digitalMamaID — Di tengah ritme sahur, berbuka, dan segala persiapan rumah yang terasa lebih padat, bacaan Ramadan bisa menjadi jeda yang menenangkan untuk Mama. Bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang, tapi ruang kecil untuk mengisi ulang hati dan pikiran.
Ramadan bukan hanya tentang menahan haus dan lapar. Tetapi waktu yang pas untuk pelan-pelan menata kembali hati dan pikiran. Di tengah rutinitas harian menyiapkan sahur, berbuka, dan membersamai keluarga, Mama tetap bisa menyisihkan sedikit waktu untuk diri sendiri, walau hanya beberapa menit untuk duduk tenang dan recharge.
Lewat buku, kita bisa belajar dan diingatkan kembali dengan cara yang ringan. Mulai dari bacaan refleksi, fiksi yang relate dengan kehidupan, tadabbur Al-Qur’an, sampai kisah siroh yang penuh pelajaran. Semoga rekomendasi ini bisa jadi teman Ramadan Mama, bukan hanya mengisi waktu, tapi juga menemani proses bertumbuh dengan lebih sadar dan bermakna.
Berikut lima rekomendasi buku yang bisa menemani Mama saat Ramadan:
1. Reclaim Your Heart

Penulis: Yasmin Mogahed
Penerbit : Noura Publishing
Dunia itu seperti samudra, dan hati kita adalah kapal. Kalau kita biarkan air laut masuk, kapal kita perlahan akan karam. Demikianlah yang terjadi kalau kita bebaskan dunia merasuki kita.
Reclaim Your Heart merupakan kumpulan esai yang terdiri dari tujuh bab dengan berbagai tema. Mengangkat tema yang dekat dengan keseharian seperti: keterikatan, cinta, penderitaan, hubungan dengan sang pencipta, status perempuan, umat, dan puisi.
Buku ini membawa kita menempuh berbagai perjalanan-perjalanan penulisnya, perjalanan Nabi Muhammad SAW dan perjalanan Al-Quran yang kesemuanya dapat kita refleksikan ke dalam perjalanan hidup kita sendiri.
Yasmin Mogahed dalam bukunya menyentuh berbagai aspek kehidupan dengan terus mengingatkan tujuan dan makna hidup sejati. Dia juga menyinggung bahwa di balik semua duka dan kepedihan hidup ada pelajaran dan tanda dari Allah untuk kita. Jika kita mampu melihatnya dengan kacamata kesyukuran, kita akan merasakan betapa luasnya kasih sayang Allah.
Buku yang diterjemahkan dari Bahasa Inggris ini membuat kita leluasa melakukan refleksi, demi mendapatkan persepsi baru tentang hidup, duka, cinta, bahagia. Persepsi baru yang akan menghindarkan kita dari tenggelam ke dalam jebakan pesona dunia. Reclaim Your Heart adalah pengingat tentang bagaimana kita menjalani hidup. Membantu kita memahami dan menerima kesulitan, kehilangan, cinta serta kesedihan. Pengetahuannya bisa diterapkan bagi Muslim juga siapa saja dengan gaya penulisan yang mudah dipahami.
Jika tertarik, bisa membelinya di sini, ya!
2. Green Deen – Inspirasi Islam dalam Menjaga dan Mengelola Alam

Penulis: Ibrahim Abdul Matin
Penerbit : Zaman
“Bumi adalah masjid,” tutur Nabi; selain berarti kita boleh mengerjakan salat di tempat manapun yang bersih dan suci, ada pesan tersirat untuk memelihara alam. Dekat dengan Tuhan, ramah dengan lingkungan, dan saling menjaga satu sama lain di planet kita.
Green Deen atau “Agama Hijau” karya Ibrahim Abdul Matin merupakan sebuah pemahaman yang didasarkan atas prinsip-prinsip menjalankan Islam memadukan ajaran Islam dengan kesadaran lingkungan untuk menjaga bumi. Buku ini menekankan peran manusia sebagai khalifah (penjaga) yang harus menjaga keseimbangan alam berdasarkan prinsip tauhid, ayat, amanah, dan keadilan.
