Ketika Anak Autis Belum Siap Berpuasa : Memahami, Bukan Membandingkan.

Share

Menjelang usia 12 tahun, banyak orangtua mulai berharap anaknya bisa berpuasa. Apalagi ketika melihat ada teman-teman sebayanya sudah mampu menahan rasa lapar dan haus dari subuh hingga magrib. Namun bagaimana jika anak kita adalah seorang penyandang autism spectrum disorder (ASD) seperti anakku dan setiap rasa lapar justru memicu kemarahan bahkan sampai merusak barang?

Apakah itu berarti orangtuanya gagal, kurang disiplin? Atau kita sebagai orangtua kurang tegas?

Belum tentu.

Anak autis bukan terlambattapi berkembang dengan ritme yang berbeda. Setiap anak ASD spektrumnya berbeda. Anakku yang secara verbal lancar tapi masih kesulitan regulasi sensoridan rigid terhadap perubahan rutinitas.

Aku sudah berulang kali memberikan informasi terkait puasa dengan bahasa sederhana juga dengan gambar. Terakhir aku juga sering putarkan lagu anak tentang puasa dari Tasya Kamila sejak beberapa tahun terakhir. Pada akhirnya dia pun tahu dan hafal lirik lagu, “Apakah arti puasa? puasa tidak makan.’’

Ya, anakku memang auditory learner. Ia bisa hafal lagu tapi tidak paham. Ia kuat di memori verbal tapi lemah di pemahaman abstrak. Puasa itu konsepnya abstrak ya, tidak terlihat secara fisik. Menahan diri tidak makan dan minum nanti dari waktu subuh sampai magrib nantinya dapat pahala. Anakku tidak paham. Yang dia rasakan lapar itu ya tidak enak, rutinitas juga berubah.

Mungkin ada penyandang ASD lain juga banyak yang merasakan lapar dan haus terasa jauh lebih intens karena sistem saraf mereka cenderung lebih sensitif terhadap perubahan internal tubuh (interoception). Biasanya jam sebelas adalah waktu makan siang, maka tubuhnya seperti menyetel alarm makanan itu datang pada jam sebelas. Ketika makanan tidak datang tubuhnya terasa tidak nyaman. Seperti anakku yang regulasi emosinya belum matang, kondisi ini bisa berubah menjadi ledakan emosi. Marah besar, menangis bahkan merusak barang atau menyakiti orang lain sebagai tanda disregulation atau emosi tubuh tidak lagi seimbang.

Jadi apakah wajib memaksanya?

Dalam salah satu ceramahnya di kanal YouTube, Ustaz Oemar Mita membahas bahwa anak berkebutuhan khusus seperti autisme tidak dihisab atas salat, puasa, maupun kewajiban lainnya karena kondisi akalnya.

Beliau pun menjelaskan bahwa puasa wajib bagi muslim yang baligh, berakal, dan mampu. Berakal dan mampu di sini sangat penting. Jika penyandang ASD memiliki gangguan yang membuatnya tidak memahami kewajiban atau tidak mampu menjalankan puasa secara sadar, maka ia tidak terkena kewajiban (tidak mukallaf). Dan sampai sekarang anakku belum bisa membedakan mana yang baik dan buruk.

Kami sebagai orangtua pun meyakini bahwa anakku termasuk yang mendapat keringanan jika tidak siap berpuasa. Kami hanya mengenalkan ibadah secara perlahan, bukan memaksakan.

Mengubah target puasa

Tujuan awal bukanlah untuk menahan lama tidak makan atau minum, tetapi melatih kemampuan anak untuk menunda dan mengenali sensasi tubuh.

Mungkin aku bisa mengenalkan puasa secara bertahap misalnya puasa selama 2-3 jam dulu, lalu lanjut sampai zuhur. Ya, hari pertama puasa tahun ini aku bersyukur anakku bisa puasa melebihi ekspektasiku. Dia bisa berpuasa empat jam lamanya.

Anakku juga bersekolah dengan waktu yang lebih singkat, pulang pukul 10.30. Alhamdulillah ia bisa puasa selama di sekolah. Semoga nanti ketika regulasinya meningkat, durasi puasa bisa bertambah perlahan. Namun jika belum mampu, maka tidak ada dosa yang ditanggungnya. Karena dalam Islam, kewajiban selalu beriringan dengan kemampuan. Dan aku percaya Allah lebih memahami kondisi anakku daripada siapapun.[*]

Fitria Mustikawati

 


Cerita Mama berisi cerita yang ditulis oleh pembaca digitalMamaID seputar pengalamannya saat bersentuhan dengan dunia digital. Baik saat menjalankan perannya sebagai individu, istri, ibu, pekerja, maupun peran-peran lain di masyarakat. Kirimkan cerita Mama melalui email redaksi@digitalmama.id atau digitalmama.id@gmail.com dengan subyek [Cerita Mama].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

ORDER MERCHANDISE