digitalMamaID — Mengenalkan sains atau ilmu pengetahuan alam bisa dilakukan melalui buku cerita anak. Buku cerita sering kali menyisipkan informasi tentang lingkungan, hewan, tumbuhan, atau fenomena alam yang membantu anak memahami konsep dasar sains. Buku cerita sains ini menarik untuk dibaca si kecil!
Merujuk dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, sains adalah pengetahuan sistematis tentang alam dan dunia fisik, termasuk di dalamnya, botani, fisika, kimia, geologi, zoologi, dan sebagainya; ilmu pengetahuan alam.
Penggunaan bahasa sederhana dan ilustrasi menarik pada buku cerita, membuat sains menjadi lebih mudah dipahami. Menggabungkan fakta sains dengan elemen cerita juga dapat memicu rasa ingin tahu anak. Membaca buku cerita sains bersama dapat membuka peluang diskusi dan aktivasi proyek. Hal itu dapat memperkuat pemahaman sains secara praktis sekaligus mengajarkan nilai kerja sama, keberanian, daya pikir kritis serta kepedulian terhadap alam.
Berikut rekomendasi buku cerita sains yang dekat dengan kehidupan sekitar anak, bisa dimiliki secara fisik maupun baca digital:
Sama atau Berbeda

Penulis: Ratna Kusuma Halim
Ilustrator: Vannia Santoso
Penerbit: Yayasan Litara
Usia: Pembaca awal (6-8 tahun)
Dua ulat ini tampak berbeda, tetapi sebetulnya banyak persamaan mereka. Ada perbedaannya, dan ada persamaannya. Lalu, setelah berubah wujud, apakah mereka berbeda atau sama?
Buku ini bercerita tentang proses berubah wujud ulat kupu-kupu dan ulat ngengat yang mirip namun ternyata tidak sama. Menjelaskan tahapan metamorfosis dengan gaya bahasa ringan serta ilustrasi yang menggemaskan. Bermula dengan menunjukkan habitat ulat ngengat dan ulat kupu-kupu, bagian tubuh, cara jalan, makanan, bentuk pupa, hingga transformasinya menjadi menjadi kupu-kupu maupun ngengat. Ilustrator menyajikan gambar ulat dengan padu padan warna-warni sehingga dapat memantik anak tertarik mengeksplor setiap halaman. Anak bisa diajak untuk menemukan perbedaan dan persamaan pada visual yang ditampilkan. Setelah membaca buku, Mama dan si kecil bisa melakukan nature play atau membuat diorama siklus daur hidup kupu-kupu dari barang bekas.
Baca perjalanan kupu-kupu dan ngengat di sini, miliki buku fisiknya di sini!
Dari Batu ke Batu

Penulis: Ary Nilandari
Ilustrator: Eugenina Gina
Penerbit: Bianglala Anak Nusantara
Para kodok kehilangan batu yang menjadi panggung mereka bermain musik, menari, dan bernyanyi. Batu itu diambil orang. Bukan itu saja, anak-anak pun kehilangan batu-batu tempat mereka bermain dan berlompatan. Semua batu di sungai tampaknya akan habis diangkut ke kota. Tepian sungai pernah longsor akibat penambangan batu. Apa yang harus mereka lakukan?
Buku ini bercerita tentang sekelompok kodok yang kehilangan batu-batu di sungai yang selama ini menjadi tempat mereka bermain musik, menari, dan bernyanyi. Batu-batu tersebut diambil oleh manusia untuk dijadikan bahan bangunan di kota, sehingga jumlahnya semakin berkurang.
Dengan latar Sungai Comal di Pematang, Jawa Tengah, cerita ini menggambarkan bagaimana hilangnya batu-batu di sungai juga membuat anak-anak kehilangan tempat bermain, bahkan menyebabkan tepian sungai pernah longsor akibat penambangan batu. Melihat kondisi tersebut, para kodok bersama anak-anak manusia berusaha mencari cara untuk menyelamatkan batu-batu di sungai agar habitat dan ruang bermain mereka tetap terjaga.
Melalui kisah ini, pembaca diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan sungai serta menyadari bahwa alam adalah rumah bagi banyak makhluk yang perlu dilindungi bersama.
Lautkah Ini?