Secara konkret, buku dengan judul asli Green Deen: What Islam Teaches about Protecting the Planet ini menyodorkan empat tema utama lingkungan; limbah, energi, air dan makanan. Masing-masing bagian menyajikan masalah dan menawarkan solusi yang terinspirasi dari ayat-ayat Al-Quran dan hadis-hadis Nabi yang mendukung prinsip “agama hijau”, juga dari para muslim yang hidup dengan prinsip tersebut. Tujuan pokoknya adalah membangun harmoni antara kedalaman spiritual dan kesadaran terhadap lingkungan.
Green Deen menegaskan peran kita sebagai khalifah di bumi. “Wakil Tuhan” yang memiliki peran untuk menjaga dan merawat bumi sebagai konsekuensi logis karena telah dipercaya untuk mendiaminya. Buku ini memberikan perspektif yang sangat relevan tentang bagaimana Islam memberikan arahan dalam mengelola lingkungan hidup, serta menantang kapitalisme/konsumerisme akut yang merusak alam. Cocok untuk pembaca yang ingin menyelaraskan nilai spiritual Islam dengan pelestarian lingkungan.
Ingin membacanya? Intip di sini!
3. 30 Days Make it Better
Penerbit : Quran Review
30 Days Make it Better merupakan buku yang membahas tentang 30 ayat di Al-Quran. Semacam buku tadabbur Al-Quran yang dikemas dengan bahasa santai dan diksi yang mudah. Konsepnya seperti pembaca dinasehati tanpa menggurui setiap hari selama 30 hari.
Tiap bab membahas secara detil tentang ayat yang diambil dari setiap juz dalam Al-Quran. Diceritakan mulai dari sebab ayat diturunkan hingga bagaimana kita memetik hikmahnya. Setiap 2-3 halaman pembaca mendapat pemahaman tentang makna satu ayat Al-Quran dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Hari keempat : Ali Imran ayat 102 Pernah gak sih kita itu terfikir; kira-kira apa sih sebenarnya yang Allah pengenin dari diri kita? Mau Allah itu apa sih dari diri kita? Kenapa kita hidup di dunia ini? Apa tujuannya? Lalu kita belajar Al-Quran, di sana ketemu tuh jawabannya, kita sebagai manusia, Alla pengen banget diri kita itu berubah. Allah ingin suatu perubahan dari diri kita.
Petikan di atas jadi contoh bagaimana buku ini “ngobrol” dengan pembacanya, sederhana tapi kena. 30 Days Make it Better memandu kita belajar tadabbur Al-Quran secara praktis dengan gaya penulisan tafsirnya seperti sebuah percakapan yang mengajak kita merenung. Cocok untuk yang ingin dekat dengan Al-Quran tanpa ada istilah gak ngerti atau susah dipahami. Sangat beginner friendly karena dilengkapi dengan gambar yang eye catching. Di bulan ramadan ini, 30 Days Make it Better bisa menjadi teman belajar yang baik bagi umat Muslim.
Penasaran? Cek di sini, Mama!
4. The Glory Story of Two Umars

Penulis: Fuad Abdurahman
Penerbit : Rene Islam
Di dunia yang kerap tidak menentu seperti sekarang, hadirnya pemimpin yang mampu menciptakan keadilan dan membawa kesejahteraan tentu menjadi dambaan. Sayangnya, di era saat ini sosok pemimpin yang demikian amat langka dan sulit ditemukan.
The Glory Story of Two Umars menghadirkan inspirasi melalui teladan kepemimpinan melalui kisah dua pemimpin besar, penjaga keadilan, dan kebijaksanaan. Umar bin Khattab dan Umar bin Abdul Aziz. Dua sosok ini bukan sekadar pemimpin yang cakap dalam mengelola negara, melainkan teladan hidup bagi semua yang berada di bawah naungan kepemimpinan mereka.
Fuad Abdurahman mengajak pembaca untuk menyelami perjalanan kepemimpinan kedua lelaki mulia ini. Di tangan mereka, keadilan bukan hanya sebuah konsep, tetapi menjadi napas dalam setiap kebijakan yang diambil. Umat Islam hidup dalam kedamaian dan ketentraman, membawa harapan baru dan semangat untuk mengikuti jejak mereka berdua.
