digitalMamaID – Di balik arus berita yang terus mengalir tanpa henti, banyak jurnalis bekerja dalam situasi yang semakin tidak pasti. Transformasi digital memang membuka fleksibilitas kerja, tetapi di saat yang sama menghadirkan kerentanan baru, ketidakpastian pendapatan, status kerja yang rapuh, dan minimnya perlindungan finansial jangka panjang.
Dalam kondisi seperti ini, kesejahteraan finansial jurnalis kerap terabaikan di tengah berbagai tekanan kerja, padahal kemandirian ekonomi penting untuk menjaga keberanian, independensi, dan integritas pers. Literasi keuangan menjadi kunci membangun ketahanan jurnalis agar mampu mengelola risiko, menghadapi situasi darurat, dan bekerja secara aman serta berkelanjutan.
Untuk menjawab beragam tantangan yang dihadapi jurnalis, Permata Bank bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan AJI Bandung menggelar workshop literasi keuangan bagi jurnalis di Jawa Barat. Workshop bertema “Pengelolaan Keuangan, Pengenalan Instrumen Keuangan Dasar serta Keselamatan dan Kesejahteraan dalam Ekosistem Pers” ini berlangsung di Grand Pasundan Convention Hotel, Bandung, Kamis, 29 Januari 2026 dan diikuti 20 jurnalis dari berbagai platform media.
Workshop ini melanjutkan rangkaian kegiatan program peningkatan kapasitas jurnalis yang telah diselenggarakan di Jakarta pada 22 Desember 2025 dan Semarang pada 17 Januari 2026. Melalui inisiatif ini, diharapkan jurnalis mampu mengelola keuangan pribadi, memahami instrumen keuangan dasar, dan memperhatikan aspek keselamatan serta kesejahteraan.
Division Head Corporate Relation & CSER Permata Bank Melinda Hoesain menyampaikan melalui kolaborasi berkelanjutan ini, Permata Bank berharap semakin banyak jurnalis yang mendapatkan pemahaman praktis mengenai pengelolaan keuangan dan kesejahteraan profesi.
“Media berperan penting dalam menyediakan informasi yang akurat dan mendalam bagi publik. Permata Bank berkomitmen mendukung ekosistem tersebut melalui edukasi dan transparansi di bidang keuangan. Dengan memperkuat kapasitas jurnalis, kami percaya ekosistem informasi yang sehat dapat terus terjaga,” ungkap Melinda pada Kamis, 29 Januari 2026.

Hal serupa juga disampaikan oleh Sekjen AJI Indonesia Bayu Wardana. Menurutnya, kerja sama antara AJI dan Permata Bank memberikan manfaat nyata bagi jurnalis, khususnya dalam meningkatkan literasi keuangan.
“Kerja sama AJI dan Permata Bank ini sangat bermanfaat bagi para jurnalis, sehingga kawan-kawan mendapatkan literasi keuangan yang tepat. Soal kesejahteraan, para jurnalis tidak bisa mengupayakan sendiri-sendiri. Kami perlu bersama-sama, berorganisasi, berserikat untuk mewujudkan kesejahteraan,” ungkap Bayu dalam sambutannya.
Workshop di Bandung menghadirkan tiga narasumber yang mengulas tema dari berbagai perspektif yang saling melengkapi. Bayu Wardana, Sekjen AJI Indonesia, membahas isu keselamatan jurnalis serta tantangan kerja di tengah PHK dan standar gaji yang belum ideal.
Frida Decie Natalia, Corporate Trainer Permata Bank, memberikan paparan mengenai praktik manajemen keuangan pribadi dan literasi finansial yang relevan bagi jurnalis. Sementara itu, Rahma Tejawati Maryama, Financial Planner dari Finante, menjelaskan dasar-dasar perencanaan keuangan untuk membantu jurnalis menyusun strategi finansial jangka pendek, menengah, dan panjang.
Program ini lebih jauh mencerminkan komitmen berkelanjutan antara Permata Bank dan AJI Indonesia dalam meningkatkan kapasitas jurnalis di berbagai daerah. Melalui rangkaian kegiatan ini, kedua institusi menegaskan upaya bersama untuk memperkuat literasi keuangan jurnalis, mendukung ketahanan ekonomi pekerja media, serta menjaga independensi dan kualitas ekosistem pers di Indonesia. [*]






