digitalMamaID — Ketika perempuan diberdayakan, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tapi juga oleh keluarga, komunitas, bahkan masyarakat luas. Pemberdayaan perempuan merupakan jalan menuju kehidupan yang lebih setara, adil, dan berkelanjutan. Dan di tengah gempuran era digital yang semakin cepat, memastikan para perempuan—terutama para ibu—tidak tertinggal, adalah tanggung jawab bersama.
Inilah semangat yang diusung oleh Digital Queen, sebuah program inisiasi dari digitalMamaID yang membuka ruang belajar digital untuk perempuan di wilayah rural. Karena kami percaya, tidak ada perempuan yang “terlalu jauh” untuk dijangkau. Tidak ada ibu yang “terlalu tua” untuk belajar.
Upaya ini tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga memperkuat peran perempuan dalam keluarga, komunitas, dan ruang publik. Dengan membuka ruang belajar dan bertumbuh, pemberdayaan ini menjadi fondasi penting bagi terciptanya perubahan sosial yang berkelanjutan.

Opsi bisnis untuk perempuan
Pada pilot project yang digelar di Pesantren Arafah Cililin, Kabupaten Bandung, digitalMamaID berkolaborasi dengan Evermos Impact untuk mengisi materi pelatihan Digital Queen. Evermos sendiri merupakan platform social commerce, penghubung brand dan reseller dengan 70 persen produk-produk asli dari UMKM Indonesia. Platform ini menggunakan skema utama dropship dan juga affiliate.
Dropship merupakan sistem bisnis yang memasarkan dan menjual barang milik pihak lain tanpa perlu menyetok barang. Skema dropship yang ditawarkan oleh Evermos sendiri memiliki banyak keunggulan, salah satunya adalah gratis ongkir dan berpeluang mendapatkan banyak poin. Sedangkan untuk skema afilliate, reseller harus bekerja lebih ekstra dengan membuat konten di media sosial seperti micro influencer.
Evermos selain menjadi model bisnis, juga memiliki inisiatif yang berfokus pada program-program pemberdayaan, sosial dan dampak keberlanjutan (social impact) yang disebut Evermos Impact.
Hafiz, Impact and Sustainability Officer dari Evermos Impact menjelaskan, inisiatif ini merupakan salah satu cara Evermos untuk bisa berkontribusi terhadap lingkungan sekitar. “Jadi Evermos Impact itu secara rutin membuat program-program pemberdayaan khususnya untuk perempuan dan pelatihan yang bisa membantu masyarakat untuk bisa lebih berdaya di sisi sosial, ekonomi, dan sebagainya,” ungkapnya.
Ia mengatakan, berjalannya Evermos Impact juga sangat bergantung dengan partner kolaborasi yang membuat program-program bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya dengan digitalMamaID melalui Digital Queen.
Evermos Impact dan digitalMamaID sendiri memang telah bekerjasama dalam beberapa kegiatan pelatihan sebelumnya. Hafiz mengaku, selama bekerjasama dengan digitalMamaID sejauh ini apa yang dihasilkan selalu baik dan positif.
Menurut Hafiz, kolaborasi melalui Digital Queen ini penting dan baik tidak hanya untuk Evermos dan digitalMamaID namun, juga untuk peserta dan volunteer. “Apa yang dituju dari program ini selaras dengan apa yang Evermos ingin tuju juga. Jadi, kita ingin punya kontribusi juga disini,” ungkapnya.
Kegiatan ini menurutnya sangat positif apalagi melibatkan volunteer-volunteer yang secara usia masih tergolong muda dan mau turut berkontribusi dalam kegiatan ini. “Senang melihat banyak pihak yang terlibat dan kita melihatnya positif ya. Mudah-mudahan peserta yang mendapatkan pelatihan bisa menerima manfaatnya,” lanjutnya.

Tantangan teknologi
Upaya pemberdayaan punya tantangan tersendiri. Salah satunya bagaimana mengajak peserta, yang mayoritas adalah ibu-ibu, untuk aktif mengikuti kegiatan, terutama karena latar belakang Evermos sendiri berbasis teknologi. “Jadi, gimana caranya mengajak dan juga memandu para peserta ini untuk bisa melek digital sih, bisa memanfaatkan teknologi dengan positif,” ungkap Hafiz.
Bukan hal yang mudah, mengingat sebagian besar dari peserta belum terbiasa dengan penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Namun, belajar dari pengalaman pelatihan-pelatihan sebelumnya, setiap pelatihan menjadi pembelajaran untuk memperbaiki pendekatan.
Dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini, Hafiz berharap baik Evermos maupun digitalMamaID bisa menyebarkan satu tujuan yang baik. Peserta selaon merasakan dampaknya juga bisa berdampak secara positif menyebarkan ilmu yang didapat kepada lingkungan sekitarnya.
“Harapannya yang pasti bisa berjalan sesuai tujuan awal yaitu bagaimana kita bisa membantu masyarakat khususnya ibu-ibu untuk lebih berdaya. Ya kita tahu mungkin ada banyak tantangan yang dihadapi oleh perempuan atau ibu-ibu dalam mengakses sumber daya untuk ekonomi seperti itu,” pungkasnya.
Digital Queen bukan sekadar pelatihan. Ia adalah gerakan kolektif. Gerakan agar tak ada lagi ibu yang tertinggal dari perkembangan zaman hanya karena keterbatasan akses dan informasi. Sebab saat satu perempuan diberdayakan, satu keluarga ikut dikuatkan. Dan dari sanalah masyarakat yang lebih adil, setara, dan berdaya bisa dibangun. [*]






