Membantu Anak Mengenali Emosi Sejak Dini

Ilustrasi mengenali emosi sejak dini.
Share

digitalMamaID – Kecerdasan emosional memiliki peran yang penting bagi anak. Langkah awal untuk membantu anak mengembangkan kecerdasan emosional yang baik adalah dengan mengajarkan anak mengenali emosi diri sendiri. Bagaimana caranya?

Pada riset berjudul “Systemic Social and Emotional Learning: Promoting Educational Success for All Preschool to High School Students” yang dipublikasikan di American Psychologits pada 2020 menyebutkan, mengenali emosi akan membantu anak untuk bisa mengekspresikan dan mengelola emosi dengan baik, membina hubungan sosial yang sehat, serta menjadi pribadi yang matang secara emosional. Hal tersebut tentunya dapat membantu anak untuk bisa berhasil beradaptasi di lingkungan sosial hingga mereka dewasa nantinya.

Langkah awal untuk membantu anak mengembangkan kecerdasan emosional yang baik adalah dengan mengajarkan anak untuk mengenali emosi diri sendiri dan orang lain. Menurut Reesa Sorin dalam bukunya “Understanding Children’s Feelings: Emotional Literacy in Early Childhood”, sejak lahir, anak sebenarnya telah merasakan berbagai emosi yang kompleks, seperti senang, sedih, marah, cemas, dan lain sebagainya. Dengan demikian, orang tua sangat berperan dalam membantu anak mengenali dan memahami beragam emosi sejak dini.

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mengenalkan berbagai emosi pada anak usia dini:

1. Menyebutkan nama emosi

Salah satu cara paling efektif adalah dengan menyebut jenis emosi yang anak rasakan. Misalnya, tanyakan  “Wajahmu terlihat sedih, apa yang membuatmu sedih?”, atau “Apa kamu senang karena Mama datang?” Dengan menyebut nama emosi, anak lebih mudah mengenali emosi tersebut. Selain itu, ajarkan juga kosa kata emosi lainnya seperti marah, takut, dan kecewa.

2. Menjadi teladan

Mengutip American Psychological Association, anak belajar dengan mencontoh. Tunjukkan kepada mereka bagaimana Mama mengekspresikan dan mengelola emosi dengan cara yang sehat. Misalnya, jika merasa marah, tunjukkan bahwa Mama bisa menenangkan diri sebelum berbicara. Saat sedih, Mama bisa katakan, “Mama sedih karena hari ini kita tidak jadi piknik”. Dengan contoh dan bimbingan yang tepat, anak bisa belajar untuk mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat dan mengelolanya dengan baik.

3. Sambil bermain

Mengenalkan emosi kepada anak bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan sambil memanfaatkan waktu bermain. Sorin mengatakan dalam bukunya, melalui berbagai aktivitas sederhana seperti melukis emosi, bermain peran, dan bermain boneka, Mama bisa menunjukkan berbagai ekspresi wajah yang sesuai dengan emosi yang berbeda. Hal tersebut bisa meningkatkan kesadaran dan kosakata emosi anak. Anak pun dapat bereksperimen mengekspresikan berbagai emosi melalui kegiatan kreatif tersebut. Ini membantu mereka mengasosiasikan ekspresi wajah dengan emosi tertentu dan mengembangkan kemampuan empati.

4. Menggunakan buku dan film

Dengan bercerita atau menonton film, Mama bisa mengajarkan anak untuk memahami emosi dari sudut pandang orang lain. Sambil menunjukkan tokoh yang mengalami berbagai emosi, Mama bisa berdiskusi dengan anak tentang bagaimana tokoh tersebut merasakannya dan bagaimana mereka menanganinya. Kegiatan ini tidak hanya membantu mereka memahami emosi, tetapi juga mengajarkan empati, kepekaan terhadap emosi orang lain, dan kemampuan pemecahan masalah.

5. Puji anak

Pamela Cole, seorang psikolog di Penn State University mengatakan, kemampuan untuk mengungkapkan emosi dengan benar bukanlah sesuatu yang mudah, terlebih untuk anak-anak. Jadi saat anak berhasil mengidentifikasi dan mengekspresikan emosi mereka dengan baik, Mama bisa berikan penghargaan kepada mereka. Mama bisa berikan pujian seperti “Bagus, kamu bisa cerita saat merasa takut” atau “Mama suka deh, melihat kamu bilang pada Mama kalau kamu sedih”. Pujian akan mendorong anak untuk lebih terbuka dalam mengekspresikan emosi dan memotivasi mereka untuk melakukan hal serupa di kemudian hari.

6. Menyediakan lingkungan yang aman dan mendukung

Anak perlu merasa aman dan didukung dalam mengungkapkan emosi mereka. Pastikan lingkungan di rumah memberikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan emosi tanpa takut akan hukuman atau penilaian negatif. Dengan menciptakan lingkungan yang mendukung, anak akan merasa lebih nyaman dalam mengembangkan pemahaman mereka tentang emosi.

Mengenalkan beragam emosi pada anak usia dini merupakan langkah penting dalam pembentukan kecerdasan emosional mereka. Dengan memberikan perhatian dan dukungan yang tepat, orang tua dapat membantu anak mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi dengan baik sejak usia dini. Dengan demikian, mereka akan memiliki dasar yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan emosional di masa depan. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *