digitalMamaID – Pengasuhan memang tidak selalu mudah, ada kalanya orangtua merasa lelah dan membutuhkan jeda sejenak untuk beristirahat. Sebenarnya sederhana saja. Kebanyakan orangtua hanya ingin punya waktu beberapa jam untuk diri sendiri, entah untuk makan malam bersama pasangan, pergi berbelanja, bertemu teman-teman atau sekedar ingin tidur dengan tenang.
Kesempatan sederhana inilah yang sedang coba dijawab oleh Pemerintah Kota New York melalui program Parents’ Night Out, yang memberikan waktu luang bagi orangtua sementara anak-anak mengikuti berbagai kegiatan gratis di pusat rekreasi dari pukul empat sore hingga delapan malam.
Program yang digagas Wali Kota New York Zohran Kwame Mamdani bersama Komisioner Taman New york City Tricia Shimamura ini, pada kegiatan perdananya di 16 Agustus 2026 lalu, hampir dihadiri 300 anak untuk menghabiskan malam dengan berbagai kegiatan di pusat rekreasi, sementara orang tua mereka memiliki beberapa jam untuk beristirahat, mengurus keperluan, atau sekadar menikmati waktu tanpa anak.

Parents’ Night Out digelar di lima wilayah kota tersebut, yaitu di Kwame Ture Recreation Center di Bronx, Shirley Chisholm Recreation Center di Brooklyn, Highbridge Recreation Center di Manhattan, Al Oerter Recreation Center di Queens, dan Greenbelt Recreation Center di Staten Island.
Anak-anak yang mengikuti kegiatan juga mendapatkan keanggotaan gratis NYC Parks Recreation Center. Sepanjang malam tersebut, lebih dari 100 keanggotaan baru diberikan kepada keluarga.
“Setiap orang tua tahu bahwa beberapa jam untuk diri sendiri bisa terasa seperti kemewahan. Seharusnya tidak demikian,” kata Walikota Mamdani seperti dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota New York.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya ditujukan untuk membuat pengasuhan anak lebih terjangkau, tetapi juga memberikan kembali waktu kepada orang tua.
“Itulah mengapa kami meluncurkan Parents’ Night Out pertama di New York City, sehingga orang tua dapat menonton film, menjalankan tugas, atau berkencan tanpa khawatir tentang siapa yang akan menjaga anak-anak atau berapa biayanya. Membuat New York City lebih terjangkau bukan hanya tentang menurunkan biaya, tetapi juga tentang mengembalikan waktu kepada masyarakat. Pemerintahan ini berkomitmen untuk mempermudah membesarkan keluarga di kota terbaik di dunia,” papar Mamdani.
Pernyataan serupa juga dilontarkan oleh Komisaris Taman Kota New York Tricia Shimamura yang mengaku bangga dapat menawarkan program terjangkau yang mendukung keluarga dan memperkuat komunitasnya.
“Orang tua dan pengasuh menghabiskan begitu banyak waktu mereka untuk merawat orang lain, dan mereka pantas mendapatkan kesempatan untuk mengisi ulang energi,” kata Shimamura.
“Acara Parent’s Night Out pertama kami bertujuan untuk memastikan bahwa administrasi kami bekerja untuk warga New York dengan menyediakan pengalaman yang gratis, aman, dan menyenangkan bagi anak-anak sekaligus memberi keluarga beberapa jam untuk diri mereka sendiri. Baik itu menikmati makan malam atau sekadar beristirahat, kami bangga menawarkan program terjangkau yang mendukung keluarga dan memperkuat komunitas kami,” sambungnya.
Orangtua merasakan manfaat Parents’ Night Out
Berdasarkan survei terhadap orang tua yang mengikuti Parents’ Night Out, sebanyak 24 persen menggunakan waktu tersebut untuk menikmati waktu bagi diri sendiri. Sebanyak 19 persen memilih menghabiskan malam dengan pasangan, sementara 18 persen pergi makan di restoran lokal.
Ada pula 12 persen orang tua yang menggunakan waktu tersebut untuk berbelanja, 8 persen bertemu teman atau keluarga, dan 5 persen mengunjungi lembaga budaya. Sebanyak 5 persen lainnya mengatakan mereka menggunakan waktu tersebut untuk bersantai atau mendapatkan tidur yang cukup.
Bagi orangtua yang mengikuti Parents’ Night Out, beberapa jam tanpa harus mengurus anak ternyata memiliki arti yang cukup besar. Sejumlah orangtua mengatakan program tersebut memberi mereka kesempatan untuk beristirahat, menghabiskan waktu bersama pasangan, hingga sekadar melakukan aktivitas yang selama ini sulit dilakukan.
Salah seorang orangtua yang mengikuti kegiatan di Kwame Ture Recreation Center bahkan memberikan nilai 10 dari 10 untuk program tersebut. Ia mengatakan, kegiatan ini tidak hanya memberikan waktu luang bagi dirinya, tetapi juga membuat putrinya mendapatkan pengalaman sosial yang menyenangkan.
“Sebagai orang tua, saya selalu berada dalam mode bertahan hidup. Malam ini memberikan ruang bernapas sekaligus memberikan pengayaan sosial yang menyenangkan bagi putri saya,” ujarnya dalam testimoni.
Hal serupa dirasakan seorang ibu bekerja yang mengikuti kegiatan di Highbridge Recreation Center. Baginya, kesempatan mendapatkan waktu sendiri sekaligus penitipan anak gratis merupakan sesuatu yang jarang didapatkan.
Ia memilih pulang ke rumah, membuat makanan untuk dirinya sendiri, kemudian menghabiskan waktu untuk mempersiapkan hari Senin agar dapat merasa lebih tenang. “Kedengarannya sederhana, tetapi sangat menyenangkan mengetahui bahwa kota saya mendukung saya,” katanya.
Orangtua lainnya memanfaatkan waktu tersebut untuk berjalan-jalan santai bersama pasangan tanpa perlu merasa khawatir mengenai anak-anak mereka. Ia mengatakan, anak-anaknya hampir selalu bersama dirinya dan suami, kecuali ketika sedang bersekolah.
Menurutnya, pengalaman tersebut terasa menyenangkan karena ia bisa menikmati waktu bersama pasangan dengan tenang, sementara anak-anak juga mengikuti kegiatan bersama anak-anak lain.
Apresiasi juga datang dari orangtua yang mengikuti kegiatan di Al Oerter Recreation Center. Mereka mengaku terbantu dengan pelayanan para staf dan konselor yang membuat anak-anak mendapatkan pengalaman malam yang menyenangkan.
Testimoni tersebut menunjukkan bahwa bagi orangtua, waktu luang bukan sekadar kesempatan untuk bersantai. Beberapa jam tanpa tanggung jawab pengasuhan dapat menjadi ruang untuk memulihkan energi, mengurus kebutuhan pribadi, atau menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat.
Di sisi lain, anak-anak tetap mendapatkan kesempatan untuk bermain, bersosialisasi, dan mengikuti berbagai aktivitas dalam lingkungan yang aman. Dengan begitu, Parents’ Night Out tidak hanya memberikan waktu istirahat bagi orangtua, tetapi juga pengalaman baru bagi anak.
Anak-anak mendapat pengalaman baru
Selama orang tua menikmati waktu luang, anak-anak mengikuti berbagai aktivitas yang disediakan di pusat rekreasi. Kegiatan tersebut antara lain membuat gelang, robotika, permainan jumbo, permainan papan, hingga aktivitas menggunakan Playmobil.
Bagi sejumlah anak, kegiatan tersebut bahkan membuat mereka ingin kembali. Wyatt (6) awalnya datang sambil menangis dan tidak ingin tinggal. Namun setelah mengikuti kegiatan, ia justru mengatakan ingin kembali dan bermain lebih lama. ”Aku ingin kembali ke atas dan melakukan lebih banyak lagi,” ujarnya.

