10 Rekomendasi E-Book Dongeng Gratis Dua Bahasa, Gratis!

Ilustrasi rekomendasi e-book dongeng nusantara
Share

digitalMamaID – Menjelajahi nusantara dengan membaca dongeng cerita rakyat Indonesia merupakan aktivitas menyenangkan bersama anak. Kini juga tersedia buku digital atau e-book dongeng gratis yang menarik, lho!

Dongeng bisa menjadi media belajar, sarana memupuk rasa percaya diri serta penguatan karakter. Membacakan cerita dongeng juga dapat membangun kelekatan antara orangtua dan anak.

10 Dongeng Nusantara terbitan Rumah Dongeng Mentari bersama Indika Foundation bisa menjadi pilihan untuk mengenalkan ragam budaya berbagai daerah pada si kecil. E-book dongeng nusantara ini bisa diakses gratis. Disajikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah asal cerita itu bermula.

Penulis ternama tergabung dalam seri dongeng nusantara ini, antara lain Watiek Ideo, Gin Teguh, Bagong Soebarjo, dan Aisha Shaidra. Serta gabungan ilustrator berbakat yang melengkapi visual gambarnya, yaitu Yudha Ardhi, Daud Nugraha, Omega Hanifa, Arijal Hadiyan, Lily Elserisa,  Khoirul Anwar, Bagong Soebardjo, Kammalia R, Hadi Wardoyo, dan Adinda Novalyawati.

E-book 10 Dongeng Nusantara ditujukan untuk anak usia enam tahun ke atas. Sementara untuk anak di bawah umur dari enam tahun, dapat ditemani dan dibacakan oleh pendamping atau orangtua. Upayakan untuk membaca terlebih dahulu buku ceritanya serta bacakan judul, penulis serta ilustratornya ya, Mama!

 

Sinopsi E-Book Dongeng Nusantara

Berikut sinopsis e-book 10 Dongeng Nusantara yang bisa Mama bacakan untuk anak.

1. Asal Usul Tari Guel (Aceh)

Apakah kamu percaya kalau tarian bisa membujuk seekor gajah? Cerita yang disadur dari cerita asli masyarakat Gayo, Nagroe Aceh Darussalam ini berkisah tentang upaya keras seorang pangeran mendatangkan gajah putih untuk putri.  Berbagai cara dilakukan pangeran untuk membujuk gajah putih bergerak dari tempatnya. Namun, usahanya tidak membuahkan hasil. Hingga pangeran melakukan sebuah tarian dan berhasil memikat si gajah. Gerakan seperti apa yang dilakukan pangeran? Yuk, kita ikuti kisahnya di sini. Cerita ini dituturkan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Aceh.

2. Batu Panjang (Jambi)

Pernahkah kamu bersedih hati karena keinginan yang tidak terpenuhi? Batu Panjang bercerita tentang seorang putri kecil yang tinggal bersama keluarga besarnya. Putri ingin sekali makan sepotong ikan hasil tangkapan kakeknya. Namun hal tersebut tidak dikabulkan oleh kakek, nenek, ayah, ibu, maupun saudara lelakinya. Bahkan saat makan malam pun putri tidak mendapat bagian ikannya. Hal tersebut membuat putri kelaparan dan sangat sedih. Dia pun bernyanyi di atas batu sambil menatap bulan yang bersinar terang. Apa yang terjadi pada putri kemudian? Ikuti kisah Batu Panjang dari Jambi di sini. Cerita ini dituturkan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Jambi.

3. Gajah Wong (Yogyakarta)

Bagaimana perasaan kamu saat kehilangan hewan kesayangan? Pasti sedih ya, seperti cerita rakyat asal Yogyakarta yang berkisah mengenai asal-usul Sungai Gajah Wong. Alkisah hiduplah seekor gajah milik Sultan Bernama Dwipangga yang memiliki perawat setia bernama Ki Sapa Wira. Setiap waktu mereka selalu bersama-sama. Suatu hari Ki Sapa Wira berhalangan memandikan Dwipangga dan digantikan oleh kerabatnya. Namun, sesuatu terjadi pada mereka di sungai. Yuk, baca lanjutannya di sini. Cerita ini dituturkan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa.

4. Ibuanari dan Sagu Bulan (Papua)

Siapa yang mau ikut makan bulan di langit? Cerita yang disadur dari cerita asli masyarakat Papua ini bercerita tentang kepala suku yang sangat mengagumi bulan purnama sehingga menebang banyak pohon yang sudah berusia tua untuk dijadikan menara. Dia bersikeras untuk menggapai bulan purnama dengan membuat menara sangat tinggi. Suatu malam saat bulan bersinar terang, berbekal sagu dan keinginannnya menggenggam bulan, kepala suku berbondong-bondong menaiki menara bersama rombongannya.  Namun, hal buruk terjadi. Yuk, kita ikuti kisahnya di sini. Cerita ini dituturkan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Papua.

5. Perempuan Pembawa Api (Nusa Tenggara Timur)

Bisakah kamu membayangkan sebuah pulau yang belum mengenal api? Kisah mengenai sosok perempuan dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur ini menjadi salah satu bukti peran perempuan dalam kemajuan peradaban. Di mana para Perempuan Rote yang piawai mengolah lontar menjadi perantara para penduduk belajar membuat api. Simak kisah serunya di sini. Cerita ini dituturkan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Rote Dengka.

