagram beberapa hari lalu, banyak netizen menduga penurunan followers massal yang terjadi pekan lalu berkaitan dengan sistem pembersihan rutin Meta terhadap akun-akun tidak autentik.

Perbedaan fake account dan ghost follower

Dalam pembersihan yang diduga dilakukan oleh Meta, fokus utama yang dibersihkan adalah fake account dan ghost follower. Fake account adalah akun palsu atau tidak autentik, sedangkan ghost follower adalah pengikut yang pasif atau tidak aktif berinteraksi. Sebagian ghost followers berasal dari fake account dan bot otomatis.

Tujuan pembuatan akun palsu sendiri bisa bermacam-macam, mulai dari spam, manipulasi engagement, jual beli followers, hingga penggunaan bot otomatis. Karena itu, keberadaan akun-akun tersebut dianggap dapat memengaruhi kualitas interaksi di media sosial.

Fenomena ini sudah lama menjadi perhatian platform media sosial karena dapat memengaruhi kualitas engagement dan data audiens. Dalam industri influencer marketing, jumlah followers sering dijadikan indikator popularitas, padahal angka tersebut belum tentu mencerminkan audiens aktif yang nyata.

Bukan pertama kali terjadi

Pembersihan akun palsu yang menyebabkan followers Instagram turun sebenarnya bukan hal baru. Pada 2014, platform tersebut pernah melakukan penghapusan jutaan akun spam dalam operasi yang dikenal publik sebagai “Instagram Rapture”, seperti yang ditulis oleh The New York Times. Saat itu, pendiri Instagram Kevin Systrom mengatakan, Instagram secara rutin menonaktifkan akun spam demi meningkatkan pengalaman pengguna.

Kini, lebih dari satu dekade kemudian, Meta tampaknya masih melanjutkan kebijakan serupa dengan pendekatan teknologi AI yang lebih canggih untuk mendeteksi aktivitas tidak autentik. Fenomena ini memperlihatkan, jumlah followers bukan satu-satunya ukuran pengaruh di media sosial. Ke depan, kualitas audiens dan engagement nyata kemungkinan akan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar angka pengikut. [*]

PrevPreviousApa Hukum Kurban Online Menurut Syariat Islam?
NextPolemik Homeless Media: Saat Informasi Publik Bergeser ke Media SosialNext

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

NATEE MAPEEAN/Ilustrasi bosan.

4 Kegiatan ini Ampuh Usir Bosan!

Tips Mengolah Si Pahit Jadi Hidangan Favorit

Ilustrasi tragedi 1965 dan reformasi 1998

5 Buku tentang Ingatan Kelam Indonesia: Dari Tragedi 1965 hingga Reformasi 1998

FERLISTOCKPHOTO/Getty Image Ilustrasi ayah dan anak.

5 Aktivitas Ayah dan Anak Hemat Biaya tapi Bikin Hari Ayah Makin Bermakna

Dear Netizen, Review Google Maps Sembarangan itu Enggak Keren!

Buku Parenting di Negara Gagal

Parenting di Negara Gagal: Saatnya Orangtua Bersolidaritas!

ORDER MERCHANDISE

Digitalmama

Tentang kami
Hubungi kami
Pedoman media siber
Copyright 2026 © Digitalmama.id
  • Home
  • Literasi Digital
  • Parenting Era Digital
  • Gaya Hidup Digital
  • Review
  • Tutorial
  • Ragam
  • Screenscore
  • Cerita Mama
  • Rekomendasi
  • Newsletter