Titik Temu

Ilustrasi titik temu
Share

Hidup berjalan dengan banyak pertemuan yang menguji diri. Kita bertemu dengan kebahagiaan, tapi juga tidak bisa menghindari pertemuan dengan kekecewaan. Kita berjumpa dengan keberhasilan, namun suatu saat juga dipertemukan dengan kegagalan. Kadang langkah terasa mudah karena keberhasilan, tapi di waktu lain terasa berat ketika harapan tidak sesuai kenyataan. Ada masa jiwa terasa kuat menghadapi segalanya, dan ada pula waktu di mana hati rapuh tak berdaya.

Semua itu membawa kita pada satu kesadaran: setiap langkah, betapapun berliku, sedang menuntun kita menuju titik temu.

Titik temu dengan kelemahan diri

Ada kalanya kita merasa mampu, yakin dengan rencana, kuat dengan ikhtiar. Namun ketika kegagalan datang, kita disadarkan bahwa ternyata kita lemah. Dan di situlah kita menemukan titik temu dengan doa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَتَبَرَّأُ مِنْ حَوْلِي وَقُوَّتِي وَالْتَجِيُّ إِلَى حَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ

اللَّهُمَّ أَعِنِّي وَلَا تُعِنْ عَلَيَّ، وَانْصُرْنِي وَلَا تَنْصُرْ عَلَيَّ، وَاهْدِنِي وَيَسِّرِ الْهُدَى لِي

“Ya Allah, aku berlepas diri dari daya dan kuasaku, dan aku bersandar pada daya dan kuasa-Mu. Ya Allah, bantu aku dan jangan biarkan aku, tolong aku dan jangan Engkau lemahkan aku, berikanlah aku petunjuk dan mudahkanlah petunjuk itu bagiku.”

Doa ini adalah titik temu antara keterbatasan manusia dengan kuasa Allah yang tak pernah terbatas.

Titik temu dengan jiwa

Luka kecewa sering kali menyisakan pertanyaan: mengapa aku yang harus mengalami ini? Namun, lewat doa, kita belajar bahwa luka kecewa bisa menjadi jalan untuk membersihkan hati. Ada doa indah yang mengingatkan kita akan hal itu:

اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا

“Ya Allah, berilah ketakwaan kepada jiwaku, sucikanlah jiwaku. Engkaulah sebaik-baik Dzat yang dapat menyucikannya. Engkaulah yang menguasai dan yang menjaganya.”

Inilah titik temu antara ujian hidup dengan jiwa yang disucikan. Bahwa setiap rasa sakit karena luka kecewa bukan sekadar cobaan, tapi jalan untuk menata hati agar lebih dekat dengan Allah.

Titik temu dengan kehendak-Nya

Tidak semua yang kita inginkan akan terwujud, dan tidak semua yang kita takutkan bisa dihindari. Namun, setiap peristiwa entah itu kehilangan, kegagalan, atau kebahagiaanadalah bagian dari kehendak Allah. Di sanalah kita menemukan titik temu: saat kehendak kita tunduk pada kehendak-Nya, dan hati menjadi lebih lapang.

Maka, ketika langkah terasa berat, ketika hati pernah hancur, ketika diri pernah kecewa atau ketika doa-doa terasa tak kunjung dijawab, percayalah: semua itu sedang menuntun kita menuju titik temu.

Titik temu dengan doa, titik temu dengan jiwa yang lebih bersih, titik temu dengan kehendak Allah yang selalu lebih indah dari rencana kita. Dan pada akhirnya, kita akan sadar: setiap luka, setiap air mata, setiap perjalanan, semuanya bukan tanpa arti. Karena pada akhirnya, semuanya akan bermuara pada satu hal: Titik Temu Dengan Allah.

Lana Salikah A.

 


Cerita Mama berisi cerita yang ditulis oleh pembaca digitalMamaID seputar pengalamannya saat bersentuhan dengan dunia digital. Baik saat menjalankan perannya sebagai individu, istri, ibu, pekerja, maupun peran-peran lain di masyarakat. Kirimkan cerita Mama melalui email redaksi@digitalmama.id atau digitalmama.id@gmail.com dengan subyek [Cerita Mama].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

ORDER MERCHANDISE

Bingung cara ajak anak diskusi soal bahaya online tanpa menghakimi? 

Dapatkan solusi anti-panik untuk mengatasi hoaks, cyberbullying, dan mengatur screen time dalam Panduan Smart Digital Parenting