Ternyata benar adanya, jangan terlalu baik dan percaya kepada teman. Mereka ada ketika lagi butuh sama kita. Beda dengan suami dan anak.
Setelah pembayaran ke pinjol macet, aku juga sudah capek dan jenuh harus muter otak untuk menutupi pinjaman satu ke pinjaman lain. Sedangkan yang menikmati uangnya tunggu beres.
Puncak rasa jenuh dan stress tingkat tinggi yaitu tanggal 8 Februari 2026, pas jatuh tempo dua aplikasi yang sangat besar. Di situ harus ada uang kurang lebih Rp3 juta. Sedangkan aku tidak ada uang sama sekali. Mau nutup dengan aplikasi yang ada, semuanya masih terisi ataukah harus download aplikasi lain?
Hari itu puncak rasa prustasi dan bingung. Mau curhat ke suami atau anak bukan solusi yang ada. Kemungkinan besar disalahkan, apalagi pinjaman ini bukan diri sendiri yang memakai tapi ada dua orang yang ikut andil memakainya.
Padahal, aku cuman butuh orang yang menenangkan dan memberikan kenyamanan. Di masa-masa itu , Hp di-setting silent, setiap malam tidur tidak tenang, ketemu orang serasa dihakimi, makan tidak teratur, setiap waktu scroll TiktTok atau Facebook mencari tahu tentang seluk beluk pinjol. Sampai akhirnya tahu ada istilah galbay (gagal bayar).
Aku cari cari tentang orang yang bisa membantu galbay. Tapi aku perhatikan, semuanya meminta data pribadi dan uang konsul sekitar Rp500 ribu.
Di situ logika aku pakai dan ada ketakutan akan lebih parah. Sampai akhirnya, teman semua yang pernah terjerat pinjol juga memberikan solusi untuk ganti nomer Hp, setting kembali ke setelan pabrik, ganti IME dan email. Itu jalan satu-satunya, aku coba galbay mandiri .
Apakah setelah semua diganti, hati jadi tenang?
Ternyata perasaan dan hati ini takutnya melebihi dari waktu SIM card belum di ganti. Setiap hari untuk pergi ke luar rumah ada rasa takut. Saat hari menjelang siang, setelah semua yang di rumah pada pergi bekerja, aku kunci pintu rumah. Aku diam di pojokan dapur, merenung sendirian…
Lalu bagaimana dengan mereka yang ikut pinjam? Tidak ada realisasi sedikit pun. Tidak pernah tanya kabar atau ada keingintahuan untuk datang ke rumah. Mereka seolah menutup mata.
Permasalahan ini jadi cermin dan pembelajaran ke depan. Jangan terlalu baik terhadap orang kalau tidak mau babak belur sendirian. Jauhi pinjol kalau mental Anda ingin sehat.
Alhamdulillah… ada sisi baik di balik musibah ini, yaitu kita jadi dekat dengan Allah SWT dan insyaallah sambil berusaha memperbaiki ibadah yang selama ini bolong.
Terimakasih ya Rabb telah menegurku, menutup aibku, dan tidak membiarkanku jatuh dalam jurang kenistaan.
Dini Mirawijaya






