digitalMamaID — Ketergantungan anak muda terhadap kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT semakin mengkhawatirkan. Banyak dari mereka menggunakan ChatGPT sebagai teman curhat, berdiskusi, hingga mengambil keputusan atas apa yang akan mereka lakukan dalam hidup. Ketergantungan ini akhirnya menelan pil pahit. OpenAI akhirnya meluncurkan fitur parental control.
Seorang remaja di California memutuskan mengakhiri hidupnya setelah berdiskusi panjang dengan teman ChatGPT-nya. Menanggapi insiden tersebut dan tuntutan dari Mahkamah Agung, OpenAI akhirnya mengeluarkan fitur baru pada ChatGPT yakni kontrol orangtua atau parental control. Fitur ini bertujuan untuk memudahkan orangtua mengawasi anaknya ketika berinteraksi dengan ChatGPT.
Notifikasi darurat kepada orangtua
Dilansir dari CNET pada Rabu, 1 Oktober 2025, fitur baru ini memberi orangtua lebih banyak kendali atas cara anak-anak mereka menggunakan ChatGPT. Fitur ini hanya bisa digunakan ketika orangtua menautkan akun mereka ke akun anak melalui sebuah undangan via email.
Maski demikian, OpenAI menggarisbawahi bahwa orangtua tetap tidak dapat mengakses langsung ke percakapan anak mereka di ChatGPT. Sistem hanya akan memberikan notifikasi darurat kepada orangtua jika AI mendeteksi anak mereka sedang berada dalam kondisi keamanan serius, stres akut, dan kondisi emosional yang parah.
“Ini adalah sistem notifikasi keselamatan pertama yang bisa mengirimkan peringatan kepada orangtua jika remaja mereka berisiko melukai diri sendiri,” kata Kepala esejahteraan remaja OpenAI, Lauren Haber Jonas.
Selain menautkan dengan akun ChatGPT anak, orangtua dapat mengatur berbagai batasan lainnya. Seperti menentukan kapan anak bisa berinteraksi dengan ChatGPT, berapa lama mereka akan berinteraksi, menonaktifkan mode suara dan memori, menghapus fitur pembuat gambar.
Perlindungan akun remaja
Akun remaja juga akan mendapatkan perlindungan konten tambahan, seperti mengurangi konten grafis dan standar kecantikan ekstrem. Selain itu, ada juga sistem deteksi yang mengenali tanda-tanda potensial bahwa seorang remaja mungkin berpikir untuk melukai diri sendiri.
“Jika sistem kami mendeteksi potensi bahaya, tim kecil kami akan melakukan peninjauan dan jika tanda-tanda gangguan akut terdeteksi, kami akan segera menghubungi orang tua melalui email, pesan teks, dan notifikasi push di ponsel mereka, kecuali mereka memilih tidak mengaktifkan fitur ini,” kata VP dan Kepala Aplikasi ChatGPT, Nick Turley dilansir dari Tech Crunch.
OpenAI menggaris bawahi, fitur baru ini mungkin belum begitu sempurna sehingga kadang akan mengirimkan notifikasi kepada orangtua padahal tidak ada bahaya nyata pada aktivitas ChatGPT anak.
“Tetapi kami pikir lebih baik bertindak dan memberi tahu orangtua agar mereka dapat turun tangan daripada diam saja,” kata Nick Turley
Open AI menambahkan, bahwa pihaknya juga sedang mengupayakan cara untuk menghubungi penegak hukum atau layanan darurat jika mendeteksi adanya ancaman langsung terhadap nyawa dan tidak dapat menghubungi orangtua.
Selain penambahan fitur kontrol orang tua, ChatGPT juga dilengkapi dengan router internal yang dirancang untuk mendeteksi percakapan emosional yang sensitif. AI secara otomatis akan mengalihkan percakapan sensitif tersebut ke model AI yang lebih cerdas dan berhati-hati. Model AI yang akan menangani tugas ini adalah GPT-5.
Dengan fitur baru ‘safe completions’ memungkinkan mereka menjawab pertanyaan sensitif dengan cara yang aman, alih-alih sekadar menolak untuk terlibat.
Fitur ini berbeda dengan model obrolan perusahaan sebelumnya yang dirancang agar menyenangkan dan menjawab pertanyaan dengan cepat. GPT-4o telah menjadi sorotan khusus karena sifatnya yang terlalu menjilat dan menyenangkan, serta memicu insiden delusi yang dipicu oleh AI.
Pro kontra GPT-5
Ketika GPT-5 diluncurkan pada Agustus lalu, banyak pengguna yang keberatan dan menuntut agar kembali ke GPT-4. Mereka mengkritik fitur ini terlalu berhati-hati serta menuduh OpenAI seolah memperlakukan orang dewasa seperti anak-anak sehingga menurunkan kualitas layanan.
“Kami mendapatkan reaksi keras hingga 40 tanggapan karena penerapan router,” kata Nick Turley.
“ChatGPT akan memberitahu model mana yang aktif ketika diminta. Ini adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat perlindungan dan belajar dari penggunaan di dunia nyata sebelum peluncuran yang lebih luas,” jelasnya. [*]






