digitalMamaID – Dulu aktivisme identik dengan turun ke jalan, kini wajahnya ikut berubah seiring hadirnya generasi baru. Ya, Gen Z! Dengan jumlah hampir 75 juta jiwa, Gen Z tumbuh bersama internet, media sosial, dan budaya digital yang melekat di keseharian mereka. Tak heran, ketika gelombang demonstrasi menuntut DPR RI yang bergulir sejak akhir Agustus 2025, suara Gen Z terdengar lantang dengan cara-cara yang segar, kreatif, dan terkadang tak terpikirkan sebelumnya.
Aksi protes atas kenaikan tunjangan DPR dan berbagai pernyataan wakil rakyat nirempati mulai bergulir sejak 25 Agustus 2025. Demonstrasi memuncak pada 29 Agustus ketika Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol dilindas rantis Brimob membuat masyarakat tak berhenti menyuarakan aspirasi mereka; baik dengan turun ke jalan ataupun menyuarakannya di media sosial.
Gen Z, sebagai kelompok demografis terbesar di Indonesia yaitu berjumlah sekitar 74,93 juta jiwa turut bersuara menyikapi situasi ini. Lewat dunia digital yang menjadi keseharian mereka, Gen Z punya cara unik dalam mengekspresikan keresahannya. Kreativitas mereka menghadirkan warna baru dalam tradisi aktivisme. Berikut aktivisme a la Gen Z yang digitalMamaID rangkum:
1. Karya seni untuk semua
Kreativitas desainer dan ilustrator juga punya peran penting dalam menyebarkan awareness untuk masyarakat dengan cara yang fun. Banyak seniman digital berlomba-lomba menciptakan berbagai macam karya seni sambil mengawal tuntutan untuk DPR. Semakin banyak dibagikan, semakin besar peluang tuntutan ini mencuri perhatian
2. Demonstrasi di Roblox
Tidak bisa mengikuti aksi di lapangan bukan berarti tidak ikut bersuara. Para pengguna gim Roblox menggelar demonstrasi virtual di platform game yang memiliki jutaan pengguna ini. Di server [BETA] Demo Indo Roleplay demonstrasi virtual digelar dan menarik perhatian pengguna. Server yang dibuat pada 29 Agustus 2025 ini memiliki batas usia 17 tahun ke atas dan memiliki kapasitas pemain sebanyak 50 orang per lobi.
Di server itu para pemain berkumpul di replika Gedung DPR sambil membawa poster yang bisa ditulis sesuai keinginan. Poster-poster yang ditulis bernada kritis namun lucu. Mereka membuat avatar yang membawa poster digital, berbaris, dan menyuarakan pesan protes. Fenomena ini menunjukkan bahwa Gen Z dapat menggunakan metaverse bukan hanya untuk hiburan semata, namun juga menjadi ruang public alternatif untuk aktivisme digital.
nih a buruh tani-nya pic.twitter.com/RPe9TAYGlz
— aꪗin #ACAB (@karinundip) August 31, 2025
3. Menyalakan Strava saat demonstrasi
Bila lumrahnya Strava-aplikasi untuk merekam aktivitas olahraga, dinyalakan saat kita berolahraga. Lain halnya dengan @hazezel_nut di TikTok yang menyalakan Strava saat dirinya mengikuti demonstrasi. Dalam video diperlihatkan bahwa dirinya sedang berlari bersama peserta aksi lainnya. Hasilnya, pace atau kecepatan lari mereka tampak tinggi, bukan karena memang sedang berolahraga, melainkan karena dikejar aparat.
@hazazel_nut Event running Semarang #demohariini #demosemarang #demodpr #demopolri ♬ Jelly Fish Jam – Techno Mix – Da Fokin
4. Palette baru perjuangan: pink hijau
Bila Mama ingat akan biru resisten yang sempat ramai saat aksi Peringatan Darurat Agustus tahun lalu, maka di aksi kali ini ada warna baru yang muncul; pink dan hijau. Warna-warna ini menjadi identitas solidaritas masyarakat yang disarikan dari kerudung pink seorang ibu yang berdemo di Gedung DPR dan hijau dari jaket almarhum Affan Kurniawan yang tewas dilindas rantis Brimob. Tren ini meluas di berbagai platform sebagai warna-warna yang dipakai di banyak desain konten juga karya seni
Seorang netizen yang juga developer di X, @marjono_ berkontribusi besar dalam mempopulerkan tren ini dengan menciptakan generator foto profil Brave Pink Hero Green di situs http://brave-pink-heri-green.lovable.app yang mempermudah warganet mengedit foto dengan kombinasi dua warna ini.
Brave Pink Hero Green Generator
— anang (@marjono__) September 1, 2025
Guys gua baru aja bikin aplikasi buat bikin foto profile Brave Pink Hero Green. Cukup upload foto dan download hasilnya
Semua privacy aman karena run on your browser.https://t.co/YS9o3GAJuL
YUK SEBARKAN! https://t.co/LNUmdjMgFr
5. Meme sebagai senjata
Tidak lengkap rasanya jika aktivisme ala Gen Z tanpa meme. Dari humor sehari-hari sampai sindiran kritis, meme menjadi salah satu media ilustrasi yang cukup cepat menyebar di media sosial.
https://t.co/4nc7Mj8Ons pic.twitter.com/lOYsi3ptO4
— . (@lunevelous) September 2, 2025
6. Karakter Sahroni di Game The Sims 4
Bila sebelumnya ada kreator yang membuat server demo DPR di Roblox, seorang gamer The Sims, @onlyabidoang, membuat karakter Sahroni di The Sims lengkap dengan gaya berpakaian, rumah mewah yang bisa dimainkan gamers lain. Kehadiran karakter ini menjadi satir yang menghibur sekaligus mengkritik gaya hidup pejabat.
the house: pic.twitter.com/VfzlGlfQOY
— OnlyAbiDoang (@onlyabidoang) September 3, 2025
Aktivisme bagi Gen Z tidak selalu berupa teriakan di jalan, melainkan juga kreativitas di dunia maya. Meski bentuknya berbeda dengan generasi sebelumnya, pesan utamanya tetap sama: menyuarakan keadilan dan solidaritas. Mungkin inilah bukti bahwa aktivisme tidak mati, hanya berubah wujud mengikuti zaman. [*]






