Apa Itu Deinfluencer?

Gambar ilustrasi deinfluencer
Share

digitalMamaID – Beberapa hari kemarin, jagat media sosial sempat ramai dengan kehadiran deinfluencer. Kemunculan deinfluencer menjadi pro kontra terutama di kalangan influencer. Apa itu deinfluencer?

Deinfluencer adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan orang yang berusaha menurunkan pengaruh influencer dalam kehidupan sehari-hari dan di media sosial. Deinfluencer bertujuan untuk mengurangi pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh influencer, seperti perilaku konsumtif dan body shaming.

Di era digital, influencer memiliki pengaruh yang besar terhadap masyarakat. Mereka seringkali menjadi panutan dalam hal fashion, gaya hidup, makanan, dan kecantikan. Namun, tidak semua influencer memberikan pengaruh positif. Beberapa influencer seringkali mempromosikan produk yang kurang berguna atau misalnya produk kecantikan yang diketahui berbahaya atau tidak memiliki izin BPOM, seperti yang sering kita lihat di konten Youtube dr. Richard Lee. Itulah mengapa deinfluencer menjadi semakin penting dalam menghadapi era influencer yang semakin berkembang.

Walaupun tampak negatif, tapi Mama harus perlu tahu bahwa menjadi deinfluencer tidaklah seburuk itu. Berikut beberapa alasan positif dari kehadiran deinfluencer:

1. Membantu meminimalisasi perilaku konsumtif

Influencer seringkali mempromosikan produk-produk tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tidak semua produk tersebut benar-benar berguna atau diperlukan. Deinfluencer bertujuan untuk membantu orang memahami bahwa tidak semua produk harus dibeli, dan penting untuk membeli produk yang benar-benar diperlukan dan bermanfaat.

2. Membantu mempromosikan kecantikan alami

Banyak influencer terutama beauty influencer mempromosikan standar kecantikan yang tidak realistis dan memicu kekhawatiran pada penampilan seseorang. Deinfluencer dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri dan mempromosikan kecantikan alami dengan mendorong orang untuk merawat diri dengan cara yang sehat dan positif.

3. Membantu menghilangkan body shaming

Influencer seringkali mempromosikan standar kecantikan tertentu yang dapat menyebabkan body shaming pada orang yang tidak memenuhi standar tersebut. Deinfluencer dapat membantu menghilangkan body shaming dengan mendorong pengikut mereka untuk mencintai diri sendiri dan merasa nyaman dengan penampilan mereka.

4. Mendorong kreativitas dan inovasi

Influencer seringkali mengikuti tren dan mempromosikan hal-hal yang sudah populer. Deinfluencer dapat membantu mendorong kreativitas dan inovasi dengan memperkenalkan hal-hal baru yang berbeda dari apa yang biasanya dipromosikan oleh influencer.

Semoga Mama jadi lebih memahami apa itu deinfluencer. Dari alasan-alasan di atas sebenarnya hal utama dari semua itu adalah filter dari Mama sendiri. Tidak semua hal yang dibagikan oleh influencer selalu buruk. Kita tidak bisa menyalahkan perilaku konsumtif hanya kepada influencer saja. Kita sebagai pengguna tentunya punya kendali penuh akan informasi-informasi yang tersaji di jagat maya. Menjadi influencer atau deinfluencer, keduanya selalu punya hal baik yang akan bisa kita dapatkan, tergantung bagaimana Mama menyikapinya. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bingung cari konten yang aman untuk anak?
 
Dapatkan rekomendasi menarik dan berikan pendapatmu di Screen Score!
Ilustrasi melatih anak bicara/Bukbis Ismet Candra Bey/digitalMamaID