The Trauma Code: Heroes on Call, Ketegangan Tanpa Jeda di Trauma Center

Share

digitalMamaID – Drakor (drama Korea) medis merupakan salah satu genre yang banyak digemari. Biasanya memiliki cerita yang ringan, penuh cerita persahabatan, dan dibumbui romansa yang menggemaskan. Namun, bagaimana jika Mama ingin tontonan medis dengan nuansa berbeda? Lebih tegang, intens, dan minim drama personal? Jawabannya ada di drakor The Trauma Code: Heroes on Call. 

Berbeda dengan Hospital Playlist atau Doctor Slump yang menyelipkan kisah cinta sebagai bumbu utama, The Trauma Code: Heroes on Call lebih fokus pada realitas dunia medis di sebuah pusat trauma sebuah rumah sakit. Series ini diangkat dari web novel berjudul Trauma Center: Golden Hour karya Hansanleega, yang kemudian diadaptasi menjadi webtoon populer di Naver bersama ilustrator Hongbichira. Menariknya, Hansanleega—yang memiliki nama asli Lee Nak-jun—adalah seorang dokter sekaligus penulis produktif di Korea Selatan. Tak heran jika detail medis dalam series ini terasa lebih autentik.

Dirilis di Netflix pada Januari 2025, dan disutradarai oleh Lee Do-yoon, The Trauma Code: Heroes on Call langsung mencuri perhatian sejak episode pertamanya. Cerita berpusat di sebuah trauma center, tempat kejadian-kejadian medis paling parah terjadi dan seluruh tenaga kesehatan berpacu dengan waktu demi menyelamatkan nyawa. Dengan rating usia 16+, series ini menampilkan situasi medis yang cukup intens dan visual yang tampak realistis.

Joo Ji-hoon, nostalgia Prince Lee Shin untuk mama milenial

Salah satu daya tarik utama series ini tentu saja kehadiran Joo Ji-hoon sebagai dr. Baek Kang-hyuk. Dr. Baek adalah dokter bedah trauma jenius sekaligus mantan dokter militer yang dikenal keras kepala, lugas, dan tidak suka basa-basi. Bagi mama milenial, kemunculan Joo Ji-hoon membawa nostalgia pada Prince Lee Shin, karakter ikoniknya dalam Princess Hours pada 2006 silam.

Jika dulu Prince Lee Shin digambarkan dingin namun perlahan melunak oleh cinta, kali ini Joo Ji-hoon tampil sebagai “superhero” pusat trauma yang tenang di tengah kekacauan dan tegas saat nyawa pasien dipertaruhkan. Aktingnya terasa matang dan meyakinkan, sejalan dengan pengalamannya di dunia akting sejak 2006. Berkat peran dr. Baek Kang-hyuk, Joo Ji-hoon meraih penghargaan Outstanding Korean Actor di Seoul International Drama Awards 2025.

Sinopsis The Trauma Code: Heroes on Call

The Trauma Code: Heroes on Call bercerita tentang dr. Baek Kang-hyuk, seorang dokter bedah trauma berpengalaman yang pernah bertugas di berbagai zona konflik internasional. Ia direkrut untuk membenahi pusat trauma di Rumah Sakit Nasional Universitas Hankuk yang nyaris tidak berfungsi optimal, meskipun rumah sakit tersebut tergolong mewah dan prestisius.

Kedatangan dr. Baek atas rekomendasi Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan, Kang Myeoung-hui (Kim Sun-young), justru memicu penolakan dari berbagai pihak. Metode dr. Baek dianggap ekstrem, keputusannya sering dinilai nekat, dan gaya komunikasinya jauh dari kata ramah. Namun, di setiap kasus darurat, mulai dari kecelakaan besar hingga pasien kritis yang membutuhkan penanganan cepat, ia membuktikan bahwa semua tindakannya punya dasar yang kuat.

Bersama tim trauma yang perlahan terbentuk, termasuk dr. Yang Jae-woon (Choo Young-woo) dan perawat Cheon Jang-mi (Ha Young), dr. Baek menghadapi keterbatasan fasilitas, birokrasi rumah sakit, serta tekanan waktu yang terus berjalan.


Hal-hal menarik dari The Trauma Code: Heroes on Call

Series yang terdiri dari delapan episode ini menyimpan banyak hal menarik. Salah satunya adalah gambaran realistis tentang perjuangan tenaga kesehatan di pusat trauma. Mama juga diajak memahami perbedaan antara Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan pusat trauma. Jika IGD menangani kondisi darurat secara umum, maka pusat trauma adalah bagian khusus yang menangani cedera ekstrem yang mengancam nyawa dan membutuhkan penanganan super cepat.

  • Tenaga kesehatan yang kewalahan
    Dr. Baek dan dr. Yang diceritakan nyaris tidak pernah berhenti bekerja. Bahkan, mereka memiliki ruang khusus untuk bermalam di rumah sakit. Ada satu adegan sederhana namun menyentuh ketika dr. Baek menegur dr. Yang yang tidak mau makan, sambil mengingatkan bahwa menjaga tubuh juga bagian dari tugas dokter.
  • Rumah sakit juga memiliki unsur bisnis
    Series ini dengan jujur menampilkan realitas bahwa rumah sakit tidak lepas dari urusan finansial. Trauma center yang dipimpin dr. Baek digambarkan mengalami defisit terbesar karena biaya penanganan pasien yang sangat tinggi. Hal ini memicu konflik dengan manajemen rumah sakit yang lebih memikirkan efisiensi anggaran.
  • Korea dan angka harapan hidup yang tinggi
    Dalam salah satu adegan, dr. Baek menyebut pusat trauma harus berfungsi maksimal demi mempertahankan reputasi Korea sebagai negara dengan harapan hidup tinggi. Pernyataan ini rupanya bukan sekadar dialog. Data terbaru dari Korea.net menunjukkan angka harapan hidup warga Korea mencapai 83,7 tahun, menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah. Penurunan angka kematian akibat kecelakaan dan penyakit menjadi salah satu faktor pendukungnya. Selain sistem kesehatan, pola makan juga berperan. Banyak makanan Korea berbasis sayuran dan fermentasi, seperti kimchi yang kaya probiotik atau kimbap yang berisi sayuran dan protein dalam satu porsi.

Sudah siap merasakan ketegangan di trauma center? Yuk, tonton The Trauma Code: Heroes on Call di Netflix! Jangan lupa juga review series ini di Screen Score ya, Mama! [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

ORDER MERCHANDISE

Bingung cara ajak anak diskusi soal bahaya online tanpa menghakimi? 

Dapatkan solusi anti-panik untuk mengatasi hoaks, cyberbullying, dan mengatur screen time dalam Panduan Smart Digital Parenting