penyebab anak kecanduan gadget

3 Faktor Penyebab Anak Kecanduan Gadget

3 Faktor Penyebab Anak Kecanduan Gadget

Seorang balita duduk tenang di kursinya dengan sebuah smartphone di genggamannya. Matanya menatap tajam layar di hadapannya, menonton belasan video kartun yang ditayangkan satu demi satu. Ketika ibunya berusaha mengambil kembali gawainya, balita itu menjerit-jerit marah, bahkan memukul-mukulkan tangan mungilnya ke arah ibunya. Itulah yang ingin dilakukannya sepanjang hari, bermain gadget lagi, lagi, dan lagi. Pernahkah Mama menemui situasi demikian di lingkungan sekitar? Kecanduan gadget pada anak seakan telah menjadi realitas dalam pengasuhan anak zaman now. Mengapa hal seperti ini bisa terjadi? Apa sebetulnya yang menjadi penyebab anak kecanduan gadget?

Penyebab Anak Kecanduan Gadget

Berdasarkan berbagai sumber referensi yang kami rangkum di digitalMamaID, faktor penyebab anak kecanduan gadget dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori: pengasuhan, neurosains, dan desain teknologi itu sendiri. Mari simak penjelasannya berikut ini!

1. Faktor Pengasuhan

orang tua menjadi faktor penyebab kecanduan gadget

Anak-anak tidak terlahir mengenal gadget. Kitalah, orang tua dan orang-orang dewasa di sekitarnya, yang mengenalkannya kepada mereka. Psikolog anak Elizabeth Santosa dalam suatu kesempatan mengatakan bahwa orang tua memegang peranan penting dalam siklus kecanduan anak terhadap gadget. Berikut adalah dua problem utama orang tua dalam pengasuhan anak di era gadget.

Kesibukan

Kesibukan di kantor, di rumah, juga di berbagai komunitas offline maupun online memang seakan tak ada habisnya. Seringkali juga terjadi orang tua tak memiliki waktu bahkan untuk sekedar pergi ke kamar mandi karena terus-menerus direpotkan oleh urusan anak-anaknya. Bagi sebagian orang tua, gadget seakan menjadi penyelamat dan babysitter sementara yang dapat diandalkan untuk mengalihkan perhatian anak sementara mereka mengerjakan urusan yang lain.

Kurang Ilmu

Meskipun kita kini telah hidup di era informasi, masih banyak orang tua yang ternyata belum memahami bahwa gadget juga memiliki dampak negatif yang patut kita waspadai seperti obesitas, kurang tidur, tingkat kebahagiaan yang menurun, agresivitas, rendahnya kemampuan sosialisasi, dan berbagai gangguan kesehatan fisik dan mental lainnya.

Karena dua problem di atas, sebagian orang tua memberikan gadget kepada anak terlalu dini atau tanpa batasan waktu pemakaian gadget yang direkomendasikan oleh para ahli kesehatan dan psikologi anak. Akibatnya, kecanduan pun rawan terjadi.

2. Faktor Neurosains

Apa yang terjadi di dalam otak ketika anak menggunakan gadget sehingga mereka terpicu untuk melakukannya terus menerus?

neurosains

Dopamin

Dr. Peter Whybrow dari UCLA yang telah mempelajari efek teknologi terhadap otak menyatakan bahwa teknologi seperti tablet, smartphone, dan video games tidak jauh berbeda dari narkoba dalam mempengaruhi otak manusia. Ia bahkan menyebut berbagai bentuk teknologi ini sebagai ‘kokain elektronik‘ karena efeknya yang dapat menyebabkan kecanduan. Otak manusia pada dasarnya dirancang untuk menyukai ganjaran (reward). Dalam kasus teknologi, ganjaran yang dipersepsi otak adalah novelty atau kebaruan. Video baru yang belum pernah ditonton sebelumnya atau level baru dalam game yang dimainkan merangsang otak anak-anak kita memproduksi dopamin, zat kimia yang membuat mereka merasa senang. The more they get, the more they want. Anak-anak tanpa sadar akan terdorong untuk menonton video atau bermain game terus menerus.

Kendali Diri

Faktor kedua yang mempengaruhi kecanduan pada anak adalah karena kendali diri mereka masih dalam masa perkembangan. Anak-anak hanya peduli pada apa yang membuat diri mereka senang saat ini tanpa memikirkan dampak positif dan negatif yang akan mereka alami. Hal ini membuat anak-anak menjadi rawan menjadi sasaran bagi para produsen game dan aplikasi yang hanya peduli pada kepentingan komersial.

3. Faktor Desain Teknologi

Sadarkah Mama bahwa teknologi yang ada sekarang memang didesain untuk membuat orang kecanduan? Setiap produsen ingin pengguna memakai produk mereka selama mungkin. Para produser aplikasi dan game memahami cara otak bekerja, lalu merancang berbagai fitur yang bertujuan untuk membentuk sebuah kebiasaan: agar pengguna memakainya lagi, lagi, dan lagi. Berikut adalah beberapa fitur teknologi yang dapat menjadi penyebab anak kecanduan gadget yang sebagian dilansir oleh Common Sense Media.

desain aplikasi gadget

Warna

Tahukah Mama mengapa video atau games untuk anak-anak didesain dengan warna-warni yang cerah? Anak-anak diketahui menghabiskan waktu lebih lama untuk memandangi warna-warna cerah dibandingkan dengan warna-warna yang teduh atau pastel. Ketika anak-anak masih berusia dini, mata mereka belum berkembang sempurna. Warna-warna yang cerah dan kontras lebih terlihat jelas di mata mereka. Ketika beranjak besar, anak-anak juga masih akan mendapati warna yang kuat dan cerah lebih menarik untuk dieksplorasi dibandingkan dengan warna lainnya.

Autoplay

Apakah si kecil suka menonton video dari Youtube? Fitur autoplay yang secara otomatis memainkan video berikutnya akan mengundang anak untuk berlama-lama menonton, beralih dari satu video ke video berikutnya alias binge-watching.

Notifikasi

Ping! Video terbaru tersedia dari channel kesayanganmu! Ping! Putri kecil sudah menunggu untuk kau selamatkan di level 7!

Notifikasi dari berbagai aplikasi yang dipasang di gadget memang didesain untuk menarik perhatian. Ketika notifikasi tersebut menyuruh anak melakukan sesuatu  seperti menonton video atau memainkan game level berikutnya, tanpa sadar mereka terdorong untuk segera meresponnya.

Kejutan

Bagaimana kalau di awal game, semua musuh, jebakan dan bonus yang akan ditemui pemain dijelaskan secara detail? Tentu anak tidak akan penasaran apa lagi yang akan ditemuinya ketika bermain game. Faktor kejutan, baik dari segi konten maupun dari segi waktu kemunculan, menjadi salah satu penyebab anak terdorong menggunakan gadget terus menerus karena ia tidak pernah tahu kapan video terbaru dari channel kartun kesayangannya akan muncul, atau kapan ia akan menemukan bonus ketika memainkan game favoritnya.

Kesimpulan

Penggunaan gadget oleh anak memang tak selalu berefek negatif. Namun, sebagai orang tua dari anak-anak yang lahir di era digital, kita perlu waspada tentang dampak negatif yang mungkin dapat disebabkan oleh teknologi pada anak, salah satunya berupa kecanduan. Semoga dengan memahami beberapa faktor penyebab anak kecanduan gadget di atas, Mama dan keluarga dapat lebih bijak dalam memberikan gadget kepada anak-anak.

Selamat mendampingi anak bersama teknologi!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *