digitalMamaID — Jemaah haji asal Indonesia secara bertahap telah diterbangkan ke Arab Saudi untuk menjalankan ibadah haji tahun 2025. Menurut data Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (NCM), suhu panas pada musim haji kali ini berkisar antara 45 hingga 47 derajat celcius. Bahkan, di puncak musim haji, suhu bisa mencapai 48 derajat Celcius, sehingga jemaah perlu waspada terhadap adanya potensi serangan panas.
Untuk menghadapi cuaca yang relatif ekstrim ini, Kementerian Agama RI mengimbau jemaah haji untuk selalu menjaga kesehatan fisik maupun psikis selama berada di tanah suci. Karena bagaimanapun, menjalankan ibadah haji merupakan momen sakral yang dinantikan oleh seluruh umat muslim di dunia, sehingga jangan sampai kelancaran ibadah haji terganggu oleh kesehatan yang buruk atau kondisi fisik yang tidak prima.
Jemaah haji dengan kondisi kesehatan yang buruk mungkin akan kesulitan untuk menjalani rangkaian ibadah yang melelahkan, seperti berjalan kaki dengan jarak jauh atau berlama-lama di bawah terik matahari. Itulah kenapa ibadah haji seringkali disebut sebagai ibadah fisik, karena itu setiap jemaah dituntut untuk bisa menjaga kesehatan fisiknya, baik sebelum berangkat ke tanah suci maupun ketika menjalankan ibadah.
Sebelum berangkat haji
Berikut ini dilansir dari laman Hallo Sehat Kementerian Kesehatan RI, beberapa tips yang dapat dilakukan calon jemaah haji agar tetap sehat sebelum menjalani ibadah haji.
1. Melakukan pemeriksaan kesehatan
Sebelum berangkat haji alangkah baiknya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Hal ini penting untuk mengetahui kondisi fisik dan memastikan tubuh dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh.
Selain itu, pemeriksaan ini juga diperlukan untuk mengetahui jika mungkin terdapat penyakit tertentu sehingga dapat dideteksi dini untuk segera memulai pengobatan.
2. Melakukan vaksinasi
Melakukan vaksinasi merupakan syarat wajib sebelum jamaah terbang ke Arab Saudi dan melakukan ibadah haji. Vaksin yang dimaksudkan antara lain, vaksin meningitis, vaksin influenza, vaksin tifoid, vaksin hepatitis A dan hepatitis B.
3. Rutin berolahraga
Rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari untuk menjaga stamina dan kesehatan selama ibadah haji. Sebagaimana yang kita ketahui, saat ibadah haji banyak melakukan aktivitas berat. Aktivitas itu diantaranya berkeliling ka’bah sebanyak tujuh kali, serta melakukan sa’i yakni perjalanan bolik balik antara bukit Shafa dan Marwa. Oleh karena itu dibutuhkan fisik yang kuat dan stamina yang baik agar ibadah kita lancar selama berada di Tanah Suci.
Jika tidak terbiasa berolahraga, Mama bisa memulainya dengan melakukan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki atau jogging setiap hari untuk meningkatkan kebugaran dan memperkuat otot tubuh.
4. Jangan lupa minum obat
Jika memiliki riwayat penyakit, pastikan untuk selalu minum obat secara teratur dengan dosis sesuai anjuran dokter.
5. Menjaga kebersihan diri
Selalu menjaga kebersihan dengan membiasakan cuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet.
6. Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi
Pastikan konsumsi makanan sumber karbohidrat kompleks, seperti roti atau nasi merah untuk meningkatkan energi. Selain itu, konsumsi makanan kaya serat seperti buah atau sayur agar pencernaan tetap lancar dan hindari makanan terlalu pedas, terlalu asin, dan minuman manis yang berlebihan.
7. Jangan terlalu memforsir diri dengan kegiatan yang menyebabkan kelelahan sebelum keberangkatan
Istirahat yang cukup dibutuhkan bagi calon jamaah haji untuk membantu tubuh mempersiapkan diri sebelum melakukan perjalanan yang melelahkan dan berbagai aktivitas ibadah di Tanah Suci.
Adapun tradisi walimatus safar yang umum dilakukan di Indonesia, boleh saja dilakukan, karena syukuran ini bertujuan untuk memohon keselamatan calon jamaah haji selama perjalanan dan biasanya acara ini diisi dengan tahlilan, tausiyah, doa bersama, dan makan bersama.
Hanya saja, jika ada tradisi begadang selama 7 malam menjelang keberangkatan haji, hal ini tidak dianjurkan dilakukan oleh calon jamaah haji. Karena sebaiknya waktu tersebut digunakan untuk beristirahat dan mempersiapkan fisik dan mental.
Selama beribadah haji
Adanya perbedaan cuaca yang sangat signifikan antara Indonesia dan Arab Saudi, membuat jamaah Indonesia harus benar-benar dalam kondisi yang sehat ketika akan melakukan perjalanan dan melakukan serangkaian ibadah haji. Karena itu, jamaah Indonesia juga harus melakukan beberapa hal untuk meminimalisir potensi paparan penyakit atau pingsan pada saat melakukan ibadah haji.
Dikutip dari Republika dan Kementerian Kesehatan RI melalui laman resminya, Tim Promosi Kesehatan Pusat Kesehatan Haji, Dian Septika Sari memberikan tips jamaah haji yang dapat dilakukan dalam menghadapi cuaca panas ekstrem.
1. Menjaga asupan makanan dan minuman yang cukup
Minum minimal dua liter per hari. “Karena sebagian Jamaah terkadang terlalu fokus beribadah sehingga melupakan asupan makan dan minum. Tubuh memerlukan energi dari makanan dan cairan yang cukup,” kata Dian.
2. Membawa payung, topi, kacamata hitam, untuk menghindari paparan sinar matahari ke tubuh secara langsung
Hal ini juga untuk mencegah heat stroke atau sengatan panas. Misalnya, pada saat perjalanan untuk melempar Jumrah, sebaiknya menggunakan payung untuk terhindar dari paparan sinar matahari langsung.
3. Menggunakan alas kaki
Jalanan di sekitar Masjidil Haram dan tempat-tempat manasik sangat terik dan panas sehingga bisa membuat kaki melepuh jika nekat berjalan tanpa alas kaki.
4. Saat wukuf di Arafah pun sebaiknya tetap di dalam tenda
Jangan berdiam diri di tanah lapang luar tenda tanpa ada keperluan yang mendesak.
5. Pilihlah waktu beribadah di mana suhu yang dirasakan tidak terlalu panas
Misalnya lakukanlah Tawaf dan melempar Jumrah pada pagi atau sore hari, di saat suhu udara yang dirasakan lebih dingin daripada siang hari.
6. Hindari kegiatan di luar rangkaian ibadah haji
Ini terutama di luar ruangan untuk menghindari cuaca panas di Tanah Suci.
7. Sediakan selalu bekal air minum saat sedang beribadah
Banyak jemaah haji kurang memperhatikan asupan air minum mereka, bisa jadi karena malas untuk ke kamar kecil dan malas untuk berwudu kembali.
8. Sediakan sprayer atau botol penyemprot air
Jika suhu yang dirasakan sudah sedemikian menyengat, maka jamaah haji dapat menyemprotkan air ke bagian kepala, leher, dan bahu untuk menurunkan suhu tubuh.
9. Memberikan perlindungan kulit dari kekeringan dan iritasi
Hal itu bisa terjadi karena paparan sinar matahari. Mama bisa melindungi kulit dengan krim pelembap dan perlindungan dari sinar UV.
10. Selalu membawa obat pribadi
Beberapa obat yang wajib dibawa ialah parasetamol untuk menurunkan suhu, tablet hisap untuk meredakan sakit tenggorokan, vitamin, obat diare, dan perlengkapan P3K seperti plester.
11. Hindari berbagi alat-alat pribadi dengan orang lain
Gunakan peralatan pribadi sendiri, seperti sikat gigi, pisau cukur, atau handuk. Hal ini untuk mengurangi risiko penularan penyakit.
12. Paksa untuk makan
Menjaga asupan gizi selama ibadah haji juga dibutuhkan untuk membantu tubuh agar tetap prima ketika menjalani padatnya rangkaian ibadah haji.
Semoga dengan persiapan yang matang, Mama bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar! [*]