Diceritakan layaknya sebuah novel, The Glory of Two Umar membawa kita ke masa lampau untuk mengikuti sepak terjang para Umar membersamai rakyatnya. Setiap kisahnya diberi judul untuk mempermudah pembaca. Pada halaman tertentu diselipkan ayat-ayat sebagai penegas aturan yang dibuat. Salah satu bagian paling menyayat sekaligus membuktikan keadilan Umar bin Khatab yaitu ketika Umar menghukum cambuk anaknya karena telah meruda paksa seorang perempuan.
Melalui penggambaran yang hidup, buku ini mengingatkan bahwa kita pernah memiliki pemimpin jujur, berintegritas, dan sepenuhnya berpihak pada rakyat. Di mana hal tersebut masih sangat relevan untuk diteladani saat ini. Namun, sekaligus menjadi sebuah pengandaian bersama kapan memiliki pemimpin seperti duo Umar untuk negeri ini.
Miliki bukunya lewat link ini!
5. Kambing dan Hujan

Penulis : Mahfud Ikhwan
Penerbit : Bentang Pustaka
Mift tumbuh dalam tradisi Islam modern. Latar belakang itu tidak membuatnya ragu mencintai Zia yang merupakan seorang tokoh Islam tradisional. Namun, seagama tidak membuat hubungan mereka baik-baik saja. Perbedaan cara ibadah dan waktu hari raya serupa jembatan putus uang memisahkan keduanya, termasuk rencana pernikahan mereka.
Novel Kambing dan Hujan pertama kali mencuri perhatian publik setelah memenangkan Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta tahun 2014. Novel ini juga pernah ditetapkan sebagai karya sastra terbaik dalam Penghargaan Jakartabeat 2015 dan buku terbaik 2015 oleh Mojok.co. Pengakuan ini terasa layak, karena Mahfud Ikhwan menghadirkan cerita yang hangat sekaligus reflektif. Mengangkat kisah cinta ringan yang mengajak pembaca masuk ke ruang-ruang sosial yang akrab bagi masyarakat Indonesia, yaitu konteks keberagaman praktik keislaman yang hidup berdampingan.
Tema yang diangkat berpusat pada dinamika dua organisasi Islam besar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Benang merah ini dimunculkan melalui kisah Mif dan Zia, dua tokoh yang saling menyayangi tetapi harus berhadapan dengan perbedaan pandangan, meski berasal dari agama yang sama. Namun, yang menjadi fondasi konflik cerita adalah generasi orang tua mereka, yakni Pak Is dan Pak Fauzan. Melalui keduanya, pembaca diajak melihat bagaimana perbedaan itu telah berakar sejak lama, membentuk cara pandang, sikap, bahkan jarak yang tak selalu mudah dijembatani. Hubungan mereka menjadi cermin nyata bagaimana perbedaan yang tampak “kecil” dalam praktik bisa berdampak besar dalam kehidupan personal.
Lewat novel ini, Mahfud Ikhwan mendidik pembaca dengan ilmu dan informasi tentang kedua organisasi islam tanpa judgement. Ia menuliskannya secara imbang dan objektif, tanpa menghakimi salah satu pihak. Terlihat pula bahwa novel ini ditopang oleh riset yang matang, terutama dalam menggambarkan tradisi, sudut pandang, dan praktik keagamaan masing-masing kelompok.
Kambing dan Hujan bisa menjadi teman bacaan untuk mengajarkan toleransi, kelapangan hati dalam menerima dan mengakui perbedaan. Serta memahami bahwa perbedaan tidak selalu harus dipertentangkan, melainkan bisa dirawat melalui dialog dan saling pengertian, terutama dalam konteks Indonesia yang penuh dengan keberagaman.
Mama bisa membeli bukunya di sini, ya!
Selamat menemukan makna dalam setiap pilihan bacaan Ramadan, Mama! Jangan lupa untuk tetap membaca Al-Quran sebelum membaca buku pilihan Mama, ya! [*]






