Tantrum pada Orang Dewasa, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi tantrum pada orang dewasa
Share

digitalmamaID – Mama tentu pernah menghadapi anak yang tantrum ya? Seperti mengamuk sambil menangis dengan waktu yang lama karena keinginannya tidak dipenuhi. Namun, kenyataannya, kita juga dapat melihat orang dewasa tantrum seperti anak-anak, lho! Bagaimana tantrum pada orang dewasa bisa terjadi?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tantrum adalah kemarahan dengan amukan karena ketidakmampuan mengungkapkan keinginan atau kebutuhan dengan kata-kata, biasanya dilakukan oleh anak-anak. Bila dilihat dari definisinya, tantrum munkin terjadi  pada orang dewasa.

Tentu kita masih ingat Yudho Andreawan yang sempat ramai diberitakan karena membuat onar di tempat umum sampai akhirnya ditangani polisi. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata Yudho memiliki penyakit bipolar yang membuatnya sulit mengendalikan emosinya. Onar yang dibuat Yudho itu bisa dikategorikan sebagai tantrum dewasa yang disebabkan penyakit bipolar yang kurang ditangani.

Seperti apa tantrum pada orang dewasa?

Menurut PsychCentral, tantrum dewasa bisa beragam tergantung situasinya, namun secara umum terbagi menjadi tiga poin:

1. Diam

Dalam kasus ini, mereka akan marah dalam diam. Tetapi, mereka tetap agresif seperti misalnya menginjak, menghalangi jalan dan mondar-mandir. Biasanya juga mereka menolak berbicara dan tidak mau mendengarkan.

2. Mengomel

Orang dewasa yang tantrum seringkali mengomel, membentak bahkan menghina orang lain. Terkadang mereka juga merusak barang, atau melakukan kekerasan fisik.

3. Merengek

Hal ini termasuk dengan marah, mengerang atau menggertak. Selebihnya mereka tampak terengah-engah, menjerit dan memaki orang lain.

Tantrum saat dewasa tidak selalu dikaitkan dengan penyakit mental, tetapi bisa menjadi indikasi bahwa ada masalah mental yang mungkin dialami terutama bila dilakukan berulang kali dan mengganggu orang lain. Contohnya serangan panik, yang sekilas awalnya tampak seperti tantrum saja. Namun serangan panik adalah gejala fisik dan mental yang intens bukan hanya reaksi emosional.

Penyebab tantrum pada orang dewasa

Adapun penyebab tantrum pada orang dewasa, di antaranya:

1. Stres berlebihan

Ketika orang dewasa menghadapi tekanan yang terlalu besar, baik dalam pekerjaan, hubungan, atau kehidupan pribadi, mereka mungkin kesulitan mengelola stres secara efektif. Akibatnya, mereka dapat melepaskan emosi dengan perilaku yang menyerupai tantrum.

2. Frustrasi dan kekecewaan

Ketika harapan atau keinginan seseorang tidak terpenuhi, mereka mungkin merasa frustrasi atau kecewa. Jika tidak ada keterampilan yang efektif untuk mengatasi emosi ini, orang dewasa dapat merespons dengan tantrum.

3. Kesulitan mengelola konflik

Beberapa orang dewasa mungkin tidak memiliki keterampilan yang memadai untuk mengatasi konflik. Ketika mereka menghadapi situasi konflik atau pertentangan, mereka mungkin merasa terjebak dan bereaksi dengan perilaku tantrum.

Strategi mengatasi tantrum pada orang dewasa:

1. Pahami emosi

Penting untuk meningkatkan kesadaran akan emosi diri sendiri dan mengenali tanda-tanda awal ketika kita mulai merasa emosional. Dengan mengidentifikasi emosi yang muncul sebelum mereka mencapai titik puncak, kita dapat mencari cara yang lebih sehat dan konstruktif untuk mengelolanya.

2. Keterampilan pengelolaan stres

Pelajari teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, meditasi, atau olahraga untuk membantu mengurangi stres. Menjadwalkan waktu untuk aktivitas yang menenangkan seperti membaca, mendengarkan musik, atau berjalan-jalan juga dapat membantu mengurangi tekanan yang memicu tantrum.

3. Komunikasi efektif

Pelajari keterampilan komunikasi yang efektif, termasuk cara mengungkapkan kebutuhan dan emosi dengan jelas tanpa menyerang atau mengancam. Mengajukan permintaan dengan sopan dan mendengarkan dengan empati dapat membantu mencegah konflik yang memicu tantrum.

4. Dukungan emosional

Jangan ragu untuk mencari dukungan dari orang-orang terdekat, seperti keluarga, teman, atau profesional kesehatan mental. Bertemu dengan terapis dapat membantu kita mengidentifikasi akar penyebab tantrum dan mengembangkan strategi yang lebih baik dalam mengelola emosi.

Tantrum pada orang dewasa bukanlah hal yang jarang terjadi. Bisa jadi kita juga pernah mengalaminya. Dengan pemahaman dan pengembangan keterampilan yang tepat, orang dewasa dapat belajar mengatasi emosi dengan cara yang lebih sehat dan efektif. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bingung cari konten yang aman untuk anak?
 
Dapatkan rekomendasi menarik dan berikan pendapatmu di Screen Score!
Ilustrasi melatih anak bicara/Bukbis Ismet Candra Bey/digitalMamaID