digitalMamaID – Mengabadikan momen di Instagram menjadi hal yang lumrah dilakukan banyak orangtua, terutama setelah memiliki anak. Kebiasaan membagikan foto, video, atau cerita tentang anak di media sosial bahkan dikenal dengan istilah sharenting (sharing dan parenting). Meski dilakukan sebagai bentuk dokumentasi atau berbagi kebahagiaan, kebiasaan ini juga dapat membentuk jejak digital anak sejak usia dini.
Di era kecerdasan buatan (AI), mengunggah konten ke media sosial tidak lagi sekadar soal berbagi momen. UNICEF mengingatkan bahwa anak-anak tumbuh di lingkungan digital yang harus mengutamakan kepentingan terbaik mereka, termasuk perlindungan terhadap privasi dan jejak digital. Oleh karena itu, penting bagi orangtua memahami bagaimana konten yang mereka unggah dapat digunakan oleh platform digital. Hal ini menjadi semakin relevan karena banyak orangtua juga membagikan foto dan video anak sebagai bagian dari aktivitas sharenting di media sosial.
Salah satu hal yang perlu diketahui adalah adanya pengaturan di Instagram yang berkaitan dengan penggunaan konten untuk fitur AI Meta. Dengan memahami pengaturan ini, orangtua dapat memiliki kendali lebih besar terhadap bagaimana konten yang mereka unggah digunakan di platform.
Apa itu penggunaan konten untuk fitur AI Meta?
Menurut penjelasan resmi Instagram, terdapat pengaturan yang memungkinkan orang lain menggunakan media yang kita bagikan di Instagram melalui fitur AI Meta. Pengaturan ini berlaku pada konten tertentu yang dibagikan secara publik, seperti postingan dan Reels.
Fitur AI Meta memungkinkan pengguna membuat konten baru menggunakan teknologi AI. Jika pengaturan tersebut aktif, unggahan atau Reels yang memenuhi syarat dapat digunakan dalam pengalaman AI Meta sesuai pengaturan akun. Sebaliknya, pengguna memiliki pilihan untuk menonaktifkan izin tersebut melalui menu pengaturan akun.
Perlu dipahami, pengaturan ini berlaku pada akun Instagram milik pengguna, bukan secara khusus untuk foto anak. Namun, bagi orangtua yang sering mengunggah momen bersama buah hati, pengaturan ini tetap penting untuk diperhatikan. Pasalnya, foto dan video anak kerap menjadi bagian dari konten yang dibagikan orangtua di media sosial. Dengan mengatur izin penggunaan konten, Mama dapat memiliki kendali lebih besar terhadap bagaimana unggahan di akun digunakan dalam fitur AI Meta.
Cara menonaktifkan penggunaan konten untuk fitur AI Meta di Instagram
Berikut langkah-langkah yang dapat Mama lakukan langsung dari aplikasi Instagram. Pengaturan ini tersedia bila Mama menggunakan akun publik.
- Buka aplikasi Instagram.
- Masuk ke halaman Profil.
- Ketuk ikon tiga garis (☰) di pojok kanan atas.
- Pilih Settings and activity (Pengaturan dan aktivitas).
- Gulir ke menu Sharing and reuse (Berbagi dan penggunaan ulang).
- Cari bagian Allow people to use your content on Instagram and with AI features on Meta.
- Matikan (OFF) izin untuk:
- Posts
- Reels
Setelah dinonaktifkan, unggahan dan Reels baru tidak lagi dapat digunakan untuk fitur AI Meta sesuai cakupan pengaturan tersebut.
Jadikan akun privat untuk perlindungan tambahan
Selain menonaktifkan izin penggunaan konten untuk fitur AI Meta, Mama juga dapat meningkatkan keamanan akun dengan mengubah akun Instagram menjadi Private (Privat). Dengan akun privat, hanya pengikut yang telah disetujui yang dapat melihat unggahan. Langkah ini membantu membatasi siapa saja yang dapat mengakses foto dan video yang dibagikan melalui akun Mama.
Bagi orangtua yang sering membagikan aktivitas keluarga, termasuk momen bersama anak, menggunakan akun privat dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan agar konten tidak mudah diakses oleh orang yang tidak dikenal.
Meski demikian, ada beberapa hal yang tetap perlu dipahami. Menonaktifkan pengaturan AI hanya membatasi penggunaan konten dalam fitur AI yang disediakan Meta. Pengaturan ini tidak berarti foto atau video menjadi sepenuhnya kebal dari penyalahgunaan oleh pihak lain di luar layanan Meta.
Selain itu, jika seseorang telah menyimpan foto melalui tangkapan layar (screenshot) atau cara lain di luar kontrol Instagram, pengaturan tersebut tidak dapat mencegah penyalahgunaan lebih lanjut.
Perlindungan privasi digital tidak hanya bergantung pada pengaturan aplikasi. Saat membagikan foto anak di media sosial, sebaiknya hindari menampilkan informasi yang dapat mengungkap identitas mereka, seperti lokasi rumah, nama sekolah, seragam, atau detail lain yang dapat memudahkan orang asing mengenali anak.
Bijak berbagi di era AI
Media sosial tetap menjadi ruang yang menyenangkan untuk berbagi cerita keluarga. Namun, setiap unggahan juga akan menjadi bagian dari jejak digital, baik bagi orangtua sebagai pemilik akun maupun bagi anak yang sering muncul dalam konten tersebut.
Sebelum menekan tombol upload, luangkan waktu sejenak untuk mempertimbangkan siapa saja yang dapat melihat konten tersebut dan bagaimana konten itu berpotensi digunakan. Langkah sederhana seperti memeriksa pengaturan privasi Instagram dapat membantu Mama menjaga kendali atas unggahan sekaligus melindungi privasi keluarga di era AI. [*]