Penulis: Kusuma Dewi
Ilustrator: Anna Triana
Penerbit: Yayasan Literasi Anak Indonesia
Usia: Pembaca dini (0-7 tahun)
Aura dan Aira adalah tetes hujan. Mereka bersahabat dan mereka jatuh ke Bumi bersama-sama pada hari hujan. Aura sangat tertarik untuk berenang ke laut besar dan Aira senang untuk memandunya ke sana. Tetapi sebelum sampai ke sana, mereka harus melakukan perjalanan ke banyak tempat dan melalui badan-badan air yang berbeda. Hal-hal baru apakah yang akan mereka hadapi di sepanjang perjalanan mereka? Tebak di mana perjalanan panjang dan menarik mereka akan berakhir.
Buku ini bercerita tentang perjalanan dua tetes hujan bernama Aura dan Aira yang bersahabat. Saat hujan turun, mereka jatuh ke Bumi dan memulai petualangan mengikuti aliran air menuju laut. Dalam perjalanan, Aura yang penasaran ingin segera sampai ke laut besar, sementara Aira dengan sabar memandu sahabatnya melewati berbagai tempat seperti sungai, genangan air, dan badan air lainnya.
Melalui perjalanan mereka, anak-anak diajak mengenal siklus air di alam secara sederhana dan menyenangkan, sekaligus belajar tentang rasa ingin tahu, persahabatan, serta proses panjang yang harus dilalui sebelum mencapai tujuan.
Bisa dibaca secara online di sini
Wuusss.. Angin Membawa Telur Terbang

Penulis: Asa
Ilustrator : Gina
Penerbit : Aksa Berama Pustaka
Usia : Pembaca awal (6-8 tahun)
Sebutir telur melayang-layang dari satu tempat ke tempat yang lain. Telur berkeliling terbawa angin dari bawah pohon, ke perumahan, ke lapangan bola, ke sekolah. Wuusss… Angin Membawa Telur Terbang. Menurutmu, di mana telur itu mengakhiri perjalanannya?
Buku ini bercerita tentang sebutir telur yang terbang terbawa angin dan berkeliling dari satu tempat ke tempat lain. Telur itu melayang dari bawah pohon, melewati perumahan, lapangan bola, hingga sampai ke sekolah.
Sepanjang perjalanan tersebut, anak-anak diajak mengikuti petualangan si telur yang tidak terduga sambil menebak ke mana angin akan membawanya selanjutnya dan di mana akhirnya telur itu akan berhenti. Cerita ini menghadirkan pengalaman membaca yang ringan, imajinatif, sekaligus mengajak pembaca awal untuk aktif menebak dan terlibat dalam alur cerita.
Dia Melompat

Penulis : Nur Fitri Agustin
Ilustrator: Pratya Aprilana
Penerbit : The Asia Foundation – Let’s Read
Mungkin kalian suka melompat. Ada pula binatang yang senang melompat. Apakah kalian pernah melihat biji yang melompat?
Buku ini bercerita tentang biji Cana ang memiliki cara unik untuk menyebarkan dirinya. Melalui kisah sederhana, anak-anak diajak mengenal biji tanaman yang bisa “melompat” ketika terkena air atau tekanan tertentu, sehingga bijinya terpental dan tersebar ke tempat lain.
Buku yang diterbitkan oleh Let’s Read ini memperkenalkan fenomena alam tersebut dengan cara yang ringan dan menyenangkan bagi anak. Lewat cerita tentang biji canna yang melompat, pembaca diajak mengamati keajaiban kecil di sekitar kita sekaligus mengenal salah satu cara tumbuhan berkembang biak di alam. Bisa dibaca secara online di sini.
Melalui beberapa pilihan cerita sederhana ini, anak-anak dapat mengenal sains dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari perjalanan air hujan, biji yang menyebar, hingga katak yang membantu keseimbangan alam di sekitar sungai. Kisah yang ringan, ilustrasi yang menarik, serta pertanyaan-pertanyaan kecil di dalamnya dapat memantik rasa ingin tahu anak. Dengan membaca bersama, orang tua dan anak tidak hanya menikmati cerita, tetapi juga membuka ruang untuk berdiskusi dan mengamati berbagai fenomena sains yang ada di sekitar mereka.
Mama juga bisa menulis ulasan buku digital anak di Screen Score! [*]







One thought on “5 Rekomendasi Buku Cerita Sains untuk Anak”
Pingback: Hutan adalah Rumah: 5 Video Edukasi untuk Mengenalkan Karhutla kepada Anak - digitalMamaID