digitalMamaID – Pernah nggak sih, Mama merasa tiba-tiba kehilangan minat membaca padahal biasanya hobi banget baca buku? Nah, bisa jadi Mama sedang mengalami reading slump, suatu kondisi saat kita kesulitan menikmati buku, bahkan untuk membuka halaman pertama pun rasanya berat banget. Tenang, ini hal yang wajar, kok. Hampir semua pencinta buku pernah melewati fase ini.
Tapi jangan khawatir, reading slump bukan berarti cinta Mama pada buku hilang selamanya. Dengan sedikit kreativitas dan suasana baru, minat baca bisa kembali tumbuh. Salah satu cara unik yang bisa dicoba: membuat rental komik mini sendiri di rumah!
Kenali tanda-tanda reading slump
Yuk, coba cek! Kalau Mama mengalami dua atau lebih dari tanda-tanda ini, kemungkinan besar memang sedang mengalami reading slump:
- Merasa bosan atau jenuh saat membaca
- Susah fokus atau berkonsentrasi pada bacaan
- Tidak nyaman, bahkan cemas saat membaca, apalagi tema tertentu
- Nggak tertarik lagi dengan genre atau plot favorit yang biasanya bikin semangat
- Kehilangan minat membaca sama sekali
Apa penyebab reading slump?
Setiap orang bisa punya pemicu yang berbeda. Tapi umumnya, ini beberapa penyebab yang sering terjadi:
1. Perubahan situasi dan kondisi
Pindah rumah, punya bayi, mulai kerja baru, atau lanjut kuliah, semua itu menyita waktu dan energi. Tanpa sadar, kita jadi lebih memilih kegiatan lain yang terasa lebih ringan.
2. Kebiasaan membaca yang kurang variatif
Membaca genre yang sama terus-menerus bisa bikin jenuh. Apalagi kalau sudah hafal pola ceritanya. Atau, bisa juga karena terlalu banyak buku “antre dibaca”, jadi malah bingung mau mulai dari mana.
3. Faktor lainnya
Penglihatan mulai lelah, pusing kalau baca terlalu lama, atau terlalu banyak gangguan dari gawai dan media sosial. Bahkan, rasa “terpaksa” membaca karena buku sudah dibeli atau dipinjam juga bisa bikin stres sendiri.
Solusi seru: Bikin rental komik mini di rumah!
Kalau biasanya solusi reading slump itu ya istirahat dulu, ganti genre, atau cari buku yang ringan, kali ini yuk coba sesuatu yang beda! Bikin sistem rental komik mini di rumah! Bukan cuma bikin semangat baca balik lagi, tapi juga bisa nostalgia masa kecil dan bahkan dapat dana buat nambah koleksi buku baru.
Persewaan komik atau rental komik adalah jasa menyewakan buku terutama komik atau grafis novel kepada pelanggan dengan membayar biaya tertentu. Bisnis ini cukup ramai di tahun 1990 sampai 2000-an. Saat itu akses ke toko buku masih terbatas, juga belum ada tren membaca digital melalui aplikasi atau platform daring seperti sekarang.

Mengatur kembali koleksi pribadi dan menatanya seperti persewaan buku bukan hanya akan mengganti suasana dan menghidupkan nostalgia masa sekolah, tetapi juga akan membantu kita mengumpulkan dana untuk menambah koleksi sekaligus mengatasi reading slump yang mengganggu. Gimana caranya? Ikuti langkah-langkahnya, yuk!
1. Decluttering koleksi buku
Mulai dengan sortir buku. Kelompokkan jadi empat: sumbangkan, jual, buang, atau simpan. Fokus pada buku-buku yang belum dibaca, nggak selesai dibaca, atau sudah tidak menarik lagi. Simpan komik dan graphic novel secara terpisah. Jenis bacaan ini lebih ringan dan visualnya bisa bantu mengembalikan minat baca.
2. Tentukan area rental
Ciptakan sudut kecil yang nyaman di rumah, cukup dengan rak buku, kursi, dan satu toples atau jar untuk tempat uang sewa. Pilih area dengan cahaya alami dan suasana tenang. Pojok ruang tamu juga bisa digunakan! Tambahkan sedikit dekorasi lucu atau signage biar makin berasa kayak “rental beneran”.
Agar rapi, Mama bisa gunakan rak gantung, rak susun ke atas maupun rak samping.
3. Siapkan bukunya
Bungkus buku dengan plastik bening, beri stempel kecil di halaman dalam, dan pasang kantong kecil di halaman belakang untuk kartu peminjaman. Kartunya bisa dari kertas ukuran A6 berisi: judul buku, tanggal pinjam, tanggal kembali, dan paraf. Tambahkan stiker label di sampul depan, misalnya Rp2.000 per minggu.
Rekomendasi sampul buku bisa dilihat di sini. Mama juga bisa intip stempel custom mini bisa diintip di sini!
4. Buat aturan mainnya
Sama seperti rental buku pada umumnya, membaca di tempat bisa gratis, tapi kalau dibawa keluar area rental dikenakan biaya sewa. Kalau lewat dari 1 minggu, kenakan denda sesuai tarif sewa. Jadi, makin tertib deh!
Masukkan uang sewa dan denda ke dalam jar tertutup. Uang ini yang akan digunakan untuk beli buku baru. Mama, bisa gunakan jar seperti ini!
Setelah semua buku di rak dibaca, ganti dengan koleksi baru dari rak yang lain.
5. Nikmati prosesnya, selamat bersenang-senang!
Jangan paksakan diri untuk membaca kalau memang belum nyaman. Fokus saja pada proses menikmati waktu baca, bukan pada jumlah buku yang dibaca. Sediakan waktu khusus untuk baca setiap hari atau seminggu sekali. Matikan notifikasi gawai agar lebih fokus dan bebas distraksi.
Mau mencoba cara ini? Siapa tahu, Mama malah ketagihan dan jadi lebih konsisten membaca. Atau mungkin justru menemukan ide kreatif lainnya yang cocok untuk mengembalikan semangat baca. [*]