Sementara Zariza, 9 tahun, menyukai kegiatan membuat gelang. Noah, 11 tahun, memilih robotika sebagai aktivitas favoritnya. Adapun Scarlett, 13 tahun, menikmati permainan jumbo dan permainan papan.
Orang tua bisa menikmati kegiatan budaya
Parents’ Night Out juga menggandeng Departemen Urusan Kebudayaan New York. Melalui kerja sama ini, orangtua dapat mengakses pengalaman budaya gratis atau berbiaya rendah ketika anak-anak mereka mengikuti kegiatan di pusat rekreasi.

Beberapa lembaga budaya yang ikut berpartisipasi antara lain Museum of the City of New York, American Museum of Natural History, Studio Museum in Harlem, Museum of the Moving Image, Queens Botanical Garden, dan Snug Harbor Cultural Center.
Komitmen pemerintahan Mamdani untuk membuat rekreasi lebih mudah diakses dan mendukung keluarga pekerja dengan menciptakan peluang terjangkau yang meningkatkan kualitas hidup warga New York patut diacungi jempol ya.
Program ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap keluarga tidak selalu harus berbentuk bantuan finansial langsung. Memberikan ruang bagi orang tua untuk beristirahat, menghabiskan waktu bersama pasangan, bertemu teman, atau sekadar memiliki waktu sendiri juga menjadi bagian dari dukungan terhadap keluarga.
Bagi orang tua yang sehari-hari lebih banyak berada dalam “mode bertahan hidup”, beberapa jam waktu luang mungkin terlihat sederhana. Namun, kesempatan untuk berhenti sejenak tanpa harus memikirkan biaya penitipan anak bisa menjadi ruang bernapas yang cukup berarti.
Menarik ya, Indonesia kapan nih? [*]