6. La Moelu (Sulawesi Tenggara)

Apa yang terjadi jika kalian bertemu Jinnande si ikan raksasa? Kisah hangat mengenai persahabatan manusia dan ikan ini berasal dari Suku Muna, Sulawesi Tenggara. Berawal dari seorang anak nelayan bernama La Moelu yang beruntung mendapat ikan unik kemudian diberi nama Jinnande. Semakin hari tubuh Jinnade makin besar hingga tidak muat disimpan dalam lesung. La Moelu pun mengembalikan Jinnande ke laut yang membuat mereka mendapati banyak tantangan. Kesetiakawanan mereka akhirnya mengubah hidup La Moelu bersama keluarganya. Baca lengkapnya di sini, ya! Cerita ini dituturkan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Muna.

7. Siuk Bambam Siuk  (Kalimantan Tengah)

Apa benar kalau raksasa selalu berniat jahat pada manusia? Kita bisa belajar saling mengenal dari cerita asli masyarakat Kalimantan Tengah ini tentang anak dayak bernama Siuk Bambam dan Siuk Bimbim yang saling menjaga kala tinggal di hutan. Suatu hari, hujan turun sangat deras membuat mereka tidak bisa berburu dan berladang. Bahan makanan pun habis dan Siuk Bimbim jatuh sakit karena kelaparan. Siuk Bambam kemudian pergi ke hutan untuk mencari makanan serta obat. Siuk Bimbim merintih karena terlalu lama sendirian di dalam pondok, hingga suaranya terdengar anak raksasa yang sedang lewat. Apa yang kemudian terjadi? Simak di sini ya. Cerita ini dituturkan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Dayak Ngaju.

8. Anteh Si Penjaga Bulan (Jawa Barat)

Siapa yang mau ikut berpetualang bersama makhluk-makhluk dari bulan? Dalam kepercayaan Masyarakat Sunda di bulan ada Nini Anteh yang tinggal bersama kucingnya, Candramawat. Saat bulan purnama para orangtua mengizinkan anaknya untuk bermain di lapangan terbuka. Mereka tengah menunggu Nini Anteh dari bulan. Namun, kemudian hujan turun, anak-anak pun mendendangkan lagu Trong Kolentrang agar hujannya reda. Apakah hujannya berhenti? Ikuti kisah asal Jawa Barat ini di sini ya. Cerita ini dituturkan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda.

9. Lebai Malang (Sumatera Barat)

Bagaimana cara mendapatkan dua kepala kerbau dalam satu waktu? Cerita dari Sumatera Barat ini berkisah tentang seorang lelaki bernama Pak Lebai yang hari itu tengah bersiap untuk menghadiri undangan jamuan makan atau kenduri di desa hulu. Dia dijanjikan mendapatkan satu kepala kerbau jika menghadirinya. Namun, di tengah jalan dia bimbang karena ada hajatan lain yang mengiminginya dengan dua tanduk kepala kerbau. Lebai pun kebingungan. Lantas, hajatan mana yang akan dia datangi lebih dulu? Apakah dia mendapatkan kepala kerbau impiannya itu? Simak di sini, ya. Cerita ini dituturkan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Minang.

10. Biwar Penakluk Naga

Bagaimana ya, cara menaklukkan seekor naga yang mengamuk? Ini adalah kisah Biwar seorang anak dari suku Mimika yang senang memainkan alat musik tifa. Biwar bersuka hati karena hari itu bisa mengikuti ayah dan ibunya ke hutan sagu. Biwar diizinkan untuk membantu proses pembuatan sagu mulai dari memangkur, menebang, hingga menumbuk dan memeras sagu dan mengendapkannya menjadi bahan makanan. Tibalah waktunya pulang menaiki perahu, ternyata di tengah perjalanan ada seekor naga yang mengikuti rombongan mereka dan mengincar sesuatu. Cari tau di sini ya! Cerita ini dituturkan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Papua.

Membangun karakter

Rumah Dongeng Mentari sebagai penggagas penulisan 10 Dongeng Nusantara merupakan wadah melestarikan dongeng dan membudayakan dongeng sejak dini. Komunitas yang dihidupkan oleh kakak beradik Putri Arum Sari, Ayu Purbasari, dan Rona Mentari ini  menjadikan dongeng sebagai media aktif dalam membangun karakter anak. Dongeng dipilih sebagai media belajar aktif karena dongeng adalah aktivitas yang disukai anak-anak. Sifatnya tidak menggurui, membuat anak-anak merasa nyaman tapi tetap efektif dalam menyampaikan pesan.

Komunitas Rumah Dongeng Mentari juga menjadi tempat untuk anak-anak berkumpul dan berkreativitas dalam pengembangan karakternya sebagai individu yang unik melalui dongeng. Mengusung kutipan “Everyone is a storyteller” RDM berupaya membudayakan dongeng sejak dini dan mengajak siapapun dari seluruh Indonesia yang ingin bergabung belajar serta melestarikan dongeng. Versi cetak Buku 10 Dongeng Nusantara ini telah dibagikan secara gratis pada para pegiat literasi di seluruh Indonesia untuk selanjutnya meneruskan kembali cerita dongengnya pada anak-anak Indonesia supaya lebih mengenal keberagaman dan menyenangi kegiatan membaca.

Mama tertarik belajar dongeng, kolaborasi atau menjadi relawan Rumah Dongeng Mentari? Sila berselancar ke sini ya! [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *