Menjaga Rezeki Halal Lebih Praktis dengan Perbankan Syariah

Pengguna BCA Syariah menggunakan layanan digital BSya
Share

Bagi banyak keluarga muda, urusan finansial bukan sekadar soal menabung atau bertransaksi. Ia adalah bagian dari perjalanan hidup, yang menentukan bagaimana masa depan keluarga dijalani. Setiap pilihan, termasuk memilih bank, bisa jadi langkah awal menuju gaya hidup finansial yang lebih sehat dan penuh keberkahan. Perbankan syariah bisa jadi pertimbangan untuk keluarga Mama.

Di tengah banyaknya opsi layanan keuangan, perbankan syariah hadir sebagai alternatif yang semakin diminati. Prinsipnya yang bebas riba, akad yang jelas, serta sistem yang transparan membuat banyak keluarga merasa lebih tenang. Bagi Mama yang ingin menjaga kehalalan rezeki sekaligus mengelola keuangan dengan aman, bank syariah bisa menjadi jawaban.

Ikhtiar menjaga kehalalan harta

Lahir dari keluarga akademisi Islam — ayahnya seorang dosen syariah di universitas swasta di Bandung dan memiliki kakak yang berlatar pendidikan Ekonomi Syariah — membuat Hadin (35) terliterasi cukup baik soal gaya hidup islami, terutama soal bagaimana menggunakan instrumen perbankan syariah untuk kesehariannya.

Ditemui di kediamannya, ibu dua anak ini bercerita bagaimana dia sangat ingin menjaga kehalalan hartanya dengan menggunakan perbankan syariah. Riba atau bunga adalah hal yang Hadin hindari semaksimal mungkin karena di sana terkandung harta yang tidak jelas asal-usulnya, bahkan diragukan kehalalannya. Maka adanya akad dapat menggugurkan hal-hal yang dilarang atau yang dirasa tak jelas. “Aku ambil yang wadiah. Jadi bener-bener nyimpen duit aja tanpa bagi hasil apapun. Paling kena potong admin,” katanya.

Hadin dan suaminya berkomitmen menjaga keluarganya dengan hanya menggunakan sumber halal, termasuk dalam urusan finansial. “Untuk anak-anak, kita usahakan sebersih mungkin, supaya mereka tumbuh dengan akhlak yang baik,” tambahnya.
jelasnya pada digitalMamaID, pertengahan September lalu.

Pengguna BCA Syariah
Hadin (35), seorang ibu tinggal di Kota Bandung memilih BCA Syariah untuk kebutuhan transaksi hariannya. (ALIN IMANI/digitalMamaID)

Sebagai praktiknya, Hadin dan suaminya memilih bank syariah untuk kebutuhan usaha, investasi, juga kebutuhan sehari-hari. “BCA Syariah untuk sehari-hari,” ujarnya.

Sejak 2021 Hadin aktif menggunakan BCA Syariah untuk transaksi harian. Ia juga aktif menggunakan mobile banking BSya untuk memudahkan transaksi dari mana saja. Gerai ATM yang mudah dijumpai dan pelayanan yang prima adalah alasan yang membuat Hadin sulit berpaling. Sebelumnya ia juga nasabah BCA konvensional “Teman-teman banyak yang pakai BCA, dan transaksi apapun lebih mudah. Cuma ini versi syariahnya,” tambahnya. Ia juga menggunakan BSya untuk berdonasi.

Mengelola kas komunitas dengan syar’i

Pengguna bank syariah rata-rata memiliki literasi yang baik soal keuangan yang sesuai dengan kaidah Islam. Kesamaan mendasarnya adalah upaya menghindari riba atau bunga yang dipercaya mempengaruhi kualitas hidup.

Ibu dan pendiri komunitas Minimalist Moms Indonesia (MMID) Evi Syahida (31) pun bercita-cita melaksanakan transaksi keuangan sehalal mungkin. Tak lain demi memberikan ketenangan batin baginya. Visya, begitu ia biasa disapa, menggunakan bank syariah untuk keperluan pribadi dan lalu lintas keuangan komunitasnya.

Saat memilih bank syariah, Visya menjatuhkan pilihan pada bank yang sesuai dengan kebutuhan komunitasnya, yaitu yang memberikan kemudahan transaksi. “Kebanyakan itu transfernya ke BCA. Jadi, misalkan ada pengeluaran komunitas, terus cetak-cetak apa bayarnya ke BCA, kan. Pas aku cari tahu ternyata BCA ada syariahnya,” jelas Visya pada digitalMamaID.

Selain BCA Syariah, Visya juga memiliki rekening syariah lain yang diperuntukannya untuk reksadana dan deposito. Ia merasa tenang karena melakukan transaksi sesuai dengan nilai yang diyakini. “Karena memang ingin menghindari riba yang kita tahu bahayanya walaupun nggak terlihat secara kasat mata,” ujarnya.

Akad dalam Perbankan Syariah

Mengapa perbankan syariah patut dicoba? Selain karena prinsipnya yang bebas riba, sistem ini juga dinilai lebih sehat karena memiliki akad atau kesepakatan yang jelas antara nasabah dan bank. Akad bisa dipilih sesuai kebutuhan, sehingga nasabah merasa aman dan tahu ke mana uangnya dikelola.

Dalam praktiknya, ada sembilan akad umum yang digunakan nasabah:

  1. Wadiah: Titipan barang/uang untuk dijaga keamanannya di bank.
  2. Mudharabah: Kerja sama usaha, modal dari nasabah, dikelola oleh bank; untung dibagi, rugi ditanggung nasabah.
  3. Musyarakah: Kerja sama usaha dengan kontribusi modal dari dua pihak atau lebih.
  4. Murabahah: Jual beli dengan margin keuntungan yang disepakati.
  5. Salam: Pemesanan barang dengan pembayaran di muka.
  6. Istisna’: Pemesanan pembuatan barang tertentu.
  7. Ijarah: Sewa guna barang/jasa tanpa perpindahan kepemilikan.
  8. Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik: Sewa yang berakhir dengan perpindahan kepemilikan.
  9. Qardh: Pinjaman dana yang wajib dikembalikan sesuai waktu.

Tren positif perbankan syariah di Indonesia

Sebagai negara dengan jumlah umat muslim terbesar di dunia, tak heran bila perbankan syariah mencatat tren pertumbuhan positif di Indonesia. Data dari Komisi Nasional dan Ekonomi Syariah (KNEKS) mencatat total aset keuangan syariah mencapai Rp9.927 triliun pada 2024 dan Rp9.529,21 triliun pada Kuartal I 2025 atau setara 25,1 persen market share.

Pasar modal syariah mendominasi dengan 86 persen aset, disusul perbankan 10 persen dan industri keuangan non-bank (IKNB) 4 persen. Pertumbuhan ini menegaskan daya saing keuangan syariah yang semakin kuat, sekaligus perannya sebagai motor inklusi keuangan, pembiayaan UMKM, dan penggerak ekonomi nasional yang berdaya saing global.

Perbankan syariah digital, tren masa depan

Menurut Nabiela Rizki Alifa, S.K.Pm, MM, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Sunan Gunung Djati Bandung, perkembangan perbankan digital syariah semakin pesat karena dorongan kesadaran nasabah dan disrupsi digital.

“Sekarang perbankan digital konvensional sudah berkembang, dan perbankan syariah juga mulai ke arah sana,” ungkap Nabiela saat dihubungi digitalMamaID, 23 September 2025.

Aplikasi BCA Syariah Mobile
Aplikasi BCA Syariah Mobile

Perubahan ini terlihat jelas sejak merger BNI Syariah, BRI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI). Dengan modal besar, kampanye masif, penggunaan QRIS, hingga promo yang agresif, BSI berhasil merebut pasar syariah dalam waktu cepat.

BSI yang menjadi raksasa bank syariah membuat lanskap perbankan syariah menjadi lebih kompetitif. Namun, yang menarik adalah hadirnya BCA Syariah yang mencoba masuk ke area kompetisi ini. “Pembandingnya sebenarnya tidak head to head karena BCA adalah raja di bank konvensional. Tapi, BCA Syariah ini isunya mereka melepas diri dari BCA konvensional,” lanjut Nabiela.

Walau secara aset, BSI dan BCA Syariah tidak sebanding, namun BCA Syariah cukup berani mengejar ketertinggalan dengan membuat BSya dengan memberi pelayanan prima. BSya adalah mobile banking BCA Syariah teranyar setelah sebelumnya ada BCA Syariah Mobile.

BSya hadir menggantikan aplikasi lama dengan tampilan modern, pembukaan rekening contactless, dan layanan yang terintegrasi dengan Halo BCA. Langkah ini dinilai cocok untuk generasi muda yang butuh kepraktisan sejak awal membuka rekening.

Akad dan jaminan syariah

Selain teknologi, kekuatan utama perbankan syariah ada pada prinsip dan pengawasan. Kepatuhan terhadap kaidah syariah dijaga oleh OJK, Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI, serta Dewan Pengawas Syariah (DPS). Pengawasan ini memastikan bank syariah tidak melanggar prinsip halal, bebas riba, dan tidak menimbulkan mudarat.

“Untuk menghindari riba dan mudarat itu ada aturannya. Jadi jelas berbeda dengan bank konvensional,” jelas Nabiela.

Sistem pengawasan yang ketat membuat bank syariah dipercaya banyak pihak, tidak hanya umat muslim. Bahkan, beberapa nasabah non-muslim memilih bank syariah karena skema pembiayaan dianggap lebih adil dan transparan.

Kisah para pengguna tadi membuktikan, perbankan syariah bukan sekadar layanan finansial, melainkan pilihan hidup yang memberi ketenangan. Kehadiran bank seperti BCA Syariah dengan layanan digitalnya membuat pilihan ini semakin mudah dijangkau. Bagi keluarga muda, menjaga keberkahan rezekinya bisa dilakukan tanpa ribet. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

ORDER MERCHANDISE