Saatnya Orang Tua Membicarakan Pornografi dengan Anak

Orang tua duduk bersama untuk membicarakan pornografi dengan anak

digitalMamaID – Sangat umum bagi remaja untuk tertarik pada seks dan ingin mengetahui lebih banyak tentangnya. Saatnya membicarakan pornografi dengan anak, terutama mereka yang menginjak remaja.

Pada usia 13 hingga 17 tahun, mayoritas remaja Amerika yang disurvei oleh Common Sense setidaknya sekali — secara tidak sengaja atau sengaja — melihat pornografi secara online. Beberapa di antaranya bahkan pernah melihatnya pada usia 10 tahun atau lebih muda. Banyak remaja menyatakan bahwa mereka sengaja mengakses pornografi online setiap hari, meskipun beberapa mengalaminya secara tidak sengaja.

Namun, kurang dari 50% responden remaja melaporkan melakukan percakapan mengenai pornografi dengan orang dewasa yang dapat dipercaya. Faktanya, menurut beberapa remaja berbicara dengan orang dewasa tepercaya tentang pornografi dapat membantu mereka memahami seks. Selain itu, mereka jadi merasa lebih baik terhadap diri mereka sendiri.

Temuan penelitian tersebut mendukung pernyataan penting: sudah waktunya orang tua membicarakan pornografi dengan anak. Pornografi tidak sesuai untuk anak-anak. Oleh karena itu, orang tua harus melakukan sesuatu untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Dengan cara yang sama saat kita memikirkan percakapan yang pas dengan anak-anak tentang seks, media sosial, penggunaan narkoba, dan topik lainnya.

Kita perlu memikirkan dialog dengan remaja tentang pornografi, Mama! Meskipun mungkin sulit dan terasa memalukan, dialog ini sangatlah bermanfaat. Untuk memulai pembicaraan, kita harus menjaganya tetap positif, dan menjalin komunikasi terbuka yang saling menghormati dengan anak yang sedang berkembang.

Commonsense membagikan beberapa strategi yang dapat membantu Mama dalam mempersiapkan percakapan saat anak melihat pornografi. Yang terpenting, percakapan harus sesuai dengan usia anak Mama agar ia lebih mudah memahaminya.

Mendengarkan tanpa menghakimi

Mencapai keseimbangan antara menghormati privasi seksual anak-anak dan membiarkan mereka mengetahui aturan dan perasaan Anda tentang pornografi bisa menjadi tantangan untuk Mama.

Pastinya Mama ingin menjaga komunikasi lebih terbuka tentang masalah seksual dan reproduksi bersama anak. Agar anak dapat memercayai Mama untuk lebih terbuka, tetapkan tujuan Mama untuk mendengarkan sudut pandang anak dengan tidak menghakimi meskipun mungkin sulit. Dengan begitu, Mama dan anak bisa omemiliki percakapan yang baik mengenai isu pornografi.

Percakapan mungkin terasa tidak nyaman

Setiap orang, tanpa memandang usia, mungkin merasa canggung untuk membahas pornografi. Keceriaan dapat membantu menjaga suasana tetap rileks, Mama bisa menggunakan humor sebagai cara untuk menyembunyikan ketidaknyamanan saat Mama membahas topik tersebut dengan anak remaja. Tetapi, berhati-hatilah untuk tidak merusak pesan penting yang ingin Mama bicarakan seperti tentang kesehatan, persetujuan, dan pentingnya diskusi serius tentang seks.

Percakapan berlangsung singkat

Percakapan yang telah dipersiapkan secara hati-hati dengan anak dapat direspon dengan sekedar mengangkat bahu atau tatapan kosong. Walaupun anak terlihat seperti tidak memperhatikan obrolan, sebenarnya mereka mendengar apa yang dikatakan orang dewasa kepada mereka dan memprosesnya dalam diam.

Remaja yang sensitif mungkin menggunakan ekspresi kosong ketika menghadapi keadaan yang tidak nyaman atau penuh tekanan. Karena itu, Mama harus bersiap untuk diskusi yang jauh lebih singkat dari yang diperkirakan dan diskusi sepihak tentang pornografi. Meskipun memulai percakapan terasa tidak efektif, itu tetap bermanfaat.

Persiapkan poin penting yang ingin disampaikan

Akan terasa lebih nyaman untuk melakukan serangkaian percakapan singkat dalam jangka waktu yang lama daripada mencoba menjejalkan terlalu banyak hal ke dalam sekali percakapan. Sebelum Mama berbicara singkat dengan anak tentang pornografi, tentukan poin utama percakapan dan pikirkan apa yang ingin Mama katakan.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang sudut pandang anak, ungkapkan masalah Mama terlebih dahulu, lalu ajukan pertanyaan. Berhati-hatilah untuk tidak terlibat dalam perdebatan. Hal ini dapat menyebabkan seorang anak merasa tertutup dan merasa tidak dihargai pendapatnya.

Mengajukan pertanyaan

Hal pertama yang harus dilakukan adalah konfirmasi terlebih dahulu jika anak benar melihat pornografi. Kemudian Mama bisa mencari tahu lebih banyak tentang apa yang mereka saksikan.

Mama bisa bertanya: “Mama lihat (atau mendengar) kamu menonton film orang telanjang. Mama penasaran deh, kamu menemukan video itu dimana?”

Setelah Mama mengetahui bagaimana anak menemukan gambar atau video yang mereka lihat, penting untuk memeriksa perasaan mereka dan memberi mereka kesempatan untuk mengajukan pertanyaan.

Mama dapat mengatakan, “Mama sangat menyesal karena tidak baik bagi anak-anak untuk melihat video semacam itu. Boleh enggak kasih tahu Mama apa yang kamu pikirkan ketika melihatnya? Mama ingin tahu perasaan kamu seperti apa.”

Atau Mama juga dapat mengatakan, “Kamu mau nanya apa ke Mama tentang yang kamu lihat?”

Dengan begitu, Mama akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana melihat pornografi memengaruhi anak berdasarkan percakapan tersebut. Jika Mama khawatir anak Mama mungkin mengalami trauma karena sesuatu yang mereka lihat, konselor profesional mungkin dapat membantu.

Bersikap tenang dan fokus pada hal positif

Mama mungkin khawatir tentang penggunaan pornografi oleh anak mengingat beberapa temuan penelitian tentang remaja dan pornografi. Wajar jika Mama merasa terkejut saat mengetahui bahwa anak yang masih kecil telah melihat pornografi. Ingatlah bahwa normal bagi anak-anak yang ingin mencari tahu tentang seks dan tubuh.

Jika anak Mama melihat pornografi, bereaksilah dengan tenang. Bahkan ketika Mama tidak bermaksud marah, perasaan kaget, jengkel, atau takut bisa muncul sebagai kemarahan. Oleh karena itu, gunakan nada suara yang positif dan kata-kata yang lembut.

Anak akan sangat menghargainya ketika orang tua mereka berusaha untuk mendiskusikan topik yang sulit dengan mereka. Selama percakapannya sopan, tidak mengancam, dan secara umum terasa mendukung, berbicara dengan anak tentang pornografi dapat membantu membuat perbedaan. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *