Membuat Resolusi yang Realistis

Share

digitalMamaID — Membuat resolusi tahun baru menjadi sangat penting bagi sebagian orang. Tahun baru menjadi momentum kembali berada di garis start dan memulai hari dengan semangat yang menggebu-gebu.

Membuat daftar resolusi tahun baru juga berfungsi sebagai kompas kehidupan yang akan memberikan kita arah tujuan hidup selama 12 bulan ke depan. Karena tanpa arah yang jelas, kita seringkali terjebak dengan rutinitas harian yang monoton atau bahkan mengalami kemunduran tanpa kita sadari.

Sayangnya, semangat yang membara di awal Januari ini kadang kala memudar seiring bertambahnya bulan. Daftar resolusi yang telah dibuat sebelumnya seolah menguap begitu saja. Bukan karena tidak mampu, melainkan karena kadang target yang dibuat tidak realistis dan diukur dengan kemampuan diri untuk mencapainya.

Hal tersebut diungkapkan oleh psikolog klinis di Personal Growth, Phoebe Ramadina M.Psi. Menurutnya fenomena ini terjadi bukan karena manusia tidak mampu, melainkan karena target yang ditetapkan sering kali terlalu abstrak atau tidak realistis. Padahal, perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten.

“Mulailah dari langkah kecil yang realistis, fokus pada proses, dan beri apresiasi pada setiap kemajuan sekecil apa pun,” kata Phoebe dilansir dari ANTARA, Rabu, 31 Desember 2026.

Menurut Phoebe ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membuat resolusi tahun baru.

Membuat resolusi yang realistis

Menurut Phoebe, dalam membuat resolusi, penting untuk melihat secara realistis dan sesuai dengan nilai hidup, karena kebanyakan orang menetapkan resolusi yang terlalu umum, terlalu tinggi atau terlalu banyak dalam satu waktu sehingga terasa berat dijalankan sejak awal.

Tidak membandingkan diri dengan pencapaian orang lain

Phoebe juga menyarankan untuk tidak membandingkan pencapaian diri dengan orang lain, karena setiap orang memiliki ritme dan tantangan hidup yang berbeda agar tercipta rencana masa depan yang sehat.

“Resolusi yang sehat sebaiknya spesifik, jelas, bisa diukur, dan dapat dilakukan secara bertahap. Resolusi juga perlu relevan dengan kebutuhan emosional dan situasi hidup kita sekarang, bukan sekadar mengikuti standar orang lain,” kata psikolog lulusan Universitas Indonesia ini.

Dengan resolusi yang jelas dan terukur, katanya, otak akan lebih mudah membangun kebiasaan baru karena targetnya terasa mungkin untuk dicapai, bukan menakutkan.

Membuat resolusi yang selaras dengan kebutuhan

Membuat resolusi yang selaras dengan kebutuhan pribadi dan dilakukan secara bertahap, akan jauh lebih mungkin dijalani dengan perasaan senang dan konsisten. Dibandingkan membuat resolusi yang terlalu tinggi justru akan membuat kita merasa tertekan untuk mencapainya.

Perasaan menerima jika ada resolusi yang gagal

Sementara jika resolusi tahun lalu ada yang tidak tercapai bukanlah tanda kegagalan, melainkan sinyal ada faktor tertentu yang perlu dievaluasi seperti target yang kurang realistis, perubahan kondisi hidup atau kelelahan fisik dan emosional yang tidak diperhitungkan sebelumnya.

“Yang terpenting adalah melakukan refleksi, bukan menghakimi diri. Kita perlu bertanya dengan jujur pada diri sendiri tentang hambatan apa yang muncul, lalu menyesuaikan kembali target agar lebih sesuai dengan kapasitas kita. Sikap ini membantu kita belajar dari pengalaman, dan tidak tenggelam dalam rasa bersalah,” kata Phoebe.

Tidak memaksakan semua resolusi harus tercapai

Phoebe juga menekankan bahwa resolusi tahunan tidak harus selalu tercapai sepenuhnya. Karena tidak tercapainya resolusi tidak membuat seseorang menjadi pribadi yang gagal atau kurang berharga, melainkan bisa saja menandakan bahwa pribadi mereka yang bertumbuh, prioritas hidup berubah, atau menjadi lebih sadar akan batasan kemampuan diri.

Terakhir Phoebe menambahkan, resolusi sebaiknya dipandang sebagai alat refleksi dan arah pertumbuhan, bukan sebagai kontrak mutlak yang harus dipenuhi tanpa mempertimbangkan dinamika kehidupan. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

ORDER MERCHANDISE